Sabtu, 21 Desember 2019

Pantangan Kerja di Hari Minggu bagi Orang Miangas

Hari Minggu begitu dinanti untuk waktu istirahat, begitu pula di Miangas. Bedanya orang-orang di sini dilarang untuk melakukan aktivitas.

Tim ekspedisi detikcom bersama Bank BRI terus mengulik berbagai hal menarik dari Miangas, Kabupaten Talaud, Sulut. Salah satunya adalah tentang hari Minggu.

Waktu berjalan santai di Miangas, apalagi hari Minggu. Masyarakat yang biasanya berkebun atau melaut terlihat sepi dari peredaran.

Ah, mungkin warga sini memang memakai hari Minggu sebagai waktu istirahat. Belum lagi cuaca ekstrem di siang hari membuat pulau ini begitu terik, pikir saya.

Tapi ternyata ada alasan lain, yaitu adat. Mayoritas penduduk Miangas beragama kristen. Sehingga hari Minggu menjadi waktu penting untuk beribadah.

"Hari Minggu tidak bisa melakukan aktivitas kerja. Adatnya dari dulu dikhususkan untuk ibadah," ujar Ismael Essing, Mangkubumi 2 di Pulau Miangas.

Pulau ini hanya memiliki satu rumah rumah ibadah, Gereja Germita. Lonceng yang berdentang di pagi hari menandakan waktu tanda ibadah akan dimulai.

Warga berbondong-bondong menuju gereja. Ibadah berjalan dengan syahdu sampai selesai. Setelah keluar dari gereja, masyarakat akan langsung kembali ke rumah.

Selain beribadah, masyarakat dilarang untuk melakukan pekerjaan. Aktivitas yang boleh dilakukan hanyalah berolahraga atau menjemput sanak saudara di Bandara Miangas. Maklum, penerbangan ke dan dari Miangas hanya ada di hari Minggu.

Anak-anak yang biasanya ramai bermain pun sepi. Mereka diajarkan untuk menghormati hari Minggu mulai sejak dini. Bersama orang tua, mereka menghabiskan waktu bersama dalam rumah.

Inilah mengapa pulau di ujung utara Indonesia ini begitu senyap saat Minggu tiba. Masyarakat yang kental dengan ketetapan adat terus menjaga dan mematuhi nilai-nilai leluhur yang sudah diturunkan sejak dulu.

Namun traveler tak perlu khawatir. Karena kebiasaan ini tidak diwajibkan untuk diikuti oleh pendatang. Hanya saja, kamu bisa menghormati adat ini dengan bersantai di dalam rumah.

Ikuti terus berita tentang ekspedisi di pulau-pulau terdepan Indonesia di tapalbatas.detik.com!

Langkah GBK Memanjakan Warga Jakarta

Kawasan Gelora Bung Karno (GBK) merupakan salah satu favorit warga Jakarta untuk berolahraga. Ada beberapa langkah yang disiapkan GBK supaya kawasannya selalu menarik.

Tak dimungkiri, Gelora Bung Karno menjadi simbol dan ikon tempat olahraga di Indonesia. Rumah bagi Asian Games pada tahun 2018 itu tak ingin dikenang sebagai tempat olahraga saja.

Hal ini diungkapkan oleh Winarto, Direktur Utama Pusat Pengelola Kompleks GBK kepada detikcom, Jumat (27/9/2019). Selain tempat olahraga, GBK juga punya beragam event.

"GBK memang awalnya dibangun sebagai sarana olahraga. Kemudian setelah tahun 1970 berubah menjadi kawasan multifungsi. Ini bertujuan supaya kawasan GBK tetap hidup dan tidak ditinggalkan setelah event olahraga. Kita harus vberkaca kepada ngara-negara lain," ungkap Winarto.

Winarto berkaca kepada negara-negara lain yang stadionnya terbengkalai setelah event besar seperti olimpiade, atau pekan olahraga besar. Dan dia tidak ingin GBK bernasib sama, terbengkalai dan ditinggal begitu saja setelah event besar.

"Banyak stadion besar yang terbengkalai begitu saja karena tidak adanya putaran ekonomi di dalamnya. Kita GBK tidak ingin hal tersebut terjadi. Maka dari itu GBK terbuka untuk menyambut acara yang dil uar bidang olahraga," tambahnya.

Sejak dahulu, GBK telah menggeliat tidak hanya untuk event olahraga saja. Beragam acara seni, sosial budaya, politik dan religi pernah mengisi kawasan Gelora Bung Karno.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar