Selasa, 21 Januari 2020

Gunung Rinjani Dibuka 14 Juni 2019, Ini yang Perlu Diperhatikan

Kabar baik dari Gunung Rinjani karena akan dibuka pendakiannya esok hari, 14 Juni 2019. Ini yang harus para pendaki perhatikan.

"Iya benar besok dibuka (pendakian Gunung Rinjani)," kata Kepala Balai Taman Nasional Gunung Rinjani Sudiyono dalam sambungan telepon dengan detikcom, Kamis (13/6/2019).

"Kami sudah melakukan survei beberapa kali. Rambu-rambu di jalur pendakian juga sudah dipasang," imbuh dia.

Kata Sudiyono, jalur-jalur yang rusak dibiarkan. Tapi, jalurnya dibelokkan.

Selain itu, bagi kamu yang akan mendaki diharuskan mendaftar terlebih dahulu secara online. Jadi ada kuota yang diberlakukan tiap harinya.

"Jadi ada jalur yang rusak dan dibelokkan," jelas dia.

"Ada pula pembenahan manajemen yang sustain educating, di antaranya kini bisa beli tiket online. Kita batasi perhari 150 di Jalur Sembalun dan Senaru. Lalu di Aik Berik dan Timbanuh sebanyak 100 orang," urainya.

Kuota pendaki ini disesuaikan dengan jalur pendakiannya. Keamanan paling diutamakan dalam hal ini.

"Jumlah kuota itu disesuaikan panjang jalur dan keamanan. Kemudian peminatnya. Krena yang paling penting kemanan jalur," ujar Sudiyono.

Sudah hampir setahun pendakian Gunung Rinjani ditutup untuk umum, yakni dari Juli 2018 ketika Lombok dilanda gempa. Pendakian esok pun hanya sampai di pelawangan masing-masing jalur, yakni tak sampai turun ke Segara Anak.

Sudiyono memprediksi tidak ada penumpukan pendaki di pembukaan perdana ini. Itu dikarenakan sistem tiket online yang baru diterapkan menggunakan batasan kuota.

"Kemungkinan (esok) belum penuh. Saya yakin Sabtu-Minggu akan lebih banyak. Nanti ada pula check in dan check out saat mendaki," jelas dia.

Bagi kamu yang ingin mendaki Gunung Rinjani diharapkan membaca SOP pendakian yang sudah tertera di proses pendaftaran online agar lebih disiplin nantinya. Secara teknis, BTNGR sudah menguji coba jalur itu beberapa kali supaya aman bagi pendaki.

Jadi, kamu berencana mendaki Gunung Rinjani dalam waktu dekat?

Penerapan Formula LCC Dinilai Bisa Dongkrak Kunjungan Wisman

Formulasi Low-Cost Carrier (LCC) dinilai ampuh untuk mendongkrak kunjungan wisatawan mancanegara (wisman). Pada Terminal 2F Bandara Soekarno-Hatta, Jakarta, pergerakan wisman terlihat kompetitif di semester pertama 2019, apalagi terminal ini memang dikhususkan untuk LCC rute mancanegara.
LCC menjadi bagian dari strategi Kementerian Pariwisata (Kemenpar) untuk mendorong pertumbuhan wisman. Penerapan melalui Terminal 2F Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) diniai berhasil. Sebab, pergerakan wisman melalui pintu ini tumbuh 2,27% sepanjang semester pertama 2019. Dari rentang 1 Januari hingga 9 Juni 2019, arus wisman mencapai 1,8 juta orang. Angka ini surplus 40.000 dari periode sama pada 2018.
"Pengaruh positif dari penerapan LCC sangat terasa. Penerbangan LCC untuk rute internasional dan domestik sangat kompetitif. Pergerakannya diperkirakan akan terus ke depannya," ungkap President Director PT Angkasa Pusa (AP) II Muhammad Awaluddin dalam keterangan tertulis, Kamis (13/6/2019).
Aktivasi LCC di Terminal 2F Bandara Soetta dimulai pada 1 Mei 2019 dan rapor menjanjikan ini pun langsung muncul. Sepanjang Mei 2019, pergerakan wisatawan di International LCC Terminal 2F Bandara Soetta naik 1,53% atau sekitar 277.666 orang. Sedangkan pada periode yang sama tahun 2018, pergerakan wisatawan hanya 273.490 orang.
Sementara itu, sepanjang Januari hingga Mei 2019, pergerakan wisatawan tumbuh 2,5% atau mencapai 1,7 juta wisatawan. Padahal, arus wisatawan berada di angka 1,66 juta orang pada rentang Januari hingga Mei 2018. Awaluddin menambahkan, segmen LCC terus direspons positif oleh pasar.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar