San Juan, kota di Karibia adalah destinasi tujuan kapal-kapal pesiar dunia. Sayangnya di sana lagi rusuh, jadi banyak pelayaran berubah rute atau dibatalkan.
Dirangkum detikcom dari berbagai sumber, Kamis (18/7/2019) San Juan merupakan kota di Puerto Rico. Suatu negara di kawasan Karibia, yang terkenal dengan pesisir pantai nan indah dan bawah laut memesona.
San Juan pun sudah jadi langganan destinasi tujuan kapal-kapal pesiar dunia. Biasanya berangkat dari Amerika Serikat, lalu menuju ke sana dan mampir ke berbagai destinasi lain di Karibia.
Sayangnya, kini San Juan sedang rusuh karena konfilk penduduk dan gubernurnya, Ricardo Rossello. Sebabnya, obrolan dalam Telegram dari sang gubernur bocor ke publik.
Ricardo Rossello menyebutkan banyak kata-kata kasar kepada para pesaing politiknya, selebriti hingga tokoh-tokoh masyarakat. Termasuk perkataan yang menjurus pada seksis dan homofobik.
Selain itu, korupsi di San Juan juga makin parah. Sehingga, warga berdemonstrasi dan meminta Ricardo Rossello untuk mundur.
Oleh sebab itu, banyak kapal pesiar yang membatalkan pelayaran ke San Juan atau mengubah rute. Kapal Pesiar Royal Caribbean misalnya.
"Karena kerusuhan sipil yang sedang berlangsung di San Juan, Puerto Rico, kami telah membatalkan panggilan Harmony of the Seas ke San Juan. Harmony sekarang akan berlayar ke St Maarten. Kepedulian terhadap keselamatan dan kesejahteraan tamu dan anggota kru adalah prioritas utama kami," tulis pernyataannya.
Kapal-kapal pesiar tak mau ambil risiko, keselamatan penumpang menjadi hal utama. Jika memaksakan tetap berlabuh di sana, penumpang bisa celaka kalau sampai jalan-jalan di kotanya.
Cara 'Merakyat' Bos Virgin Airlines Hadapi Keluhan Soal Menu di Pesawat
Penumpang pesawat tentu ingin layanan prima dari maskapai. Keluhan soal makanan lumrah terjadi. Ada pelajaran menarik dari bos Virgin Airlines, Sir Richard Branson.
Menangani keluhan penumpang pesawat, apalagi soal makanan tentu tidak sembarangan caranya. Sikap maskapai bisa membuat urusan jadi beres atau justru tambah runyam.
Sebuah kasus keluhan penumpang soal menu makanan di pesawat dan sempat viral di media sosial, melibatkan maskapai Virgin Airlines milik Sir Richard Branson. Mungkin ini bisa jadi pelajaran bagaimana sebaiknya maskapai bersikap.
Dihimpun detikTravel, Kamis (18/7/2019) dari berbagai sumber, begini ceritanya:
Ini adalah kasus antara maskapai Virgin Airlines milik jutawan Sir Richard Branson dengan penumpang yang akhirnya tidak disebut namanya. Kasus ini heboh pada awal Januari 2009, alias 10 tahun lalu.
Si penumpang membuat surat yang viral di media sosial mengenai pengalaman terbang naik Virgin Airlines dari Mumbai, India ke Heathrow, London pada 7 Desember 2008. Dia mendapatkan makanan dalam penerbangan yang kualitasnya sangat buruk.
Sejumlah foto pun menyertai surat yang viral ini. Ada kue yang entah kenapa dikasih kacang polong, lalu ada bahan makanan yang tidak jelas antara keju, yoghurt atau mustard dan biskuit pun dibungkus plastik bening yang tidak pantas. Foto-fotonya menunjukan kalau makanan di Virgin Airlines tampak menjijikan.
Gaya tulisan yang nyinyir sekaligus mengenaskan membuat pembacanya antara kasihan dan ingin tertawa geli. Perpaduan semua ini membuat urusan makanan di pesawat ini menjadi heboh sampai ditulis berbagai media internasional, misalnya Telegraph dari Inggris.
Lantas apa yang terjadi dengan si penumpang ini, apakah dia dituntut ke pengadilan? Apakah Virgin Airlines marah dan emosional?
Paul Charles, Direktur Corporate Communication Virgin Airlines kepada media mengatakan, bos mereka Sir Richard Branson turun tangan langsung. Ke pengadilan? Bukan! Branson meresponsnya justru dengan cara yang 'merakyat', menelepon langsung si penumpang dan malah berterima kasih. Lho?
Iya, Branson berterima kasih karena surat kritik yang nyinyir itu menurutnya konstruktif untuk perbaikan kualitas maskapai. Pihak Virgin Airlines meminta maaf karena penumpang kecewa dengan makanan di pesawat. Virgin mengatakan menu tersebut sebenarnya populer untuk rute penerbangan ke India dan makanannya dapat penghargaan.
Keluhan penumpang yang viral di media sosial, bisa menjadi krisis kehumasan. Kalau disikapi dengan kepala yang dingin, tentu akan bisa dicapai solusi yang baik untuk semua pihak.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar