Minggu, 16 Mei 2021

Aplikasi PlayStation Capai 100 Juta Unduhan di Play Store

 Konsol terbaru Sony yakni PlayStation 5 masih menjadi konsol yang sulit didapat alias langka. Namun demikian data terbaru menunjukkan bahwa aplikasi PlayStation telah mencapai 100 juta kali unduhan di Google Play Store.

Pencapaian tersebut menjadi torehan sejarah bagi Sony karena aplikasinya hanya mendukung konsol PS4 dan PS5. Jadi, mengingat PS5 belum banyak penggunanya sebagian besar unduhan kemungkinan besar berasal dari pengguna PS4.


Sony mulai secara konsisten menawarkan potongan harga yang besar pada game PS4 setelah diluncurkannya PS5 hal ini tentu untuk menarik lebih banyak pengguna.


Diketahui aplikasi PlayStation untuk Android memberi pengguna akses mudah ke toko Sony PlayStation tempat game yang dapat dibeli. Jadi pengguna tak perlu masuk ke toko melalui konsol cukup dengan smartphone.


Aplikasi PlayStation ini dinilai sangat penting bagi gamer Sony PlaySation namun pernah ada kasus di mana Sony mendesain ulang terbaru aplikasi tersebut dan mendapat kecaman dari penggemarnya. Hasilnya Sony terpaksa memperkenalkan kembali fitur daftar wishlist yang lama.


Dilansir detiKINET dari Gizmochina, Rabu (28/4/2021) aplikasi PlayStation ini tersedia gratis di Play Store. Adapun juga versi iOS untuk pengguna iPhone.


Meskipun versi iOS memiliki peringkat yang lebih tinggi daripada versi Android, namun tidak ada informasi tentang total unduhan aplikasi PlayStation di iOS.


Instagram Uji Coba Private Stories dan Fitur Baru Live Video


 Instagram kembali mempersiapkan fitur baru guna memanjakan penggunanya. Selain fitur baru pada live video, akan ada private stories.

Berdasarkan bocoran dari InstaLeaks, media sosial berbagi foto dan video ini akan meluncurkan kemampuan picture-in-picture (PIP) pada live video. Kemampuan tersebut memungkinkan pengguna tetap bisa menonton live video di Instagram sembari melihat Feed secara bersamaan.


Selama ini live video ditampilkan dalam ukuran layar penuh. Begitu ingin mengakses Feed, pengguna harus menutup sesi tersebut.


Nah nantinya live video bisa ditampilkan dalam ukuran jendela kecil dan diletakkan di sudut layar. Sehingga tidak memugkinkan pengguna tetap menonton sesi live video sembari mengupdate Feed-nya.


Bocoran kedua adalah private stories. Belum ada informasi soal ini, tapi pengamat media sosial Alessandro Paluzzi di akun Twitternya menduga kalau fitur tersebut memungkinkan pengguna membagi stories mereka hanya ke follower atau mutual saja.

Saat ini Instagram menyediakan opsi Close Friends yang memungkinkan pengguna membagikan stories-nya ke teman-teman yang dianggapnya dekat. Sehingga stories tersebut tidak dapat diakses oleh orang lain meski mereka adalah follower.


Sejuah ini Facebook sebagai pemilik WhatsApp belum menanggapi kedua bocoran ini. Semoga saja kemunculan kedua fitur baru ini tidak begitu lama ya detikers.

https://tendabiru21.net/movies/the-tent/


Virus Corona Purba Serbu Asia Timur 25 Ribu Tahun Lalu


Studi terbaru mengungkapkan, virus Corona purba pernah menyerang wilayah Asia Timur sekitar 25.000 tahun lalu dan selama ribuan tahun setelahnya.

Pandemi COVID-19 yang telah menewaskan lebih dari 3 juta jiwa, memperlihatkan betapa rentan kita terhadap virus baru. Tapi meski ancaman ini tampak baru, nyatanya manusia telah memerangi virus berbahaya ini sejak lama.


"Selalu ada virus yang menginfeksi populasi manusia. Virus benar-benar salah satu pendorong utama seleksi alam dalam genom manusia," kata penulis studi David Enard, asisten profesor ekologi dan evolusi di University of Arizona, dikutip dari Live Science, Kamis (29/4/2021).


Hal itu karena gen yang meningkatkan peluang orang untuk bertahan hidup dari patogen, lebih mungkin diwariskan ke generasi baru. Dengan menggunakan alat modern, para peneliti dapat mendeteksi sidik jari patogen purba ini dalam DNA manusia yang hidup saat ini.


"Informasi ini berguna dalam memberikan wawasan untuk membantu memprediksi pandemi di masa depan. Hampir selalu benar bahwa hal-hal yang terjadi di masa lalu mungkin terjadi lagi di masa mendatang," kata Enard.


Menggunakan informasi yang tersedia di database publik, Enard dan timnya menganalisis genom 2.504 orang di 26 populasi manusia yang berbeda di seluruh dunia. Temuan ini telah dimasukkan ke database pracetak repositori ilmu biologi bioRxiv pada 13 Januari, dan studi sedang dalam proses ditinjau untuk publikasi dalam jurnal ilmiah.


Ketika virus Corona menyelinap ke dalam sel manusia, mereka membajak mesin sel untuk bereplikasi. Artinya, keberhasilan virus bergantung pada interaksinya dengan ratusan protein manusia yang berbeda.


Para peneliti memperbesar sekumpulan 420 protein manusia yang diketahui berinteraksi dengan virus Corona. Sebanyak 332 di antaranya berinteraksi dengan SARS-CoV-2, virus yang menyebabkan COVID-19. Sebagian besar protein ini membantu virus untuk mereplikasi di dalam sel, tetapi beberapa ada yang membantu sel melawan virus.

https://tendabiru21.net/movies/the-french-woman/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar