Mudik ke Yogyakarta, tapi bosan menginap di rumah atau hotel? Jangan sedih. Cobalah camping di lereng merapi dengan fasilitas mewah ini.
Kemah mewah ini menjadi buruan para wisatawan libur Lebaran 2019. Lokasinya berada di Jalan Kaliurang, Pakem, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).
Berada di lahan seluas sekitar 5 hektare, di kanan kiri tumbuh pepohonan, petak sawah dan sebuah aliran sungai. Pengelola menyediakan sekitar 10 tenda yang isinya kasur sejumlah tamu dan fasilitas tidur lainnya. Total bisa menampung sekitar 55 orang.
Sementara di halaman tenda, terdapat kursi dan meja kayu untuk makan atau sekadar bersantai bersama keluarga. Bagi pengunjung yang membawa anak-anak, terdapat lahan untuk play ground.
Untuk menghabiskan malam hari, disajikan pesta barbeque. Cahaya dari bola lampu yang dirangkai unik turut menghangatkan suasana.
Seperti penuturan pengunjung asal Palembang, Della. Bersama keluarga besarnya, dia bisa refreshing dengan menginap di kemah mewah ini.
"Anak-anak happy, orang tua, keluarga. Suasananya berbeda, biasanya mudik di Yogya padat, kalau di sini fresh, bisa main di sungai. Tempatnya juga nyaman, ada sarapan, barbeque, outbond juga," ujarnya saat ditemui detikcom di lokasi kemah, Sabtu(8/6/2019).
Della mengaku mendapat informasi kemah mewah ini dari media sosial. Karena penasaran, dia pun memesan tenda untuk sehari semalam.
"Harga terjangkau, reguler Rp 135 ribu semalam. Ini penuh, cuma dapat di tanggal ini nginapnya," ujarnya.
Pengunjung lainnya, Arsel yang masih berusia anak-anak mengaku senang berkemah.
"Seru bisa main, mandi di sungai, tendanya luas," ucap Arsel.
Managing Director Indekostour Glamping, Diaz Kaslina selaku pengelola mengatakan pihaknya menawarkan fasilitas yang memadai sekelas hotel.
"Tapi berkonsep camping glamour yang nyaman dengan harga terjangkau, paket standar hingga VIP. Mulai Rp 135 ribu per paket, ada juga Rp 850 ribu per paket," jelasnya.
Pengunjung selama libur Lebaran ini melonjak dan sudah penuh dipesan hingga 11 Juni 2019. Para pengunjung di antaranya berasal dari Semarang, Jakarta, Surabaya, hingga dari Singapura, Kuala Lumpur dan Australia.
"Lokasi sini juga strategis, dekat dengan objek-objek wisata di Kaliurang dan sekitarnya," imbuh Diaz.
Buat traveler yang ingin mengajak si buah hati berwisata dengan cara berbeda di DI Yogyakarta, mungkin bisa mencoba alternatif wisata yang satu ini. Mumpung masih Libur Lebaran.
Libur Lebaran, Geopark Ciletuh Bebaskan Biaya Masuk
Libur lebaran menjadi waktu yang tepat untuk traveling bersama keluarga. Main ke Sukabumi, Geopark Ciletuh bebaskan biaya masuk atau toll gate.
Membahas keindahan alam di Sukabumi seakan tidak pernah ada habisnya, salah satu kabupaten dengan luas wilayah terbesar di Jawa Barat ini sejak dulu memang dikenal dengan suguhan destinasi wisata 'Gurilaps' alias Gunung, Rimba, Laut, Pantai dan Sungai.
Kawasan yang kini masuk area Geopark Ciletuh Palabuanratu ini memang memiliki daya tarik tersendiri bagi para wisatawan lokal atau pun manca negara. Spesial lebaran tahun ini pergi ke kawasan geopak ciletuh palabuanratu, wisatawan tidak perlu merogoh kocek dalam-dalam karena pemerintah setempat membebaskan biaya masuk (toll Gate) kepada wisatawan yang datang.
"Bupati Marwan Hamami memang memerintahkan untuk membebaskan biaya masuk ke kawasan geopark, tahun ini tidak ada toll gate yang di pasang pemkab," ungkap Herdy Somantri kepala Bidang informasi dan Komunikasi publik Diskominfosan Kabupaten Sukabumi kepada detikcom, Sabtu (8/6/2019).
Menurut Herdy, kreatifitas masyarakat untuk ikut membangun kawasan wisata di wilayah tersebut juga turut menjadi daya tarik yang memikat bagi wisatawan yang datang.
"Warga berperan sebagai magnet pengunjung, mereka bahu membahu berpikir kreatif membuat kawasan Geopark Ciletuh Palabuhanratu makin diminati pengunjung," kata Herdy.
Wisata puncak gebang misalnya, terdapat spot yang mayoritas dibangun oleh warga setempat. Di lokasi yang berada di dataran tinggi itu menyajikan pemandangan diatas bukit yang sangat luar biasa setiap pengunjung bisa melihat ke laut lepas.
"Tahun ini kita terus melakukan pembenahan, mudah mudahan kedepan menjadi tempat favorit," ungkap Gunawan Baskoro pengelola puncak gebang yang juga warga Kampung Pasir Salam Desa Girimukti, Kecamatan Ciemas.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar