Minggu, 12 Juli 2020

Banyak Orang Pakai Masker Cuma di Dagu, Mungkin Ini Penyebabnya

Di tengah munculnya klaim virus Corona COVID-19 menular lewat udara alias airborne, pemerintah mengingatkan lagi soal pentingnya menggunakan masker dengan benar. Banyak yang memakainya asal-asalan dengan alasan merasa tidak nyaman.
Juru bicara pemerintah untuk penanganan virus Corona COVID-19, Achmad Yurianto, menyinggung hal itu dalam siaran pers di BNPB, Sabtu (11/7/2020). Menurutnya, penggunaan masker yang terlalu tebal menjadi salah satu penyebab rasa tidak nyaman.

"Banyak sekali yang menggunakan masker yang didesain terlalu tebal sehingga akhirnya tidak nyaman untuk bernapas atau menggunakan bahan elastis yang terlalu menekan hidung ini pun tidak nyaman digunakan sehingga seringkali penggunananya menurunkan maskernya hanya menutup mulut dengan alasan tidak bisa bernapas," sebutnya.

Karenanya, ia menyarankan untuk memilih desain masker yang tepat agar bisa melindungi hidung dan mulut dengan tetap memberikan rasa nyaman. Banyak penularan terjadi, menurut Yuri karena masker tidak dipakai dengan benar dengan alasan bikin susah bernapas.

Menyinggung face shield yang belakangan lebih populer dibading masker, Yuri menyiratkan bahwa masker tidak tergantikan oleh face shield. Face shield bisa untuk melengkapi, tetapi tidak untuk menggantikan masker.

"Ibarat pakai payung yang bisa melindungi dari tetesan air yang dari atas tapi tidak melindungi yang dari samping," katanya.

"Tetap gunakan masker sebagai pengaman. ibaratnya menggunakan jas hujan yang penuh," tesan Yuri.

Pneumonia Misterius di Kazakhstan, COVID-19 yang Tak Terdeteksi?

China mengingatkan warganya di Kazakhstan soal ancaman pneumonia misterius di negara tersebut. Organisasi kesehatan dunia WHO menyebut, penyakit yang dimaksud kemungkinan adalah COVID-19 yang tidak terdeteksi.
Lebih dari 1.700 orang di Kazakhstan meninggal karena pneumonia yang tidak teridentifikasi baru-baru ini, termasuk di antaranya warga China. Disebutkan, tingkat kematiannya lebih tinggi dibanding virus Corona COVID-19.

Otoritas Kazakhstan membantah adanya wabah. Istilah pneumonia yang tak terspesifikasi, menurut pejabat di Kazakhstan digunakan untuk kasus COVID-19 yang terdiagnosis hanya berdasarkan gejala dan bukan dengan tes laboratorium.

Dalam keterangan persnya, WHO melalui direktur eksekutif program kedaruratan kesehatan Michael Ryan menyebut wabah pneumonia yang dimaksud ada dalam pantauan. WHO bekerja sama dengan Kazakhstan tengah menginvestigasi hal itu.

Dugaan keterkaitan dengan COVID-19 diperkuat dengan lonjakan tinggi pada kasus COVID-19 belakangan ini. Lebih dari 10.000 kasus terdiagnosis pekan ini.

WHO tengah memeriksa kualitas tes yang dilakukan dan beberapa dari pneumonia misterius adalah karena false negative pada hasil tes Corona.

"Kurva ke atas COVID-19 di negara itu menunjukkan bahwa kasus tersebut adalah faktanya kasus COVID-19 yang tidak terdiagnosis," kata Ryan, dikutip dari Livescience, Minggu (12/7/2020).
https://indomovie28.net/star/kal-penn/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar