Akibat salah sistem, seorang ibu duduk terpisah dari bayinya di pesawat. Namun, pihak maskapai meminta tambahan biaya jika sang ibu ingin duduk bareng bayinya.
Pengalaman tak menyenangka itu pun dialami oleh seorang ibu bernama Aliss dari La Mesa, AS. Dikumpulkan detikcom dari berbagai sumber, Kamis (18/7/2019), peristiwa itu dialami Aliss saat terbang dari Prividence ke San Diego pekan lalu seperti diberitakan USA Today.
Sebelumnya, Aliss memesan bangku untuknya dan bayi laki-lakinya di baris yang sama dalam penerbangan Sun Country Airlines via situs ketiga. Dalam prakteknya, ternyata Aliss mendapati kalau dirinya duduk terpisah dengan bayi laki-lakinya.
"Saya tidak akan pernah memesan penerbangan terpisah dari anak laki-laki saya," ujar Aliss seperti diberitakan media KGTV.
Mendapati hal itu, Aliss pun meminta pihak maskapai agar ia bisa duduk di samping anak laki-lakinya. Namun, pihak maskapai Sun Country Airlines malah memintanya membayar biaya tambahan USD 75 atau setara dengan Rp 1 juta rupiah!
"Saya tak bisa membayar (USD 75). Apa lagi yang bisa kami lakukan? Mereka bilang kalau kami bisa membayar USD 22 agar bisa duduk di sisi depan dan belakang di baris yang berbeda. Hanya saja saya bilang, dia tetap tak duduk bersamaku," ujar Aliss.
Pada akhirnya, pihak pramugari maskapai tetap tak memberi solusi. Untungnya, seorang nenek di penerbangan itu memperbolehkan Aliss bertukar kursi dengannya agar bisa duduk bareng bayinya.
Atas perlakuan itu, maskapai Sun Country Airlines banyak dikritik. Mereka pun akhirnya meminta maaf dan tengah mengadakan mediasi dengan Aliss.
"Kami telah mengupayakan full refund untuk penumpang atas biaya terkait kesalahan tempat duduk tersebut. Kami juga memastikan bahwa ia mendapat dua bangku berderet pada penerbangan pulangnya. Tim kami telah memberikan voucher senilai USD 200 via email dan menambahkan voucher USD 100 atas ketidaknyamanannya," ujar juru bicara maskapai.
Tempat Tujuan Rusuh, Kapal-kapal Pesiar Ubah Rute
San Juan, kota di Karibia adalah destinasi tujuan kapal-kapal pesiar dunia. Sayangnya di sana lagi rusuh, jadi banyak pelayaran berubah rute atau dibatalkan.
Dirangkum detikcom dari berbagai sumber, Kamis (18/7/2019) San Juan merupakan kota di Puerto Rico. Suatu negara di kawasan Karibia, yang terkenal dengan pesisir pantai nan indah dan bawah laut memesona.
San Juan pun sudah jadi langganan destinasi tujuan kapal-kapal pesiar dunia. Biasanya berangkat dari Amerika Serikat, lalu menuju ke sana dan mampir ke berbagai destinasi lain di Karibia.
Sayangnya, kini San Juan sedang rusuh karena konfilk penduduk dan gubernurnya, Ricardo Rossello. Sebabnya, obrolan dalam Telegram dari sang gubernur bocor ke publik.
Ricardo Rossello menyebutkan banyak kata-kata kasar kepada para pesaing politiknya, selebriti hingga tokoh-tokoh masyarakat. Termasuk perkataan yang menjurus pada seksis dan homofobik.
Selain itu, korupsi di San Juan juga makin parah. Sehingga, warga berdemonstrasi dan meminta Ricardo Rossello untuk mundur.
Oleh sebab itu, banyak kapal pesiar yang membatalkan pelayaran ke San Juan atau mengubah rute. Kapal Pesiar Royal Caribbean misalnya.
"Karena kerusuhan sipil yang sedang berlangsung di San Juan, Puerto Rico, kami telah membatalkan panggilan Harmony of the Seas ke San Juan. Harmony sekarang akan berlayar ke St Maarten. Kepedulian terhadap keselamatan dan kesejahteraan tamu dan anggota kru adalah prioritas utama kami," tulis pernyataannya.
Kapal-kapal pesiar tak mau ambil risiko, keselamatan penumpang menjadi hal utama. Jika memaksakan tetap berlabuh di sana, penumpang bisa celaka kalau sampai jalan-jalan di kotanya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar