- Celana dalam adalah bagian dari kelengkapan berpakaian yang juga bisa melindungi area tubuh yang sensitif. Selain faktor kesehatan, kenyamanan juga menjadi pertimbangan dalam memilih celana dalam.
Setiap orang tentunya memiliki kenyamanan yang berbeda-beda dalam menilai pemakaian celana dalam. Ada yang menyukai pemakaian celana dalam yang ketat, ada juga yang menyukai celana dalam longgar walaupun itu berarti dipakai sampai melar.
Sebetulnya, celana dalam longgar memiliki berbagai manfaat bagi kesehatan. Hanya saja kalau dipakai sampai melar, secara estetika terkadang agak mengganggu. Tetapi mungkin tidak terlalu jadi masalah, karena posisinya selalu tersembunyi.
Celana dalam yang sudah melar terkadang terasa lebih nyaman karena beberapa alasan sebagai berikut:
1. Pada pria, meningkatkan produksi sperma
Dikutip dari NDTV Health, sebuah penelitian menyebut pria yang mengenakan celana dalam lebih longgar memproduksi jumlah sperma yang lebih banyak ketimbang pria yang menggunakan celana dalam ketat.
Penelitian yang dilakukan oleh para ilmuwan di sekolah kesehatan Harvard T H Chan School of Public Health ini menyatakan dari total 656 pria, pria yang memakai celana dalam longgar memiliki jumlah sperma 25 persen lebih banyak dan mengeluarkan sperma 17 persen lebih banyak saat ejakulasi.
2. Bebas blister di pinggang
Celana dalam yang terlalu ketat seringkali menimbulkan efek yang tidak nyaman, misalnya blister di area pinggang. Menurut Alyssa Dweck, MD, ob-gyn di Westchester County, New York, mengenakan celana dalam ketat juga dapat menimbulkan gesekan atau ketidaknyamanan di area selangkangan. Akibatnya, menimbulkan efek iritasi.
3. Tak khawatir hilang
Mungkin terdengar konyol. Kamu akan bertanya-tanya, "memangnya ada seorang yang mau mencuri celana dalam?"
Kenyataannya memang demikian. Dalam beberapa kasus, celana dalam raib dicuri dan pelakunya dikaitkan dengan fetishistic disorder. Pengidap gangguan ini tak segan mencuri berbagai benda yang disukainya, termasuk celana dalam orang lain, untuk mendapatkan kepuasan seksual.
Survei: 59 Persen Warga Surabaya Percaya Kecil Kemungkinan Terkena Virus Corona
Surabaya menjadi salah satu kota di Indonesia dengan kasus virus Corona tinggi. Maka dari itu, LaporCovid-19.org dan Social Resilience Lab NTU melakukan studi terkait persepsi risiko masyarakat Surabaya terkait Corona.
Hasil survei menunjukkan sebagian besar warga Surabaya percaya sangat kecil kemungkinan terpapar virus Corona COVID-19. Lebih dari 50 persen warga yang mengikuti studi tersebut dilaporkan percaya kecil kemungkinan terpapar Corona.
Ada sebanyak 36 persen dari 2.895 orang yang percaya 'sangat kecil' kemungkinan mereka tertular virus Corona dan 23 persen percaya 'kecil' kemungkinan terpapar Corona. Sehingga totalnya sebanyak 59 persen yang menilai mereka tidak berisiko terpapar virus Corona.
Dari data yang dikumpulkan sejak 19 Juni hingga 10 Juli 2020, 25 persen warga lainnya memilih kategori 'sedang' bahwa mereka percaya bisa terpapar Corona. Sebanyak 10 persen lainnya percaya 'besar' atau sangat mungkin terpapar virus Corona.
"Ada sekitar 59 persen jadi mayoritas mengatakan cenderung menganggap enteng kemungkinan mereka akan tertular virus Corona," jelas Sulfikar Amir PhD, associate professor sosiologi kebencanaan dari Nanyang Technological University Singapura dalam webinar persepsi risiko Surabaya terhadap COVID-19, Kamis (16/7/2020).
"Nah ini yang harus diperhatikan," tegas Sulfikar.
Sulfikar menilai persepsi risiko warga Surabaya terkait Corona rendah karena 70 persen responden mengaku tidak mengenal atau tidak tahu orang yang terpapar virus Corona COVID-19. "Ada 70 persen responden yang tidak mengenal atau tidak tahu mereka terkena COVID-19 jadi ini cukup signifikan terhadap persepsi risiko," lanjut Sulfikar.
Sementara itu protokol kesehatan Corona di Surabaya menurut hasil survei sudah dijalankan dengan baik. Ada 83 persen warga yang selalu memakai masker, 43 persen warga rutin mencuci tangan, dan 60 persen warga yang mengikuti survei tersebut mematuhi aturan jaga jarak.
https://cinemamovie28.com/die-in-one-day-2/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar