Selasa, 21 Januari 2020

Cahaya Ungu Sinari Landmark di Busan untuk Idol K-pop

Mulai malam ini, 7 landmark di Busan, Korea Selatan disinari lampu berwarna ungu. Hal ini dilakukan untuk merayakan fan meeting BTS, K-Pop yang sedang populer.

BTS merupakan salah satu grup idol yang sedang naik daun. Tidak hanya di Korea Selatan, namun BTS dikenal dunia. Dalam rangka merayakan fan meetingnya di Busan, 7 landmark di Busan disinari warna ungu.

Dirangkum detikcom, Kamis (14/6/2019) Kota Busan akan menjadi tuan rumah untuk pertemuan para Army (sebutan bagi fans BTS) dengan grup idol BTS. Fan meeting ini akan diadakan pada tanggal 15-16 Juni di Stadion Utama Asiad Busan.

Dalam rangka menyambut fan meeting itu, Kota Busan pun memberikan respon positif dengan menyinari landmark populer di kotanya dengan warna ungu. Warna ungu merupakan simbol dari idol BTS.

Warna ungu pun menghiasi Gwangandaegyo Bridge, Busan Cinema Center, Busan Harbor Bridge, 2 menara di Hwangnyeong Mountain, Hwamyeong Bridge dan Busan Tower. Cahaya ungu ini nantinya akan terlihat di setiap malam hingga tanggal 16 Juni nanti.

Sebelumnya, bulan lalu warna ungu juga menghiasi Empire State Building di Busan. Warna ungu menyala setiap 5 menit pertama setiap jam setelah matahari terbenam. Ini dilakukan untuk memperingati BTS LIVE Q&A Event iHeartRadio.

Tidak hanya itu saja, walikota Busan Oh Keo Don pun juga ikut menyambut kedatangan BTS ke Busan dengan menggungah sambutannya di Twitter. Dia menuliskan akan menyambut dan mempersipkan keamanan untuk perayaan fan meeting tersebut.

Para Army pun juga ramai di media sosial menggunggah gedung-gedung yang disinari warna ungu di Busan. Mereka pun tidak sabar untuk segera hadir dalam fan meeting ini.

Gunung Rinjani Dibuka 14 Juni 2019, Ini yang Perlu Diperhatikan

Kabar baik dari Gunung Rinjani karena akan dibuka pendakiannya esok hari, 14 Juni 2019. Ini yang harus para pendaki perhatikan.

"Iya benar besok dibuka (pendakian Gunung Rinjani)," kata Kepala Balai Taman Nasional Gunung Rinjani Sudiyono dalam sambungan telepon dengan detikcom, Kamis (13/6/2019).

"Kami sudah melakukan survei beberapa kali. Rambu-rambu di jalur pendakian juga sudah dipasang," imbuh dia.

Kata Sudiyono, jalur-jalur yang rusak dibiarkan. Tapi, jalurnya dibelokkan.

Selain itu, bagi kamu yang akan mendaki diharuskan mendaftar terlebih dahulu secara online. Jadi ada kuota yang diberlakukan tiap harinya.

"Jadi ada jalur yang rusak dan dibelokkan," jelas dia.

"Ada pula pembenahan manajemen yang sustain educating, di antaranya kini bisa beli tiket online. Kita batasi perhari 150 di Jalur Sembalun dan Senaru. Lalu di Aik Berik dan Timbanuh sebanyak 100 orang," urainya.

Kuota pendaki ini disesuaikan dengan jalur pendakiannya. Keamanan paling diutamakan dalam hal ini.

"Jumlah kuota itu disesuaikan panjang jalur dan keamanan. Kemudian peminatnya. Krena yang paling penting kemanan jalur," ujar Sudiyono.

Sudah hampir setahun pendakian Gunung Rinjani ditutup untuk umum, yakni dari Juli 2018 ketika Lombok dilanda gempa. Pendakian esok pun hanya sampai di pelawangan masing-masing jalur, yakni tak sampai turun ke Segara Anak.

Sudiyono memprediksi tidak ada penumpukan pendaki di pembukaan perdana ini. Itu dikarenakan sistem tiket online yang baru diterapkan menggunakan batasan kuota.

"Kemungkinan (esok) belum penuh. Saya yakin Sabtu-Minggu akan lebih banyak. Nanti ada pula check in dan check out saat mendaki," jelas dia.

Bagi kamu yang ingin mendaki Gunung Rinjani diharapkan membaca SOP pendakian yang sudah tertera di proses pendaftaran online agar lebih disiplin nantinya. Secara teknis, BTNGR sudah menguji coba jalur itu beberapa kali supaya aman bagi pendaki.

Jadi, kamu berencana mendaki Gunung Rinjani dalam waktu dekat?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar