Sabtu, 13 Februari 2021

Sah! Wishnutama Jadi Komut Telkomsel

 Wishnutama Kusubandio resmi jadi Komisaris Utama Telkomsel. Telkom dan Singtel selaku pemegang saham Telkomsel telah menyetujui pengangkatan mantan Menteri Parekraf itu menjadi Komut Telkomsel.

Keputusan ini berlaku efektif mulai 11 Februari 2021. Selain mengangkat Komisaris Utama yang baru, juga terdapat perubahan susunan manajemen Telkomsel.


SVP Corporate Communication & Investor Relation Telkom, Ahmad Reza menyampaikan, manajemen Telkom Group menyambut baik kehadiran Wishnutama sebagai Komisaris Utama Telkomsel.


"Merupakan hal yang baik bagi Telkom Group khususnya Telkomsel, mengingat beliau merupakan orang yang paham tentang teknologi digital dan sudah memiliki cukup banyak pengalaman di industri digital tersebut," ujar Ahmad Reza kepada detikINET, Kamis (11/2/2021).


Ahmad Reza melanjutkan sebagai perusahaan terbuka yang dual listing di Bursa Efek Indonesia (BEI) dan New York Stock Exchange (NYSE) Telkom Group senantiasa berpegang teguh pada azas kepatuhan dan Good Corporate Governance, serta secara konsisten menjalankan keterbukaan informasi kepada publik.


"Diharapkan ini dapat menjadi harapan baru yang mampu mendukung langkah pengembangan strategi Telkomsel sebagai perusahaan telekomunikasi digital terdepan untuk kemajuan bangsa," ucapnya menambahkan.

https://nonton08.com/movies/wifes-sponsor/


Borong Bitcoin, Elon Musk dan Tesla Dikritik Tajam


 Elon Musk dikenal sebagai tokoh yang mempopulerkan teknologi ramah lingkungan, terutama dengan mobil listrik Tesla. Namun aksi Tesla memborong bitcoin senilai USD 1,5 miliar membuat Musk jadi sasaran kritikan. Kenapa?

Pembelian bitcoin itu membuat harganya melonjak karena semakin diburu. Namun demikian, situasi ini dikhawatirkan membuat penggunaan listrik semakin boros. Sebabnya, mata uang digital itu ditambang dengan komputer yang haus energi.


Energi listrik sangat bergantung pada bahan bakar fosil, terutama batu bara. Prosesnya pun menghasilkan banyak polusi. Dengan semakin maraknya aktivitas penambangan, konsumsi listrik pun bakal kian besar.


Dikutip detikINET dari Reuters, Kamis (11/2/2021), produksi bitcoin diperkirakan menghasilkan antara 22 sampai 22,9 juta metrik ton emisi karbondioksida setiap tahun berdasarkan studi tahun 2019 oleh jurnal ilimah Joule. Itu setara dengan emisi yang dihasilkan Yordania dan Sri Lanka.


Dengan mempromosikan bitcoin, Elon Musk dan Tesla justru seakan menodai misi mereka dalam mempromosikan energi bersih. "Kami tentu saja sangat cemas soal level emisi karbondioksida yang dihasilkan penambangan bitcoin," kata Ben Dear, CEO Osmosis Investment Management yang menjadi salah satu pemegang saham Tesla.


Dia berharap Tesla akan transparan dalam menangani investasi bitcoin yang mereka lakukan. "Jika mereka terus membeli atau mulai menambang bitcoin, mereka perlu memasukkan data konsumsi energi yang relevan," imbuhnya.


Memang bisa jadi Musk dan Tesla akan mempromosikan penambangan bitcoin yang lebih ramah lingkungan. Akan tetapi dalam jangka pendek, penambangan bitcoin tentu masih akan menggunakan metode lama.


Pakar yang optimis yakin Musk akan punya solusi. "Saya pikir akan ada usaha konkret dari industri bitcoin untuk lebih ramah lingkungan. Tesla adalah salah satu perusahaan paling hijau di planet ini, jadi saya yakin mereka akan menemukan caranya," kata SJ Oh, pendiri perusahaan bitcoin ramah lingkungan Pow.re.

https://nonton08.com/movies/swapping-my-wifes-friend/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar