Baru-baru ini, kapal pesiar menabrak dermaga di Venesia. Hal itu menjadi polemik, apakah sebaiknya kapal pesiar dilarang di sana?
Dilansir dari BBC, Selasa (4/6/2019) Kapal Pesiar MSC Opera lepas kendali di dermaga Giudecca, San Basilio, Venesia. 4 Orang terluka dan dilarikan ke rumah sakit.
Hingga kini, investigasi mengapa kapal tersebut sampai lepas kendali masih diselidiki. Pihak Kapal Pesiar MSC Opera menyebut, tali dari kapal kecil untuk memarkirkan kapal pesiarnya terputus dan adanya arus yang kuat. Sehingga kapal pesiarnya lepas kendali dan menghantam dermaga.
Bagi dua kubu di pemerintahan Italia, hal tersebut menjadi polemik. Bagi kubu Lega Nord yang diwakili Wakil Perdana Menteri Italia Matteo Salvini, mengatakan bahwa kapal pesiar sudah seharusnya dilarang di Venesia.
Sebabnya, Venesia sudah terlalu padat turis sehingga tidak perlu ada kapal pesiar lagi. Selain itu, gelombang tinggi yang dihasilkan dari pergerakan kapal pesiar dinilai bisa membuat banjir di kawasan pesisir.
"Kami sudah dari dulu meminta untuk memindahkan dermaga kapal pesiar di Porto Marghera bukan di San Basilio," katanya.
Sedangkan bagi kubu Movimento 5 Stelle diwakili Menteri Infrastruktur Danilo Toninelli, menolaknya. Sebab, kawasan Porto Marghera merupakan dermaga kapal-kapal tanker.
"Kami tidak mau kapal pesiar dan kapal tanker berada dalam satu jalur yang sama," ujarnya.
Sementara itu, Menteri Lingkungan Hidup Sergio Costa mengatakan, kapal pesiar yang menabrak dermaga di Venesia sudah diprediksi jauh-jauh hari. Tentu, itu bisa merusak citra pariwisata Venesia dan membuat turis tidak aman.
Walikota Venesia Luigi Brugnaro, meminta pemerintah Italia mengambil tindakan tegas terkait dermaga kapal pesiar yang lebih memadai. Agar masalah kapal pesiar menabrak dermaga tidak terjadi lagi.
Otoritas pelabuhan Venesia sendiri pun sudah meminta tindakan untuk menyelesaikan masalah lalu lintas kapal pesiar yang tinggi. Pemerintah Italia sebelumnya di tahun 2013, telah membuat aturan berupa kapal yang berbobot lebih dari 96 ribu ton dilarang berlabuh di dermaga Giudecca. Tapi kemudian, aturan itu dihapus.
Tahun 2017, pemerintah Italia sudah merencanakan untuk membuat dermaga baru bagi kapal pesiar di Venesia. Hanya saja, jika memang ada tempatnya butuh waktu bertahun-tahun untuk pembangunannya.
Fans Liverpool Hilang di Madrid, Eh Ternyata Ditangkap Polisi
Malang nian nasib fans Liverpool yang satu ini. Nonton final Liga Champions ke Madrid, lalu menghilang tak ada kabar, eh tahu-tahu ditangkap polisi. Waduh!
Liverpool menjadi jura Liga Champions 2018/2019 setelah mengalahkan Tottenham Hotspurs 2-0 di Madrid, Spanyol pada Minggu (2/6). Para fans 'The Reds' yang menonton langsung ke Madrid pun bersuka cita dan berpesta.
Tapi, tidak bagi fans Liverpool yang satu ini. Dilansir dari BBC, Selasa (4/6/2019) Macauley Negus dilaporkan keluarganya hilang pada hari pertandingan final Liga Champions tersebut. Tepatnya, beberapa jam setelah pertandingannya selesai.
Sang ayah, Darren yang pergi ke Madrid bersamanya pun tidak mendapat kabar. Saudaranya, Ashley menuturkan kalau terakhir kali kontak dengan Macauley adalah saat dia sedang merayakan pesta kemenangan Liverpool di Madrid.
Pihak keluarga pun memposting di media sosial mengenai Macauley yang hilang. Sehari setelahnya, mereka malah mendapat kabar buruk. Macauley ternyata di tangkap polisi!
Menurut keterangan polisi di Madrid, Macauley ditangkap karena berusaha menyerang petugas keamanan. Macauley lantas ditahan, untuk kemudian dibawa ke persidangan.
Pihak Kedubes Inggris di Madrid turun tangan untuk memberikan bantuan hukum. Yang pasti kejadian tersebut mencoreng fans Liverpool yang pada pertandingan semifinal sebelumnya di Barcelona, juga melakukan penyerangan terhadap turis dan petugas kepolisian.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar