Semua toko Apple di Amerika Serikat kembali dibuka setelah hampir setahun ditutup karena pandemi virus Corona. Apple pertama kali menutup tokonya di luar China pada 13 Maret 2020.
Apple memiliki 270 toko di AS yang mulai dibuka pada 1 Maret 2021. Apple Store di negara bagian Texas yang mencakup wilayah Houston, Dallas dan San Antonio termasuk toko yang paling terakhir dibuka.
Tidak semua toko dibuka ke kapasitas semula, ada yang menerima belanja langsung di toko dan ada yang hanya menerima pengambilan pesanan online lewat etalase toko Express, seperti dikutip dari 9to5Mac, Rabu (3/3/2021).
Selama 12 bulan terakhir, Apple Store telah beberapa kali dibuka dan ditutup karena kasus COVID-19 yang melonjak di AS. Toko Apple juga beberapa kali harus ditutup karena isu sosial dan politik di AS, seperti saat protes kematian George Floyd dan Pilpres AS 2020.
Meski Apple sudah percaya diri membuka kembali tokonya, bukan berarti kasus COVID-19 di AS mulai menurun. Produsen iPhone ini tetap menerapkan protokol kesehatan, termasuk mengurangi kapasitas pengunjung dan mewajibkan penggunaan masker.
Apple juga terus mengevaluasi kondisi COVID-19 di tempatnya beroperasi, jadi ada kemungkinan mereka akan menutup sementara beberapa toko atau kembali ke mode Express di masa depan.
Apple memang termasuk salah satu perusahaan yang bertindak cepat saat kondisi berubah. Pada Desember 2020, mereka menutup semua toko di California, AS dan London, Inggris setelah terjadi kenaikan kasus pasca libur Natal.
Saat ini di luar AS hanya ada belasan toko Apple yang masih tutup di Prancis dan Brasil. Sedangkan Apple Store di Meksiko mulai dibuka pada 2 Maret.
https://maymovie98.com/movies/underwater/
Telkom Dukung Akselerasi Digitalisasi Kawasan Industri Terpadu Batang
Direktur Enterprise & Business Service PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk Edi Witjara bersama Direktur Utama PT Kawasan Industri Terpadu Batang Galih Saksono melakukan penandatanganan Nota Kesepahaman di Telkom Landmark Tower, Jakarta. Adapun penandatangan nota kesepahaman ini menyangkut Pemanfaatan Sumber Daya Perusahaan Masing-Masing Pihak.
Penandatangan nota kesepahaman antara kedua belah pihak dilakukan guna mendukung program pemerintah. Yaitu untuk pembangunan infrastruktur Grand Batang City yang berada di bawah pengelolaan PT Kawasan Industri Terpadu Batang (PT KITB) dengan konsep smart dan sustainable industrial estate.
Direktur Enterprise & Business Service Telkom Edi Witjara menyampaikan, melalui nota kesepahaman ini, kedua belah pihak akan bersinergi meliputi beberapa aspek. Di antaranya pembangunan infrastruktur (network, internet, dan connectivity), penyediaan layanan infrastruktur data center dan cloud, penyediaan layanan manage service, penyediaan command center, rencana kerja sama dalam rangka solusi digitalisasi Grand Batang City menuju pengelolaan smart industrial estate, serta kerja sama lainnya yang dipandang perlu secara sinergis oleh kedua belah pihak.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar