Minggu, 19 Januari 2020

HUT Jakarta ke-492, Gratis Masuk Museum & Objek Wisata

Berkenaan dengan HUT jakarta ke-492, pihak Pemprov DKI Jakarta menggratiskan sejumlah tiket masuk museum dan objek wisata akhir pekan ini. Berikut daftarnya.

Bagi traveler yang menyukai wisata sejarah, tentunya akan sangat dimanjakan di akhir pekan ini. Diketahui, Dinas Pariwisata & Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta menggratiskan beberapa museum dan destinasi wisata di bawah kepengurusannya.

Dilihat detikcom dari situs resminya, Jumat (21/6/2019) ada delapan museum dan enam objek wisata di bawah naungan pemprov DKI Jakarta yang menggratiskan biaya masuknya selama 22 hingga 23 Juni 2019 akhir pekan ini.

Museum yang digratiskan:
1. Museum Sejarah Jakarta
2. Museum Joang 45
3. Museum MH Thamrin
4. Museum Prasasti
5. Museum Seni Rupa dan Keramik
6. Museum Wayang
7. Museum Tekstil
8. Museum Bahari

Objek wisata yang digratiskan:
1. Monumen Nasional
2. Anjungan DKI di TMII
3. Perkampungan Budaya Betawi & Setu Babakan
4. Planetarium
5. Taman Arkeologi Onrust
6. Rumah si Pitung Marunda

Di luar museum dan objek wisata yang telah disebutkan di atas, wisata balaikota juga tetap dibuka Sabtu dan Minggu akhir pekan ini dari pukul 09.00 - 14.00 WIB. Mari kita meriahkan HUT Jakarta yang ke-492 dengan berwisata ke Jakarta akhir pekan ini.

Dorong Desa Wisata Lombok Tengah, Kemenpar Undang 50 Kepala Desa

Kementerian Pariwisata (Kemenpar) mengajak 50 kepala desa dari Lombok Tengah untuk berdiskusi dalam FGD Pengembangan Destinasi Pariwisata Area I (Bali, NTB, NTT) yang digelar di Jakarta.

Asdep Pengembangan Destinasi Regional III Kemenpar Harwan Ekocahyo Wirasto mengatakan diskusi ini bertujuan untuk menyamakan persepsi tentang peran kepala desa dalam mengembangkan destinasi pariwisata di wilayahnya masing-masing. Terlebih wilayah yang sudah memasuki kawasan ekonomi khusus (KEK).

"Seperti diketahui Mandalika adalah salah satu 10 destinasi prioritas yang tengah didorong menjadi Bali baru sebagai destinasi kelas dunia. Mandalika yang berada di Lombok Tengah merupakan wilayah yang ditargetkan bakal menyaingi Bali," ucap Harwan dalam keterangannya Jumat (21/6/2019).

Harwan mengatakan untuk mempercepat pengembangan Mandalika dibutuhkan sinergi antar stakeholder, salah satunya dengan para kepala desa di kawasan tersebut. Harwan berharap kegiatan ini bisa memotivasi kepala desa yang hadir untuk mengembangkan desa mereka sebagai desa wisata sehingga mampu meningkatkan perekonomian warganya.

Selain itu, Harwan mendorong kepala desa agar mau mengajak warganya mengambil peran dalam meningkatkan pariwisata.

"Yang utama, kesadaran masyarakatnya akan pariwisata terlebih dulu. Setelah ada kesadaran, maka akan lebih mudah mengarahkannya. Tujuan pariwisata itu untuk meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar," tambah Harwan.

Sementara itu, Vitria Aryani dari Tim Percepatan Pengembangan Desa Wisata mengatakan peran kepala desa amat penting karena tanpanya desa wisata akan sulit terwujud.

"Jadi bapak-bapak memang harus kreatif dengan tetap mempertahankan kekhasan daerah atau desa setempat. Pertahankan budaya dan sistem yang ada karena inilah yang menjadi nilai jual," kata Vitria.

Vitria mencontohkan kegiatan memandikan kerbau di desa. Menurutnya, bagi warga setempat mungkin hal ini biasa, tapi bagi wisman ini sebuah kegiatan yang menarik.

"Bayangkan mereka mau membayar untuk berbasah-basahan, berkubang dalam lumpur demi memandikan kerbau. Pengalaman ini yang akan mereka bawa pulang," kata Vitria.

Lombok Tengah merupakan KEK yang menjadi bagian usaha Kemenpar dalam menjadikan Lombok sebagai destinasi kelas dunia. Lombok Tengah sendiri terdiri dari 139 desa dengan beberapa di antaranya telah mengembangkan desa wisata yang mampu mendatangkan wisatawan mancanegara.

Pada acara FGD tersebut, 50 kepala desa dari Lombok Tengah diajak juga untuk membahas bagaimana mengembangkan kawasan lain di Nusa Tenggara Barat (NTB). Mulai dari diskusi tentang pengembangan destinasi pariwisata provinsi NTB, pengembangan destinasi desa wisata, pengembangan destinasi Geopark Gunung Rinjani, dan pengembangan destinasi pariwisata Prioritas Mandalika.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar