Lebaran tak hanya dinikmati oleh umat muslim Indonesia. Kominitas muslim Indonesia yang berada di Belanda pun melaksanakan Idul Fitri di Utrecht.
Bulan suci Ramadhan tak terasa berlalu, meninggalkan jejak khidmat dan kekhusuan ibadah yang terpatri nun di lubuk hati sanubari setiap muslim.
Semua keutamaan amal ibadah di bulan suci Ramadhan, menjadi pertanda lahirnya kesucian spiritual, yang ditandai dengan sujud bersimpuhnya semua muslim pada saat shalat Idul Fitri.
Komunitas muslim Indonesia yang bermukim di Belanda, melaksanakan shalat Idul Fitri 1440 Hijriah, pada hari Selasa, 4 Juni 2019.
Adapun keluarga muslim Indonesia di Utrecht yang tergabung dalam perkumpulan Stichting Generasi Baru (SGB) Utrecht, berhubung musala yang kami sewa tidak cukup luas, kali ini melaksanakan shalat Idul Fitri di lapangan sepakbola Sportpark Vechtzoom, Jalan Rio de Janeirodreef 203 3563 VS, Utrecht.
Dalam sambutannya ketua panitia pelaksanaan shalat Idul Fitri 1440 H, mewakili Ketua SGB-Utrecht Bapak Supardi Hasanudin, sekali lagi mengajak kaum muslimin Indonesia bersama-sama berpartisipasi dan bergotong royong mewujudkan mimpi indah keluarga muslim Indonesia di Utrecht, mendirikan sebuah mesjid dan pusat budaya Indonesia di Utrecht atau ICCU (Indonesisch Cultureel Centrum Utrecht). Beliau pun tak lupa mengimbau jemaah dan siapapun yang ingin berkontribusi hendak memberikan donasi baik berupa infak, sedekah ataupun wakaf untuk mesjid.
Pelaksanaan shalat Ied itu sendiri dimulai pukul 09.30 CET dilanjutkan dengan khutbah yang disampaikan oleh Ustadz Aboe Farid Winarna.
Selesai khotbah acara dilanjutkan dengan ramah tamah dan santap siang menu khas lebaran yang sangat dinantikan oleh kami semua. Kenangan kami akan nikmatnya ketupat lebaran terobati dengan sajian lontong instan yang tersedia dengan cita rasa yang tak jauh berbeda. Semakin terasa nikmat makan bersama sambil lesehan sekitar lokasi Pelaksanaan shalat Ied.
Kaum muslim yang bermukim di Belanda, memang tidak dapat mendengar gema takbir yang saling bersahutan sepanjang malam, sampai menjelang shalat Ied seperti di tanah air.
Namun gema takbir yang sayup terdengar di pagi hari memanggil setiap hati, memenuhi panggilan jiwa yang fitri untuk berkumpul, bersilaturahmi dan bersujud penuh syukur, serta tak lupa saling bermaafan.
Indahnya persaudaraan di perantauan.
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1440 H.
Taqobbalallahu minna wa minkum shiyamanaa wa shiyamakum
Barakallahu Fikum
Lebaran di Ngawi, Intip Benteng Cantik Van Den Bosch
Traveler yang sedang libur lebaran di Ngawi, coba main ke Benteng Van Den Bosch. Benteng ini punya banyak sudut instagrammable untuk diabadikan
Jangan berkunjung ke kota Ngawi tanpa singgah ke Benteng Van Den Bosch atau yang lebih dikenal sebagai benteng pendem. Benteng yang berlokasi di kelurahan Pelem Kecamatan Ngawi ini sangat mudah dicapai karena letaknya yang strategis, dan benteng ini terus mempercantik diri untuk menarik pengunjung.
Ini adalah kali kedua saya berkunjung ke sini. Dan jika dibandingkan dengan kunjungan saya yang pertama ada beberapa perubahan dari benteng ini. Perubahan yang pertama adalah adanya gapura megah berwarna putih di bagian depan benteng. Dari kejauhan gapura ini sudah nampak berdiri dengan gagahnya.
Di belakang gerbang terdapat pos penjagaan dan tiang-tiang lampu yang berbaris ke belakang di kiri dan kanan jalan menuju benteng. Saat malam tiba lampu yang menyala nampak cantik terlihat dari jauh.
Perubahan berikutnya adalah lokasi parkir kendaraan. Dahulu kendaraan bisa masuk sampai ke mulut benteng, tetapi sekarang terdapat pagar pembatas sehingga kendaraan tidak bisa parkir dekat benteng dan pengunjung harus berjalan sedikit ke arah mulut benteng.Suasana di benteng sendiri masih relatif sama, dengan bangunan tua yang berkesan misterius dan rerumputan yang menghijau.
Perbedaan lain yang saya lihat adalah di bagian dalam benteng sekarang terdapat ruang pamer yang berisi foto-foto maupun benda bersejarah yang ada kaitannya dengan Pangeran Diponegoro. Di ruang pamer ini juga terdapat film dokumenter yang diputar melalui sebuah Tv yang menempel pada salah satu dinding.Beberapa foto dan benda-benda itu dilengkapi dengan keterangan yang terletak didekatnya.
Berikutnya yang saya lihat adalah keberadaan burung merpati di dalam benteng. Untuk memancing agar burung-burung itu mendekat pengunjung dapat membeli jagung di warung yang ada di dalam benteng.
Saat kita melempar jagung itu, maka burung-burung akan mendekat dan kita bisa berfoto. Hasil fotonya akan nampak cantik, seperti berada di luar negeri. Keren kan?
Benteng Van Den Bosch sendiri memiliki ukuran bangunan 165mx80m dengan luas tanah 15ha, cukup luas dan banyak spot menarik untuk berfoto. Di benteng ini juga terdapat makam KH Muhammad Nursalim, salah satu pengikut Pangeran Diponegoro yang ditangkap oleh Belanda dan dibawa ke benteng ini.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar