Momen mudik Lebaran adalah saatnya bernostalgia dengan hidangan lezat di kampung halaman. Jika traveler pulang kampung ke Semarang, inilah aneka kuliner lezat yang bisa dinikmati.
Saat mudik Lebaran, traveler pasti tidak akan melewatkan kelezatan aneka hidangan khas dari kampung halamannya. Terlebih bagi traveler yang mudik ke Semarang, Jawa Tengah yang memiliki beragam kuliner lezat dan menggugah selera.
Mulai dari bakmi Jawa sampai restoran keluarga bisa ditemui di Semarang. Berikut rekomendasi kuliner lezat yang bisa ditemui saat mudik ke Semarang.
1. Toko Oen
Ini merupakan Toko Oen otentik yang ada masih bisa ditemukan hingga saat ini dengan sajian perpaduan unsur Belanda, China dan masakan Indonesia yang sangat nikmat. Jika tidak ingin makanan berat, tersedia juga beraneka kue khas Belanda seperti Ontbijtkoek dan beraneka es krim nikmat.
2. Bakmi Jawa Pak Gareng
Bakmi ini merupakan favorit sebagian besar wisatawan yang berkunjung ke Semarang. Tersedia beraneka macam varian bakmi Jawa, mulai dari bakmi goreng, bakmi rebus sampai bakmi nyemek bisa traveller nikmati. Beberapa pejabat dan artis saat singgah di Semarang juga pernah mampir ke tempat ini lho.
3. Kampung Kopi Banaran
Terletak di area perkebunan kopi milik PTPN IX, kampung kopi Banaran tidak hanya menyajikan kopi berkualitas, namun juga aneka hidangan yang lezat. Di sini juga tersedia aneka permainan menarik, dan traveler juga bisa berkeliling area perkebunan kopi dengan mobil shuttle yang tersedia.
4. Cimory On The Valley Restaurant
Merupakan cabang restoran dari Cimory yang ketiga, setelah dua restoran sebelumnya yang berada di kawasan Jawa Barat. Restoran dengan konsep open space ini menyajikan beraneka hidangan lezat. Sebelum bersantap, traveler juga bisa bermain terlebih dahulu di Dairyfarm bersama aneka hewan imut, dan ada juga aneka spot foto menarik di tempat ini.
5. Pusat Kuliner Simpang Lima
Terletak di pusat Kota Semarang, dengan sajian masakan yang berasal dari berbagai penjuru Indonesia. Makanan khas Semarang seperti tahu petis dan tahu gimbal pun juga bisa ditemui di sini. Soal harga, jangan kuatir akan dipatok mahal, sebab setiap tenant sudah memiliki daftar menu lengkap dengan harga yang relatif terjangkau.
Buntut Panjang dari Kapal Pesiar Tabrak Dermaga di Venesia
Baru-baru ini, kapal pesiar menabrak dermaga di Venesia. Hal itu menjadi polemik, apakah sebaiknya kapal pesiar dilarang di sana?
Dilansir dari BBC, Selasa (4/6/2019) Kapal Pesiar MSC Opera lepas kendali di dermaga Giudecca, San Basilio, Venesia. 4 Orang terluka dan dilarikan ke rumah sakit.
Hingga kini, investigasi mengapa kapal tersebut sampai lepas kendali masih diselidiki. Pihak Kapal Pesiar MSC Opera menyebut, tali dari kapal kecil untuk memarkirkan kapal pesiarnya terputus dan adanya arus yang kuat. Sehingga kapal pesiarnya lepas kendali dan menghantam dermaga.
Bagi dua kubu di pemerintahan Italia, hal tersebut menjadi polemik. Bagi kubu Lega Nord yang diwakili Wakil Perdana Menteri Italia Matteo Salvini, mengatakan bahwa kapal pesiar sudah seharusnya dilarang di Venesia.
Sebabnya, Venesia sudah terlalu padat turis sehingga tidak perlu ada kapal pesiar lagi. Selain itu, gelombang tinggi yang dihasilkan dari pergerakan kapal pesiar dinilai bisa membuat banjir di kawasan pesisir.
"Kami sudah dari dulu meminta untuk memindahkan dermaga kapal pesiar di Porto Marghera bukan di San Basilio," katanya.
Sedangkan bagi kubu Movimento 5 Stelle diwakili Menteri Infrastruktur Danilo Toninelli, menolaknya. Sebab, kawasan Porto Marghera merupakan dermaga kapal-kapal tanker.
"Kami tidak mau kapal pesiar dan kapal tanker berada dalam satu jalur yang sama," ujarnya.
Sementara itu, Menteri Lingkungan Hidup Sergio Costa mengatakan, kapal pesiar yang menabrak dermaga di Venesia sudah diprediksi jauh-jauh hari. Tentu, itu bisa merusak citra pariwisata Venesia dan membuat turis tidak aman.
Walikota Venesia Luigi Brugnaro, meminta pemerintah Italia mengambil tindakan tegas terkait dermaga kapal pesiar yang lebih memadai. Agar masalah kapal pesiar menabrak dermaga tidak terjadi lagi.
Otoritas pelabuhan Venesia sendiri pun sudah meminta tindakan untuk menyelesaikan masalah lalu lintas kapal pesiar yang tinggi. Pemerintah Italia sebelumnya di tahun 2013, telah membuat aturan berupa kapal yang berbobot lebih dari 96 ribu ton dilarang berlabuh di dermaga Giudecca. Tapi kemudian, aturan itu dihapus.
Tahun 2017, pemerintah Italia sudah merencanakan untuk membuat dermaga baru bagi kapal pesiar di Venesia. Hanya saja, jika memang ada tempatnya butuh waktu bertahun-tahun untuk pembangunannya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar