Beda negara, beda juga kulturnya. Tentunya, kultur menjadi dasar untuk berperilaku atau beretika.
Lonely Planet, situs wisata terkemuka di dunia mengelompokkan sejumlah etika bersikap dari berbagai negara. Salah satunya adalah negara yang tergabung dalam organisasi ASEAN, atau terletak di Asia Tenggara.
Tentunya, ini jadi panduan penting bagi traveler yang ingin ke luar negeri. Jangan sampai, gara-gara sikap yang tidak baik jadi menimbulkan masalah. Yang tadinya ingin bersenang-senang dan mempelajari hal baru, malah jadi petaka karena sikap sendiri.
detikcom pun mengumpulkan beberapa etika dari kultur yang berlaku dari masing-masing negara, Selasa (18/6/2019). Berikut selengkapnya:
1. Kamboja
Bisa dibilang, Kamboja adalah negara dengan orang-orang yang ramah. Namun, masih menganut unsur spiritual khususnya ajaran Buddha yang wajib dipatuhi oleh wisatawan.
Misalnya saat berkunjung ke kuil, pastikan baju yang digunakan menutupi siku, hingga lutut. Hindari penggunaan penutup kepala dan sepatu saat memasuki tempat ibadah. Duduk bersimpuh saat melewati tempat sakral dan jangan menunjuk ke simbol Buddha. Wanita juga dilarang untuk bersentuhan dengan para biksu dan barang-barangnya.
Untuk menghormati, salam yang dianggap sopan di Kamboja disebut sompiah. Yakni menempelkan kedua tangan di depan dada, mirip dengan berdoa. Begitupun dengan berpakaian, hindari menggunakan pakaian renang atau minim di sekitar kota.
Ada satu suku di Kamboja yang menjadi mayoritas, yakni Khmer. Lonely Planet menyarankan untuk tidak pernah bertengkar dengan mereka. Tersenyum saja untuk menghindari konflik.
2. Timor Leste
Tidak jauh dari Indonesia, Timor Leste pun juga menarik untuk jadi tujuan wisata. Namun, perhatikan hal-hal berikut.
Timor Leste memiliki sejarah kelam dengan Indonesia, sehingga berhati-hatilah membicarakan sejarah antara Indonesia dan negaranya. Bicaralah dengan cermat dan tidak intimidatif.
Jika ingin lebih asyik, ajaklah warga lokal untuk memandu saat mendaki gunung, air terjun atau destinasi wisata lainnya dan berikan mereka upah sebagai tanda terima kasih. Warga lokal cukup modis, namun tetaplah sopan dalam bersikap. Jika naik mikrolet, bayarlah usai turun atau sampai tujuan.
Tidak jauh berbeda dengan Indonesia, traveler sebaiknya berjalan menunduk dan menurunkan lengan apabila sedang berjalan melewati di depan orang-orang.
3. Laos
Sebenarnya, kultur Laos tidak jauh berbeda dengan Kamboja. Traveler harus berpakaian tertutup saat berkunjung ke kuil, serta menghindari menunjuk dan duduklah bersimpuh saat melewati tempat sakral.
Begitupun dengan salam yang dikenal dengan 'nop', dengan menempelkan kedua tangan di depan dada. Jika berpakaian di tempat umum, usahakan sopan dan tidak terlalu terbuka.
4. Myanmar
Untuk bersalaman dengan warga lokal, umumnya mereka terbiasa berjabat tangan, cukup universal. Namun umumnya wanita Myanmar lebih suka tersenyum dan sedikit mengangguk.
Tidak jauh berbeda dengan Indonesia, gunakan tangan kanan untuk makan. Selain itu, gunakan pakaian tertutup saat berkunjung ke tempat ibadah dan lepaskanlah alas kaki traveler. Begitupun untuk tidak mengarahkan kaki ke benda-benda yang dianggap sakral.
Jika berbelanja dan melakukan tawar-menawar, hindari saat pergi ke toko resmi. Namun, traveler bisa melakukannya di pasar.
5. Thailand
Meski Thailand artinya 'tempat bebas' dan traveler bebas untuk melakukan apa saja asal tidak merugikan orang lain, ada sejumlah hal spiritual dan sesuatu yang dianggap suci serta dilarang untuk dilakukan.
Hormatilah gambar atau hal-hal yang memiliki identitas kerajaan. Selain itu, apabila lagu kebangsaan diputar di tempat umum, warga setempat umumnya dengan khidmat diam dan bernyanyi. Sebaiknya, traveler ikut menghormati dengan diam di tempat.
Erat dengan ajaran Buddha, hindari memakai pakaian terbuka saat berkunjung ke kuil. Tersenyumlah kepada orang asing, karena umumnya orang Thailand cukup ramah. Ucapkan 'sawadee ka' untuk perempuan dan 'sawadee kap' untuk laki-laki saat bertemu warga lokal.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar