Selasa, 14 Juli 2020

Vivo iQOO Pamer Teknologi Pengisian Super Cepat 120W

 Vendor ponsel masih berlomba-lomba menjadi yang pertama untuk meluncurkan teknologi pengisian cepat di atas 100W. iQOO yang merupakan sub-brand gaming Vivo, baru-baru ini menunjukkan performa pengisian cepat 120W.
Dikutip detikINET dari GSM Arena, Selasa (14/7/2020) lewat konferensi pers yang ditayangkan di Weibo, iQOO secara resmi memamerkan Super FlashCharge 120W di hadapan publik. Teknologi ini diperkirakan akan meluncur secara resmi di ponsel terbaru iQOO pada bulan depan.

Menurut petinggi iQOO yang berbicara di atas panggung, teknologi ini bisa mengisi baterai 4.000 mAh hingga penuh dalam waktu 15 menit. Durasi ini dua kali lebih cepat dibanding pengisian cepat 65W yang saat ini ditawarkan Oppo Find X2 Pro.

Presentasi ini juga dilakukan dengan gimmick yang unik. Konferensi pers dimulai dengan mengisi ulang unit demo dari 0%, yang langsung penuh begitu acara selesai dalam 15 menit.

Petinggi iQOO menjelaskan bagaimana cara kerja teknologi ini. Sel baterai dideretkan dalam barisan spesifik yang baru. Berkat desain baru ini, baterai 4.000 mAh bisa diisi ulang hingga 50% dalam lima menit.

Arus listriknya dikonversi dari 20V di 6A menjadi 10V di 12A, yang kemudian dibagi ke dua sirkuit yang masing-masing memuat 5V di 12A yang digunakan untuk mengisi dua sel 2.000 mAh.

Solusi baru ini mengharuskan ponsel untuk menggunakan lapisan grafit tambahan dan sistem pendingin internal untuk menjaga temperaturnya tetap dingin dan melindungi motherboard.

iQOO tidak mengungkap detail lebih lanjut tentang ponsel baru ini yang dijadwalkan meluncur bulan Agustus mendatang. Tapi mengingat iQOO merupakan sub-brand khusus gaming, tentunya ponsel ini akan ditujukan untuk komunitas gaming.

Demonstrasi teknologi pengisian cepat iQOO menyusul pengumuman Oppo yang sedang menyiapkan teknologi fast charging 125W. Tapi pengumuman Oppo hanya berisi video teaser bukan dalam bentuk demonstrasi langsung.

Berisiko Tularkan Corona, Pemerintah Ingatkan Jangan Ngobrol di Angkutan Umum!

Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 mengikuti panduan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yang menyebut virus corona COVID-19 memiliki potensi menyebar luas lewat udara alias airborne. Hal ini terutama berlaku di ruangan tertutup yang ramai oleh orang-orang.
Anggota tim komunikasi gugus tugas, dr Reisa Broto Asmoro, menjelaskan bahwa informasi yang berkaitan dengan COVID-19 ini bisa berubah karena terus menyesuaikan perkembangan temuan terbaru.

"Pengetahuan kita tentang penyakit yang masih sangat baru ini akan terus selalu berubah, berkembang, sesuai penemuan dan penelitian terbaru oleh para ilmuwan. Perkembangan pengetahuan tentang SARS-COV-2 penyebab COVID-19 begitu cepat," kata dr Reisa dalam konferensi pers yang disiarkan BNPB, Selasa (14/7/2020).

Diakuinya potensi mode penularan Corona lewat udara ini berdampak terhadap penambahan protokol kesehatan yang perlu diikuti. Juru bicara pemerintah untuk penanganan COVID-19, Achmad Yurianto, menjelaskan ruangan harus memiliki ventilasi udara yang baik, buka jendela, selalu pakai masker di dalam ruangan, hingga jangan berbicara di angkutan umum.

"Kami mengingatkan kembali gunakan masker. Pada saat berada di alat transportasi massal, public transport, upayakan Anda memakai masker, menjaga jarak, dan tidak berbicara, tidak makan, tidak minum di dalam kendaraan umum atau di dalam kereta," kata pria yang akrab disapa Yuri ini.

WHO menyebut bahwa mikrodroplet (percikan liur berukuran kecil) dapat keluar dari mulut saat seseorang berbicara, batuk, bersin, atau bernyanyi. Mikrodroplet ini bisa bertahan lama dan menyebar di udara sehingga berpotensi menyebarkan virus ketika dihirup oleh orang lain.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar