Minggu, 12 Januari 2020

Tampar Pramugari, Model Ini Kena Hukuman Sosial

Baru-baru ini seorang model asal Australia kedapatan menampar pramugari pesawat. Akibatnya, ia diberi hukuman kerja sosial.

Dikumpulkan detikcom dari berbagai sumber, Selasa (16/7/2019), peristiwanya terjadi pada akhir Januari lalu dalam penerbangan dari Melbourne ke Los Angeles, AS seperti diberitakan media USA Today.

Diketahui, model keturunan Sudan yang bernama Adau Mornyang (25) itu kedapatan mengkonsumsi wine di penerbangan. Tiba-tiba Adau mulai meneriakkan kata-kata rasis dan tak pantas.

Mendapati hal itu, penumpang lain di sekitar Adau jadi terganggu dan meminta bantuan pramugari pesawat. Hanya bukannya mereda, Adau malah makin mengamuk dan menampar salah satu pramugari yang mencoba menenangkannya.

Bahkan sejumlah laksamana penerbangan sampai turun langsung untuk menenangkan Adau. Tak sampai situ, Adau juga harus menjalani proses peradilan yang baru selesai Senin kemarin (15/7).

Dalam putusan hakim, Adau yang diketahui mengidap depresi berlebih itu dihukum untuk menjalani pekerjaan sosial selama 100 jam dan masa percobaan penahanan selama tiga tahun.

Pihak pengadu bahkan sempat meminta hakim untuk menjatuhkan hukuman satu tahun penjara ke Adau, tapi hakim bersikeras kalau hukuman itu tak diperlukan karena Adau telah menyesali perbuatannya.

"Saya akan melakukan apapun untuk membuktikan kalau saya bukan wanita seperti itu," ujar Adau dalam pembelaannya.

Tak hanya itu, Adau juga diwajibkan uji narkoba serta mengikuti konseling kesehatan mental dalam tempo masa penahanan tersebut.

Turis Tak Takut Gempa, Asyik Surfing di Pantai Canggu

Usai gempa magnitudo 6 yang mengguncang Bali pagi tadi tak membuat turis panik. Mereka tetap asyik berselancar dan menikmati liburannya di Bali.

Salah satunya di Pantai Batu Bolong, Canggu, Badung, Bali, Selasa (16/7/2019). Di pantai ini sejak siang pukul 11.00 Wita sudah dipadati turis mancanegara yang asyik berjemur.

Hampir semua kursi di tepi pantai dipenuhi turis mancanegara. Ada pula yang memilih menggelar kain pantainya dan tak menyewa kursi.

Sebagian di antaranya juga terlihat asyik bermain air maupun selancar. Ada pula yang fokus latihan bermain papan selancarnya dengan instruktur di tepi pantai.

Salah satu turis, Kiki mengaku gempa pagi tadi merupakan gempa pertamanya. Dia juga mengaku tak takut meski merasa banyak benda di sekitarnya bergoyang.

"Saya masih tidur ketika terbangun terasa semua bergetar, saya mikir apa ini, karena ini pengalaman gempa pertamaku. Tapi saya nggak takut, oke gempa," cerita wanita asal Paris itu.

Kiki mengaku sudah empat bulan datang ke Indonesia. Dia juga sempat ke Filipina tapi balik lagi karena betah dengan keramahan warga setempat.

"Bali sangat turistik, Indonesia aku bingung mendeskripsikannya, aku suka vibes-nya, rileks, dan orang-orangnya ramah, soalnya di Paris orang-orangnya grumpy, di sini semua orang banyak senyum dan cuacanya bagus. Dan di sini aku belajar selancar," kisah wanita asal paris tersebut.

Dia mengaku selama tinggal di Canggu hampir setiap hari berjemur di Pantai Batu Bolong. Tak hanya berjemur, dia juga senang berselancar.

"Pertama saya belajar pakai softboard tapi saya masih pemula sekarang sudah seminggu pakai hardboard. Hahaha, jadi oke saya sekarang sudah bisa berdiri di papan," candanya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar