Jumat, 12 Maret 2021

Hacker Rusia dan China Diduga Curi Data Vaksin Eropa

  Hacker Rusia dan China diduga melakukan serangan cyber terhadap European Medicines Agency (EMA) pada Desember 2020. Serangan ini bertujuan mencuri dokumen untuk vaksin COVID-19 dan perawatan pasien yang sedang berjalan.

Laporan ini disampaikan Reuters yang mengutip sumber surat kabar Belanda De Volkskrant. Dalam laporannya, surat kabar tersebut mengklaim bahwa para penyusup asal Rusia memiliki akses selama lebih dari sebulan. Mereka mengincar pembelian vaksin Pfizer atau BioNTech.


Sedangkan peretas asal China dilaporkan melakukan serangan pada paruh pertama 2020 dan selama tahap awal pandemi, sedangkan Rusia menyusul di sekitar akhir tahun tersebut.


EMA mengungkapkan adanya pelanggaran akses pada bulan Desember, tetapi tidak menyebutkan pelakunya atau memberikan motif spesifik. Lembaga tersebut menegaskan kembali bahwa penyelidikan kriminal saat ini sedang berlangsung. Namun EMA menolak berkomentar tentang siapa yang terlibat dalam peretasan tersebut.


Sementara itu, Rusia dan China secara historis membantah adanya upaya kampanye peretasan apa pun terlepas dari adanya bukti-bukti. Sementara itu, sebenarnya tidak mengherankan jika Rusia dan China terlibat. Keduanya punya sejarah panjang berkaitan dengan peretasan yang disponsori negara.


Kalaupun benar, meski motivasi pasti mereka tidak jelas, sejumlah pengamat menduga mereka mungkin saja menggunakan data EMA untuk menargetkan negara-negara yang sangat membutuhkan pasokan vaksin tambahan.

https://movieon28.com/movies/level-up/


Akun iCloud Terkunci Karena Nama Belakang, Kok Bisa?


Seorang wanita bernama Rachel True mengeluhkan tak bisa mengakses akun iCloud miliknya selama enam bulan ke belakang, yang tampaknya terjadi karena nama belakangnya. Begini penjelasannya.

Kejadian ini diceritakan True lewat akun Twitter-nya, yang menyebut akun iCloud-nya tak bisa diakses, dan tampaknya pihak Apple pun selama enam bulan ke belakang tak bisa menyelesaikan masalah ini.


"Ini sepertinya adalah masalah coding Apple -- bukan (masalah) hardware," tulis True di akun @RachelTrue.


Dalam postingan tersebut True pun memposting gambar screenshot yang menunjukkan pesan masalah yang muncul saat ia mencoba mengakses akun iCloud-nya, yang tertulis, "Type error: cannot set value `true` to property `lastName`".

Sepertinya, masalah ini terjadi karena sistem backend Apple mengenali nama belakang 'True' sebagai bagian dari kode, seperti 'true' dan 'false'. Hal inilah yang (mungkin) menyebabkan akun iCloud-nya tak bisa diakses selama berbulan-bulan.


True pun melanjutkan keluhannya, karena selama enam bulan ke belakang ia tak berhasil mendapat solusi dari Apple. Baru setelah ia memposting masalah ini lewat akun Twitter-nya lah ia mendapat harapan untuk menyelesaikan masalahnya itu.


Harapan itu berasal dari Arun Gupta, yang mengaku sebagai bagian dari tim pengembang iCloud, yang meminta True untuk mengirimkan DM alias pesan privat agar bisa menyelesaikan masalah ini.


Ia pun berterima kasih pada netizen yang membalas kicauannya itu, dan mengamplifikasi masalah yang terjadi pada akun iCloud-nya.

https://movieon28.com/movies/the-giver/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar