Pemerintah mengungkap temuan dua kasus varian baru Corona B117 di Karawang. Berdasarkan keterangan, kedua pasien merupakan pekerja migran indonesia (PMI) yang datang dari Arab Saudi beberapa waktu lalu.
Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Kementerian Kesehatan dr Siti Nadia Tarmizi mengungkap kondisi terkini dua pasien yang terinfeksi virus Corona varian baru B117.
"Gejala sama dengan infeksi virus COVID biasa. Kondisi sudah sehat, sudah kembali bersama keluarga," kata dr Nadia kepada detikcom, Kamis (4/3/2021).
Menurut dr Nadia, kedua kasus tersebut ditemukan saaat surveilens genom sequensing pada pelaku perjalanan. "Jadi dari orang yang datang dari Arab," sebutnya.
Saat ini pihaknya masih melakukan proses tracing ke sejumlah orang yang pernah kontak dekat dengan pasien. Juru bicara Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Karawang dr Fitra Hergyana menyebut total sudah ada 15 orang yang ditracing terkait temuan kasus Corona B117.
Dari 2 kasus yang ditemukan, Fitra menyebut hanya ada satu yang mengeluhkan gejala yakni Ny M. Namun disebutkan, gejala yang dikeluhkan masih dikategorikan ringan.
"Sudah negatif dan sebenarnya baik-baik saja, sebelumnya yang satu kan memang sempat ada demam dan batuk Mbak tapi sudah pulih," kata Fitra, Rabu (3/3/2021).
https://nonton08.com/movies/212-the-power-of-love/
Terbawa Emosi Gara-gara Corona B117 Masuk RI? Ini Saran Dokter Jiwa
Masuknya varian Corona B117 di tengah vaksinasi COVID-19 memicu rasa cemas dan emosi. Ada yang khawatir Corona B117 bisa memicu lonjakan di tengah kasus COVID-19 yang belum teratasi, hingga rasa cemas vaksin tak akan efektif lagi.
Meski begitu, Ketua Tim Uji Klinis Vaksin COVID-19 Prof Kusnandi Rusmil meyakini vaksin Sinovac akan tetap efektif melawan varian baru Corona B117.
"Saya lagi teliti, kita meneliti di Indonesia, Brasil, Uni Emirat Arab, Turki melihat efektivitasnya. Tapi kalau setahun, harapan saya masih efektif, jadi memang tidak berhenti-hentinya meneliti," kata Kusnandi.
Jika rasa cemas masih terus muncul dan kerap berakhir emosi berlebihan, pakar kesehatan jiwa dr Lahargo Kembaren dari SpKJ dari RS Siloam Bogor menyebut ada beberapa hal yang bisa dilakukan. Apa saja?
1. Pola hidup sehat
Menjaga pola hidup sehat bisa mengatasi rasa cemas dan khawatir yang berlebihan. Pastikan selalu mengonsumsi makanan bergizi, istirahat yang cukup, hingga rutin berolahraga.
2. Memperbanyak komunikasi dengan lingkungan terdekat
"Merasakan cemas, sedih, stres, bingung, takut dan marah adalah perasaan yang Normal saat menghadapi krisis. Berbicara dengan orang yang dapat dipercaya seperti keluarga dan teman akan membantu meredakan perasaan tersebut," jelas dr Lahargo.
3. Stop merokok dan minum alkohol!
Tak hanya buruk bagi kesehatan fisik, rasa cemas juga sulit diatasi jika dua kebiasaan ini masih sering dilakukan. Ada baiknya segera berhenti merokok, minum alkohol, hingga menjauhi narkoba demi jiwa yang lebih sehat.
4. Pilah informasi
Informasi semakin mudah didapat saat ini, dr Lahargo berpesan kita harus pintar memilah dan memilih mana informasi yang akurat dan melakukan pencegahan sesuai pedoman yang dianjurkan.
5. Teknik manajemen stres
dr Lahargo menganjurkan untuk mengatasi rasa emosi di masa-masa sebelumnya agar kita bisa lebih baik menghadapi rasa tak nyaman di kemudian hari. Ada beragam cara atau teknik yang bisa dilakukan seperti:
- Ambil napas dalam
- Relaksasi otot progresif
- Teknik grounding
"Relaksasi, santai, isi waktu luang dengan kegiatan positif, seimbangkan aktivitas digital dengan aktivitas non digital," tutupnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar