Bagi traveler yang ingin menghangatkan badan di dataran tinggi Dieng, datang saja ke destinasi baru ini. Namanya pemandian air hangat Bitingan.
Selain udaranya yang sejuk, air di pemandian tersebut jernih. Ditambah pemandangan ebun Carica yang menjadi salah satu buah khas di Dataran Tinggi Dieng.
Lokasinya pun tidak jauh dari tempat perhelatan Dieng Culture Festival (DCF). Hanya berjarak sekitar 5 Km dari lokasi DCF. Sayangnya, sampai saat ini tidak ada transportasi umum yang menghubungkan pemandian air hangat tersebut ke lokasi DCF.
"Kalau angkutan umum tidak ada. Kalau yang membawa kendaraan sendiri, wisatawan menuju arah barat ke Desa Kepakisan Kecamatan Batur, Banjarnegara," terang Kepala UPT Pengelolaan Objek Wisata Banjarnegara Aryadi Darwanto di Dieng, Jumat (2/8/2019).
Aryadi menjelaskan, wisata pemandian air hangat ini baru mulai beroperasi sejak libur Lebaran 2019 lalu. Sehingga, hingga saat ini belum banyak wisatawan yang datang.
"Sejauh ini baru ramai warga sekitar, untuk wisatawan belum banyak yang ke sini. Keunggulannya, airnya benar-benar jernih dan pemandangan alamnya bagus," ujarnya.
Untuk menikmati objek wisata ini, wisatawan cukup membayar tiket masuk sebesar Rp 3.000 per orang. Dengan biaya tersebut, wisatawan bisa menghangatkan tubuh hingga pukul 20.00 WIB.
"Di Dusun Bitingan sebenarnya ada dua pemandian air hangat. Satunya di antara kebun carica, satunya lagi di tengah pemukiman. Untuk yang baru ini berada di antara kebun carica," jelasnya.
Air hangat ini berasal dari Gunung Sipandu. Sebelumnya, air hangat ini hanya dimanfaatkan warga untuk menyirami tanaman. Aryadi menyampaikan, selain pemandian air hangat di Bitingan, juga ada pemandian air hangat di D'Qiano.
"Kalau di D'Qiano sudah banyak yang tahu dan sudah lama, lokasinya di dekat Kawah Sileri," kata dia.
Gempa Banten, Tamu Hotel di Serang Dievakuasi
Gempat magnitudo 7,4 di Sumur, Pandeglang, Banten terasa betul sampai Serang. Tamu hotel dievakuasi.
Hal ini disampaikan Public Relation Executive Horison Ultima Ratu Serang, Maria Jatu Pratiwi saat dihubungi detikcom, Jumat (2/8/2019). Gempa terjadi di 147 km barat daya Sumur, Pandeglang, Banten di kedalaman dangkal, hanya 10 km.
Pemerintah pun memberi peringatan tsunami. Sementara getarannya sangat dirasakan di Serang, Banten. Para tamu hotel di Hotel Horison Ultima Ratu Serang pun dievakuasi sesuai SOP situasi darurat.
"Dampaknya hanya tamu yang panik, namun proses evakuasi berjalan sesuai SOP," kata Maria.
Menurut Maria, para tamu dikumpulkan ke assembly point yang sudah ditentukan. Pihak hotel pun lalu memeriksa gedung secara seksama. Kemudian para tamu pun kembali ke kamar.
"Para tamu dikumpulkan ke assembly point dan kami melalukan pemeriksaan menyeluruh ke gedung. Alhamdulilah aman, Mas," ujarnya.
Banten Gempa, Wisatawan Diimbau Waspada
Gempat magnitudo 7,4 mengguncang daerah Sumur, Pandeglang, Banten. Getarannya terasa sampai di Jakarta, wisatawan diimbau waspada dan jauhi pantai.
Diberitakan, gempa terjadi pada pukul 19.03 WIB. Pusat gempa ada di kedalaman 10 km. Pusat gempa ada di 147 km arah barat daya Sumur, Banten. BMKG mengingatkan gempa ini berpotensi menimbulkan tsunami.
Getaran gempa terasa hingga Jakarta, Lampung hingga Pangandaran dan Pelabuhan Ratu. Kementerian Pariwisata (Kemenpar) melalui Tourism Crisis Center (TCC) Kemenpar mengimbau wisatawan untuk tetap waspada.
"Wisatawan tetap waspada, untuk sementara tidak berada di sekitar pantai hingga peringatan tsunami dini dicabut," ujar Kepala Bagian Manajemen Krisis Kepariwisataan TTC kemenpar, Herry Rachmat kepada detikcom, Jumat (2/8/2019).
Herry menambahkan, Balawisata area Banten saat ini terus berjaga di area pantai. Serta, mereka terus melaporkan kondisi terkini kepada Kemenpar.
"Nanti kami share informasi lebih lanjut," tutup Herry.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar