Wolipop: Seperti apa culture atau budaya kerja di Wardah sehingga perusahaan ini kini menjadi sukses?
Nurhayati Subakat: Sebenarnya culturenya sudah terbentuk sejak awal. Diteruskan oleh generasi kedua ketiga diteruskan. Saat karyawan sudah tambah banyak kita membuat agent of changes agar culture ini tetap terjaga. Culture kami: ketuhanan, keteladanan, kekeluargaan, tanggungjawab, fokus pada pelanggan, dan inovasi.
Salman Subakat: Yang paling penting keteladanan. Dan juga customer focus. Dengan customer yang semakin demanding, kita harus mempertahankan apa yang sudah kita kuat dan memperbaiki apa yang perlu kita tingkatkan lagi.
Nurhayati Subakat: Dalam keteladanan, saya sebagai CEO dan BOD lain selalu bekerja dengan disiplin, kerja keras, mengutamakan kejujuran. Dan bagaimana kami bisa memberikan keteladanan itu ke bawah.
Wolipop: Dalam berbagai kesempatan ibu sering bilang salah satu kunci sukses Wardah adalah pertolongan Allah SWT, kenapa demikian?
Nurhayati Subakat: Memang banyak orang bertanya bagaimana Wardah bisa melejit. Saya selalu bilang selain karena formula 4P (Product, Pricing, Positioning, Promotion) juga ada 1P yaitu pertolongan dari Allah SWT. Karena pada 2009 kita melakukan re-branding Wardah, pada tahun itu juga hijabers booming. Momennya pas, kita pun melejit.
Sekarang ini pun kita bersaing dengan perusahaan multinasional lain. Tapi kita tahun ini bisa menang satu kategori dengan multinasional lain yaitu kategori pelembab wajah. Itu karena orang-orang secara ikhlas mempromosikan Wardah di seminar - seminar, pengajian - pengajian. Secara spontan mereka menyebut nama Wardah.
Wolipop: Wardah sudah 33 tahun berdiri dengan banyak pencapaian sukses. Apalagi yang ingin dicapai ke depannya?
Nurhayati Subakat: Obsesi dalam hidup saya ingin Wardah menjadi global brand. Masuk sebagai 10 besar brand kosmetik di dunia. Sekarang semua langkah yang kami lakukan menuju ke sana.
Salman Subakat: Paragon itu juga selalu concern dalam hal pendidikan. Ibu misalnya dengan berbagai beasiswa yang diberikan ke kampus dan organisasi. Saya melalui program bantu guru belajar lagi. Kenapa pendidikan karena masalah pendidikan di Indonesia itu luas.
Kami juga mendorong wanita menjadi entrepreneur. Semangat entrepreneurship didorong banget di sini dengan belajar makeup kemudian menjadi makeup artist. We actualy the biggest makeup school di Indonesia.
Wolipop: Sejak awal berdiri Wardah menggandeng desainer fashion khususnya busana muslim. Hingga sekarang sudah sukses pun Wardah terus berkolaborasi dengan para desainer fashion. Ada alasan khusus kenapa berkolaborasi dengan desainer?
Salman Subakat: Dulu industri kosmetik nggak besar, baru dua pemain lokal. Di global pun bukan industri yang sebesar makanan. Mau nggak mau kita ciptain sendiri brand image kita. Kita pilih fashion karena fashion dan makeup nggak bisa dipisah-pisahkan. Kita melihat orang-orang fashion sebagai sumber kreativitas. Dan ketika orang ganti-ganti baju, makeupnya juga ganti. Akhirnya keterusan sampai sekarang, jadi passion kita, terutama untuk busana modest. Impactnya memang tidak langsung, untuk brand image.
Pemerintah juga meminta kita untuk bantu industri fashion. Sekarang ini orang bilang proporsi kita di fashion sudah berlebihan. Tapi kita memang ingin membantu. Jadi sesuatu yang membanggakan ketika hijab booming, ikonnya orang Indonesia. Kita ingin menjaga mereka tetap di sana. Dian Pelangi misalnya dikenal di dunia internasional sebagai ikon dari Indonesia.
Wolipop: Apakah ibu dan bapak ada tips untuk orang-orang yang baru saja membangun bisnis?
Nurhayati Subakat: Tipsnya kerja keras, pantang menyerah dan sabar. Sekarang ini banyak orang nggak sabar, pengin cepet-cepet gede.
Salman Subakat: Start small, think big, move fast.
https://indomovie28.com/cast/danilo-di-julio/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar