Setelah berselang 33 tahun, akhirnya ruang kontrol utama reaktor nuklir Chernobyl dibuka untuk turis. Inilah wajah kengerian yang sesungguhnya.
Nama reaktor nuklir Chernobyl kembali naik daun setelah diulas lewat seri HBO berjudul sama. Publik kembali diingatkan akan tragedi kemanusiaan pada 26 April 1986 silam, di mana ratusan ribu nyawa menghilang akibat bocornya reaktor nuklir tersebut.
Di satu sisi, tragedi kemanusiaan itu juga menarik minat para wisatawan yang penasaran. Berselang puluhan tahun, kini sejumlah area di Chernobyl mulai bisa dikunjungi wisatawan. Hanya perlu diingat, belum semua daerah bebas dari radiasi nuklir.
Namun, baru-baru ini ada kabar yang cukup menghebohkan. Dikumpulkan detikcom dari berbagai sumber, Jumat (4/10/2019), ruangan kontrol utama di unit empat yang jadi lokasi tragedi telah dibuka untuk umum seperti diberitakan media News Australia.
Bagi wisatawan yang ingin melihat wajah kengerian tersebut, akan dibekali masker wajah, baju anti radiasi serta sepatu boot industri. Tentunya ada prosedur keamanan yang harus ditaati demi keselamatan.
Bahkan dengan semua peralatan keselamatan itu, tiap kunjungan wisatawan ke area kontrol itu hanya dibatasi sekitar lima menit saja karena efek radiasi yang masih mematikan.
Menurut pengakuan para staff Chernobyl. ruang kontrol itu begitu menyeramkan. Bahkan, kunjungan lima menit sudah cukup untuk mengukir kengerian itu selamanya di dalam ingatan.
"Seri HBO meningkatkan kunjungan ke Chernobyl. Publik sekarang ingin melihat lebah dan kami akan memenuhi permintaan itu," ujar kepala State Agency of Ukraine untuk Division of Exclusion Zone, Vitaly Petruk.
Memenuhi tingginya permintaan wisatawan, Vitaly pun tengah mendesain 21 rute baru bagi wisatawan yang ingin berkunjung ke Chernobyl. Salah satunya adalah rute menuju ruang kontrol utama tersebut.
Mengintip Keindahan Air Terjun Limbong Miala & Mangngae di Polman
Sebagai salah satu daerah agraris, Kabupaten Polewali Mandar, yang terletak di Provinsi Sulawesi Barat, memiliki kekayaan potensi wisata alam yang sayang untuk dilewatkan. Salah satunya di Desa Kalimbua, Kecamatan Tapango.
Desa yang hampir sebagian besar penduduknya menggantungkan hidup dari hasil berkebun buah kakao ini, memiliki destinasi wisata alam berupa air terjun bernama Air Terjun Limbong Miala dan Air Terjun Mangngae, yang lokasinya terpisah jarak hanya sekitar 100 meter saja.
Untuk menjangkau kedua lokasi destinasi wisata alam ini tidaklah sulit. Hanya berjarak sekitar 15 kilometer dari Kecamatan Wonomulyo, yang menjadi Pusat Perdagangan Kabupaten Polewali Mandar, dengan waktu tempuh sekitar 20 menit saja, baik menggunakan kendaraan roda dua maupun roda empat. Setelah itu, perjalanan dilanjutkan dengan berjalan kaki selama lima menit , melewati areal perkebunan warga.
Air Terjun Limbong Miala memiliki ketinggian sekitar 10 meter, yang diapit oleh bebatuan besar dan pepohonan tinggi. Di kaki air terjun ini terdapat kolam alam dengan kedalaman mencapai empat meter. Warga yang ingin bermain di sekitar air terjun ini, disarankan lebih berhati-hati, untuk mengantisipasi terjadinya hal tidak diinginkan, apalagi bagi warga yang belum bisa berenang.
Bagi warga setempat, penamaan Limbong Miala yang jika diartikan berarti sungai yang mengambil (korban) ternyata memiliki cerita sendiri yang telah diketahui secara turun temurun.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar