Pemerintah melaporkan penambahan 8.844 kasus baru COVID-19 yang terkonfirmasi pada hari Sabtu (13/2/2021). Total pasien terkonfirmasi saat ini 1.210.703 kasus COVID-19.
DKI Jakarta menjadi provinsi dengan penambahan kasus COVID-19 tertinggi yakni 3.018, disusul Jawa Barat dengan 1.737 kasus, dan Jawa Tengah sebanyak 763 kasus.
Detail perkembangan virus Corona Sabtu (13/2/2021), adalah sebagai berikut:
Kasus positif bertambah 8.844 menjadi 1.210.703
Pasien sembuh bertambah 11.919 menjadi 1.016.036
Pasien meninggal bertambah 280 menjadi 32.936
Tercatat sebanyak 37.816 spesimen diperiksa hari ini di seluruh Indonesia, sedangkan jumlah suspek sebanyak 79.653.
Sebaran 8.844 kasus baru Corona di Indonesia pada Sabtu (13/2/2021).
DKI Jakarta: 3.018 kasus
Jawa Barat: 1.737 kasus
Jawa Tengah: 763 kasus
Jawa Timur: 560 kasus
Sulawesi Selatan: 381 kasus
Kalimantan Timur: 318 kasus
NTT: 235 kasus
Bali: 156 kasus
Sumatera Utara: 154 kasus
Kalimantan Selatan: 144 kasus
Kalimantan Utara: 139 kasus
Bangka Belitung: 133 kasus
Banten: 114 kasus
DI Yogyakarta: 113 kasus
Kalimantan Tengah: 101 kasus
Sulawesi Barat: 95 kasus
Sulawesi Utara: 84 kasus
Sumatera Barat: 81 kasus
Sulawesi Tengah: 77 kasus
Lampung: 75 kasus
Maluku: 74 kasus
Sumatera Selatan: 57 kasus
Papua: 55 kasus
Riau: 47 kasus
Jambi: 33 kasus
Maluku Utara: 27 kasus
Kepulauan Riau: 20 kasus
NTB: 17 kasus
Kalimantan Barat: 10 kasus
Bengkulu: 9 kasus
Sulawesi Tenggara: 8 kasus
Papua Barat: 8 kasus
Gorontalo: 4 kasus
Aceh: 1 kasus
https://nonton08.com/movies/ghostbusters-2/
Pakai Aplikasi Ini Bisa Video Call Dokter hingga Deteksi Detak Jantung
Di masa pandemi ini aktivitas semua orang dibatasi, tak terkecuali konsultasi penyakit ke dokter sehingga kian marak konsultasi secara virtual. Namun konsultasi medis secara virtual ini biasanya tidak dibarengi dengan pemeriksaan fisik sehingga kadang hasil pemeriksaan dianggap kurang maksimal. Adapun pemeriksaan fisik, bila benar-benar diperlukan, seseorang tetap diarahkan untuk ke rumah sakit atau puskesmas.
Menghadapi permasalahan ini, CEO Itommey Group, Meila Prafitria menyebut pihaknya menghadirkan solusi konsultasi medis via video call melalui aplikasi Online Medis. Konsultasi dengan cara ini disebut memiliki beragam keuntungan, salah satunya karena bisa melihat raut muka pasien.
"Aplikasi Online Medis memiliki fitur deteksi detak jantung dan dokter dapat mengetahui rata-rata detak jantung pasien, dengan video call, dokter juga bisa melihat raut muka pasien," ujarnya dalam acara Launching Online Medis di Harris Hotel & Convention, Bekasi, Sabtu (13/2/2021).
Selain itu menurutnya dokter juga dapat melihat riwayat medis pasiennya jika pasien sudah lebih dari satu kali berobat di Online Medis. Dokter juga dapat memberikan surat rujukan cek laboratorium atau rontgen jika diperlukan.
Pemeriksaan fisik kesehatan pun bisa dilakukan tanpa harus ke instansi kesehatan sehingga seseorang akan lebih aman dari risiko penularan virus berbahaya ketika berada di luar rumah. Meila mengaku aplikasinya memang belum sesempurna pemeriksaan fisik, namun setelah launching perdana ini ia menyebut pihaknya akan terus mengembangkan fitur pada aplikasi Online Medis.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar