Bagi banyak traveler, menyaksikan senja merupakan suatu kenikmatan tersendiri. Pulau Pramuka di Kepulauan Seribu bisa jadi opsi melihat senja nan syahdu.
Keindahan matahari terbenam saat senja di Pulau Pramuka dapat traveler nikmati mulai pukul 17.30 WIB. Jika traveler cukup beruntung dan langit cerah, maka pemandangan matahari yang indah akan menyambut. Di Pulau Pramuka, pemandangan matahari terbenam dapat disaksikan di berbagai tempat yang dekat dengan dermaga utama pulau.
Baik menyaksikannya dari tepi dermaga, dari pantai pasir di antara bakau atau melihatnya dari gazebo pun sama syahdunya. Terdapat beberapa gazebo kayu yang terletak di sepanjang jalanan Pulau Pramuka. Traveler bisa duduk santai, beristirahat, dan menyaksikan pemandangan tanpa dipungut biaya di setiap gazebo.
Menikmati matahari terbenam tidak hanya berbicara mengenai menyaksikan pemandangan matahari dengan langit jingga. Namun, menikmati matahari terbenam dapat dijadikan momen untuk refleksi diri dan mengucap syukur kepada Sang Pencipta bahwa satu hari telah kita lalui dengan baik. Sekaligus sebagai harapan untuk dapat menyaksikan matahari kembali esok hari.
Di Pulau Pramuka, pantai dan tebing-tebing beton di sekelilingnya adalah tempat yang asyik untuk menyaksikan matahari terbenam. Tak jarang juga ada yang melakukan aktivitas memancing sambil menunggu matahari terbenam. Uniknya, di Pulau Pramuka, ada beberapa pedagang keliling yang menjual aneka minuman seperti kopi, teh, dan berbagai minuman hangat lainnya yang bisa melengkapi momen menyaksikan matahari terbenam para traveler di Pulau Pramuka.
Namun, traveler pun harus tetap memperhatikan sekitar, khususnya jika menyaksikan matahari terbenam langsung di pasir pantai. Karena jelang malam hari, air laut akan pasang atau semakin tinggi. Tak perlu khawatir akan gelap sehabis menyaksikan matahari terbenam, karena sepanjang jalan di Pulau Pramuka dilengkapi dengan penerangan atau lampu jalan. Selain itu, wisma atau penginapan untuk wisata yang terletak di sepanjang jalan pun menambah terang jalanan Pulau Pramuka di malam hari.
Pengembangan Pariwisata Lewat Pendekatan Digital dan Milenial
Kunci dalam grand strategi pariwisata era industri 4.0 adalah Sumber Daya Manusia. Demikian disampaikan pemerhati media sosial Yulianus Firmansyah Ladung, menanggapi Pelatihan Dasar SDM Kepariwisataan Goes to Campus (GTC) yang digagas Kemenpar. Kali ini, kegiatan berlangsung di Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya, Jawa Timur.
Menurut Yulianus, setidaknya ada lima tema besar yang dipersiapkan dalam pengembangan SDM kepariwisataan. Meliputi Strategic Theme: Wonderful Indonesia Digital Tourism 4.0, serta Strategic Imperatives for Transforming Tourism HR to Win Global Competition in Industry 4.0. Selanjutnya, 5 Technology Enabler, 9 Key Initiatives for Discipline Executions, dan Pentahelix Collaboration Approach.
"Di sisi lain, perlu adanya penerapan program transformasi SDM pariwisata pada 5 unsur pentahelix. Yaitu pihak akademisi seperti para mahasiswa sekolah pariwisata, para pelaku industri wisata, pemerintah, komunitas, dan media," ungkap Yulianus dalam keterangan tertulis, Rabu (10/7/2019).
Yulianus sependapat, penguatan SDM sangat penting dan perlu difokuskan. Sebab, banyak pelaku industri pariwisata yang belum memiliki kesiapan menghadapi dunia digital. Padahal, industrinya sendiri sudah sangat siap.
"Sebagaimana program Presiden Jokowi, sekarang adalah tahunnya SDM dan mahasiswa sebagai generasi milenial adalah kaum yang sangat tepat untuk membantu pariwisata, khususnya melalui sosial media," tegasnya.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Jawa Timur, Sinarto berharap, kegiatan GTC dapat memacu berkembangnya wisata religi di Jatim. Terlebih, daerah ini memiliki sejumlah tempat sebagai peninggalan Wali Songo. Jejak penyebar agama Islam di Pulau Jawa ini terus memberikan pengaruh dan menjadi magnet bagi wisata religi. Bahkan, tak jarang ada wisatawan asing yang juga tertarik untuk mengikuti perjalanan wisata religi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar