Peringatan tsunami Banten akhirnya selesai. Sebelumnya, tamu hotel di Anyer sempat dievakuasi ke lantai tertinggi.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencabut peringatan tsunami pascagempa Banten, Jumat (2/8/2019) pukul 21.35 WIB. Peringatan tsunami sebelumnya diterbitkan setelah terjadi gempa magnitudo 7,4 di 147 km barat daya Sumur, Pandeglang, Banten di kedalaman 10 km.
"Saat gempa, lampu bergoyang dan terdengar suara kaca kamar hotel bergetar," kata Doddy Fathurahman, GM Hotel Aston Anyer kepada detikcom.
Menurutnya tamu sedikit kalut karena trauma kejadian gempa 2018 lalu. Karena ada ancaman tsunami, para tamu dievakuasi ke lantai 6, lantai tertinggi di hotel tepi Pantai Anyer itu.
"Kita kasih makanan dan minuman, free flow buffet dinner, anak-anak kita kasih mainan," kata dia.
Namun ada juga beberapa tamu yang mendadak meminta check out pasca gempa, sebanyak 15 kamar. Usai peringatan tsunami dicabut, para tamu pun kembali ke kamar. Bangunan hotel menurut Doddy tidak rusak, namun pihak hotel tetap melakukan inspeksi bangunan.
"Tamu sudah kembali ke kamar masing-masing. Banten kan baru recovery dari gempa, sekarang ada gempa lagi. Besok karena weekend harapannya okupansi bisa 100 persen," pungkasnya.
Tempat Wisata Baru di Dieng Buat Hangatkan Badan
Bagi traveler yang ingin menghangatkan badan di dataran tinggi Dieng, datang saja ke destinasi baru ini. Namanya pemandian air hangat Bitingan.
Selain udaranya yang sejuk, air di pemandian tersebut jernih. Ditambah pemandangan ebun Carica yang menjadi salah satu buah khas di Dataran Tinggi Dieng.
Lokasinya pun tidak jauh dari tempat perhelatan Dieng Culture Festival (DCF). Hanya berjarak sekitar 5 Km dari lokasi DCF. Sayangnya, sampai saat ini tidak ada transportasi umum yang menghubungkan pemandian air hangat tersebut ke lokasi DCF.
"Kalau angkutan umum tidak ada. Kalau yang membawa kendaraan sendiri, wisatawan menuju arah barat ke Desa Kepakisan Kecamatan Batur, Banjarnegara," terang Kepala UPT Pengelolaan Objek Wisata Banjarnegara Aryadi Darwanto di Dieng, Jumat (2/8/2019).
Aryadi menjelaskan, wisata pemandian air hangat ini baru mulai beroperasi sejak libur Lebaran 2019 lalu. Sehingga, hingga saat ini belum banyak wisatawan yang datang.
"Sejauh ini baru ramai warga sekitar, untuk wisatawan belum banyak yang ke sini. Keunggulannya, airnya benar-benar jernih dan pemandangan alamnya bagus," ujarnya.
Untuk menikmati objek wisata ini, wisatawan cukup membayar tiket masuk sebesar Rp 3.000 per orang. Dengan biaya tersebut, wisatawan bisa menghangatkan tubuh hingga pukul 20.00 WIB.
"Di Dusun Bitingan sebenarnya ada dua pemandian air hangat. Satunya di antara kebun carica, satunya lagi di tengah pemukiman. Untuk yang baru ini berada di antara kebun carica," jelasnya.
Air hangat ini berasal dari Gunung Sipandu. Sebelumnya, air hangat ini hanya dimanfaatkan warga untuk menyirami tanaman. Aryadi menyampaikan, selain pemandian air hangat di Bitingan, juga ada pemandian air hangat di D'Qiano.
"Kalau di D'Qiano sudah banyak yang tahu dan sudah lama, lokasinya di dekat Kawah Sileri," kata dia.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar