Senin, 20 Januari 2020

Kanada Larang Penangkapan Paus dan Lumba-lumba, Dendanya Rp 2,1 M

Parlemen Kanada (House of Commons) meloloskan RUU Free Willy hari Senin lalu. Fokusnya melarang atau ilegal bila ada aktivitas penangkapan paus dan lumba-lumba.

Seperti dilansir CNN, Selasa (18/6/2019), mereka yang melanggar dapat dihukum dengan denda hingga USD 150.000 setara Rp 2,1 miliar. Free Willy dikenal dari nama sebuah film tahun 1993. Di mana seorang anak lelaki membebaskan paus pembunuh dari taman hiburan AS.

"Tidak ada yang fantastis jika terjadi dengan tergesa-gesa. Tetapi hari ini kami merayakan bahwa telah mengakhiri penangkaran dan pembiakan ikan paus dan lumba-lumba. Ini adalah berita untuk mengurangi upaya perburuan sirip," kata kelompok hak asasi binatang, Humane Canada dalam sebuah tweet.

RUU itu diharapkan menjadi undang-undang. Diperkenalkan di Senat pada Desember 2015, Free Willy sudah disetujui tetapi harus kembali lagi prosesnya sekarang dan mendapatkan persetujuan kerajaan.

The Green Party of Canada merayakannya di hari Senin. Mamalia sosial yang cerdas ini sekarang akan tinggal di tempat mereka berada, di lautan, kata partai itu.

Lusinan pendukung RUU menggunakan tagar #emptythetanks untuk merayakannya di media sosial. Ada pengecualian dalam RUU itu, yakni jika hewan diselamatkan, dalam rehabilitasi atau dilisensikan untuk penelitian ilmiah, atau dalam kepentingan terbaik bagi hewan tersebut.

"Seseorang dapat memindahkan cetacean hidup dari sekitarnya (laut) ketika cetacean terluka atau dalam kesulitan dan membutuhkan bantuan," kata undang-undang tersebut.

Pilihan Akomodasi Gaya Milenial di Banyuwangi

Banyuwangi kian dilirik sebagai salah satu destinasi favorit di ujung timur pulau Jawa. Buat turis milenial, ada hotel yang bisa jadi pilihan.

Dikenal dengan slogan 'Sunrise of Java,' perlahan Banyuwangi mulai mendapat tempat di hati traveler. Keindahan Blue Fire Ijen hingga pesona ombak G-Land kerap menyihir traveler baik dari dalam hingga luar negeri untuk datang.

Di zaman serba sosmed, segala pesona alam itu pun menjadi konten yang memukau di Instagram. Untuk kalangan traveler milenial, Banyuwangi pun punya hotel baru yang bisa jadi pilihan.

Adalah Dialoog Banyuwangi, sebuah hotel bintang empat sister company dari Bukit Ukuwatu Villa TBK (BUVA) yang baru buka 18 Agustus 2018 lalu. Berlokasi di Pantai Klatak, Kalipuro, hotel yang satu ini menawarkan level akomodasi baru di Banyuwangi yang Instagramable dan sangat anak muda.

Hal itu pun dijelaskan oleh GM Dialoog Banyuwangi, I Putu Agus Susenayasa di Restoran Le Burger, SCBD, Jakarta, Selasa (18/6/2019) pada detikcom.

"Kita perpaduan pantai, gunung, sunrise, ngasih perbedaan suasana dan tone waktu yang berbeda-beda," ujar pria yang akrab disapa Sena.

Sesuai kata Sena, traveler khususnya dari kalangan milenial bisa mendapatkan banyak pengalaman menarik yang tentunya bisa diabadikan lewat unggahan foto Instagram. Bayangkan melihat panorama sunrise dengan latar Pulau Bali di kejauhan, disertai dengan Pantai Klatak yang mempesona. Tentu ada banyak konten yang bisa didapat dengan menginap di hotel tersebut.

Berdiri di atas lahan seluas 20 ribu meter, Dialoog Banyuwangi menyajikan akomodasi bernuansa modern dengan sentuhan tradisional budaya Jawa Timur yang khas. Di mana hal itu dapat dijumpai lewat sejumlah batik khas Indonesia yang menghiasi sudut-sudut hotel.

"Walau nggak dapat sunset, kombinasi gunung, laut, nelayan juga beda-beda. Di area itu sudah kasih kecantikan atau tujuan exposure yang beda," tambah Sena.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar