- Tes Corona menjadi salah satu hal yang penting untuk mencegah penularan Corona. Namun, masih ada beberapa warga di Surabaya yang menilai tes Corona tidak mencegah penularan di masyarakat. Mengapa demikian?
Hasil survei LaporCovid-19.org dan Social Resilience Lab NTU menjelaskan ada sebanyak 23 persen meragukan tes Corona, dan 13 persen lainnya tidak yakin tes Corona bisa mencegah penularan di masyarakat. Namun, ada 39 persen yang yakin, dan 19 persen lain sangat yakin tes Corona bisa mencegah penularan Corona.
"Sikap warga Surabaya terhadap tes COVID-19 juga cenderung agak rendah," tulis kesimpulan survei persepsi risiko warga Surabaya terhadap COVID-19, Kamis (16/7/2020).
Sebagian kecil warga Surabaya juga dilaporkan tidak percaya hasil tes Corona melalui tes PCR. "Jadi ada 59 persen hampir 60 persen sangat percaya hasil tes PCR, 23 persen lain agak percaya, 12 persen kurang percaya, 5 persen yang tidak percaya," sebut Sulfikar Amir PhD, associate professor sosiologi kebencanaan dari Nanyang Technological University Singapura.
"Masih ada sekitar 17 persen yang masih ragu dengan hasil tes swab, tetapi yang dominan tentu 60 persen ini percaya bisa kita katakan cukup baik lah," lanjut Sulfikar.
Sulfikar menegaskan survei ini penting untuk menilai bagaimana persepsi masyarakat terhadap risiko virus Corona COVID-19. Terutama dalam pencegahan penularan Corona di masyarakat melalui tes yang dilakukan sebanyak-banyaknya.
"Mempercayai tes Corona itu penting supaya mereka bisa berkontribusi untuk mencegah penularan virus Corona COVID-19," pungkasnya.
Meski protokol kesehatan di Surabaya menurut survei sudah dilaksanakan dengan baik, Sulfikar menilai pembatasan sosial masih dibutuhkan setidaknya di beberapa sektor publik yang rentan penularan Corona. Surabaya dinilai masih jauh dari kata siap untuk melonggarkan pembatasan sosial.
3 Alasan Celana Dalam yang Sudah Melar Terasa Lebih Nyaman
- Celana dalam adalah bagian dari kelengkapan berpakaian yang juga bisa melindungi area tubuh yang sensitif. Selain faktor kesehatan, kenyamanan juga menjadi pertimbangan dalam memilih celana dalam.
Setiap orang tentunya memiliki kenyamanan yang berbeda-beda dalam menilai pemakaian celana dalam. Ada yang menyukai pemakaian celana dalam yang ketat, ada juga yang menyukai celana dalam longgar walaupun itu berarti dipakai sampai melar.
Sebetulnya, celana dalam longgar memiliki berbagai manfaat bagi kesehatan. Hanya saja kalau dipakai sampai melar, secara estetika terkadang agak mengganggu. Tetapi mungkin tidak terlalu jadi masalah, karena posisinya selalu tersembunyi.
Celana dalam yang sudah melar terkadang terasa lebih nyaman karena beberapa alasan sebagai berikut:
1. Pada pria, meningkatkan produksi sperma
Dikutip dari NDTV Health, sebuah penelitian menyebut pria yang mengenakan celana dalam lebih longgar memproduksi jumlah sperma yang lebih banyak ketimbang pria yang menggunakan celana dalam ketat.
Penelitian yang dilakukan oleh para ilmuwan di sekolah kesehatan Harvard T H Chan School of Public Health ini menyatakan dari total 656 pria, pria yang memakai celana dalam longgar memiliki jumlah sperma 25 persen lebih banyak dan mengeluarkan sperma 17 persen lebih banyak saat ejakulasi.
2. Bebas blister di pinggang
Celana dalam yang terlalu ketat seringkali menimbulkan efek yang tidak nyaman, misalnya blister di area pinggang. Menurut Alyssa Dweck, MD, ob-gyn di Westchester County, New York, mengenakan celana dalam ketat juga dapat menimbulkan gesekan atau ketidaknyamanan di area selangkangan. Akibatnya, menimbulkan efek iritasi.
3. Tak khawatir hilang
Mungkin terdengar konyol. Kamu akan bertanya-tanya, "memangnya ada seorang yang mau mencuri celana dalam?"
Kenyataannya memang demikian. Dalam beberapa kasus, celana dalam raib dicuri dan pelakunya dikaitkan dengan fetishistic disorder. Pengidap gangguan ini tak segan mencuri berbagai benda yang disukainya, termasuk celana dalam orang lain, untuk mendapatkan kepuasan seksual.
https://cinemamovie28.com/take-down/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar