Minggu, 19 Januari 2020

Dorong Desa Wisata Lombok Tengah, Kemenpar Undang 50 Kepala Desa

Kementerian Pariwisata (Kemenpar) mengajak 50 kepala desa dari Lombok Tengah untuk berdiskusi dalam FGD Pengembangan Destinasi Pariwisata Area I (Bali, NTB, NTT) yang digelar di Jakarta.

Asdep Pengembangan Destinasi Regional III Kemenpar Harwan Ekocahyo Wirasto mengatakan diskusi ini bertujuan untuk menyamakan persepsi tentang peran kepala desa dalam mengembangkan destinasi pariwisata di wilayahnya masing-masing. Terlebih wilayah yang sudah memasuki kawasan ekonomi khusus (KEK).

"Seperti diketahui Mandalika adalah salah satu 10 destinasi prioritas yang tengah didorong menjadi Bali baru sebagai destinasi kelas dunia. Mandalika yang berada di Lombok Tengah merupakan wilayah yang ditargetkan bakal menyaingi Bali," ucap Harwan dalam keterangannya Jumat (21/6/2019).

Harwan mengatakan untuk mempercepat pengembangan Mandalika dibutuhkan sinergi antar stakeholder, salah satunya dengan para kepala desa di kawasan tersebut. Harwan berharap kegiatan ini bisa memotivasi kepala desa yang hadir untuk mengembangkan desa mereka sebagai desa wisata sehingga mampu meningkatkan perekonomian warganya.

Selain itu, Harwan mendorong kepala desa agar mau mengajak warganya mengambil peran dalam meningkatkan pariwisata.

"Yang utama, kesadaran masyarakatnya akan pariwisata terlebih dulu. Setelah ada kesadaran, maka akan lebih mudah mengarahkannya. Tujuan pariwisata itu untuk meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar," tambah Harwan.

Sementara itu, Vitria Aryani dari Tim Percepatan Pengembangan Desa Wisata mengatakan peran kepala desa amat penting karena tanpanya desa wisata akan sulit terwujud.

"Jadi bapak-bapak memang harus kreatif dengan tetap mempertahankan kekhasan daerah atau desa setempat. Pertahankan budaya dan sistem yang ada karena inilah yang menjadi nilai jual," kata Vitria.

Vitria mencontohkan kegiatan memandikan kerbau di desa. Menurutnya, bagi warga setempat mungkin hal ini biasa, tapi bagi wisman ini sebuah kegiatan yang menarik.

"Bayangkan mereka mau membayar untuk berbasah-basahan, berkubang dalam lumpur demi memandikan kerbau. Pengalaman ini yang akan mereka bawa pulang," kata Vitria.

Lombok Tengah merupakan KEK yang menjadi bagian usaha Kemenpar dalam menjadikan Lombok sebagai destinasi kelas dunia. Lombok Tengah sendiri terdiri dari 139 desa dengan beberapa di antaranya telah mengembangkan desa wisata yang mampu mendatangkan wisatawan mancanegara.

Pada acara FGD tersebut, 50 kepala desa dari Lombok Tengah diajak juga untuk membahas bagaimana mengembangkan kawasan lain di Nusa Tenggara Barat (NTB). Mulai dari diskusi tentang pengembangan destinasi pariwisata provinsi NTB, pengembangan destinasi desa wisata, pengembangan destinasi Geopark Gunung Rinjani, dan pengembangan destinasi pariwisata Prioritas Mandalika.

Liburan Luar Biasa di Negeri Laskar Pelangi

 Belitung adalah tempat liburan yang luar biasa. Negeri Laskar Pelangi menjadi tempat sempurna untuk mempererat persahabatan.

Reuni ke 28 SMA kami di Belitung bulan Maret 2019 lalu merupakan extraordinary travelling bagi seluruh peserta. Tujuh puluh lima peserta yang datang dari seluruh penjuru bumi berkumpul melepas rindu di negeri indah Laskar Pelangi.

Setelah menamatkan SMA di Kota Medan 28 tahun lalu, kami terpisah di berbagai kota dan negara, ada yang tetap di Medan, banyak juga yang pindah ke Jakarta, Surabaya, Semarang atau pindah ke negara lain seperti Hongkong, Singapura atau Vietnam dan ketika berkumpul kembali di Belitung kami benar benar semua seru bermain seperti zaman SMA dulu.

Hari pertama reuni, kami mulai dengan kegiatan bakti sosial dengan mengunjungi panti asuhan Muhamadiyah di Belitung dan menyumbang berbagai keperluan untuk anak-anak. Setelah itu kami main games seperti zaman SMA dulu di tepi pantai Santika Beach Resort tempat kami menginap.

Sungguh luar biasa melihat kami semua tertawa terbahak bahak bagai anak SMA. Malamnya kami mengadakan malam api unggun, bergandengan tangan dan menyanyikan lagu kemesraan juga melepaskan friendship lampion. Semua kembali akrab tanpa batas meskipun lama tidak bersua.

Hari ke 2 paginya kami mengadakan colour run dan zumba party di tepi pantai Laskar Pelangi. Tepung warna warni dilemparkan ke seluruh tubuh kami. Semua peserta bilang seru sekali karena pengalaman pertama dilempar tepung holy. Setelah mandi bersih kami jalan ke SD Laskar Pelangi, lalu malamnya kulineran kepiting yang enak di restoran Ratu Rasa. Extraordinary yummy kata teman-teman.

Hari ke 3 kami island hopping ke pulau-pulau indah di Belitung. Pulau Kepayang, Pulau Lengkuas dan pulau-pulau lainnya. Juga tentunya snorkeling melihat ikan-ikan berenang wara-wiri di laut. Teman-teman terutama yang dari luar negeri kagum sekali dengan pemandangan luar biasa Pulau Belitung.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar