Kamis, 11 Februari 2021

Tahun Baru Imlek 2021, Trafik Internet Diperkirakan Naik 5%

 Meski situasi masih pandemi virus Corona (COVID-19) XL Axiata memperkirakan ada peningkatan trafik data hingga 5% dibandingkan hari biasa pada saat Tahun Baru Imlek 2021 ini.

Menghadapi lonjakan trafik data tersebut, XL melakukan serangkaian persiapan, walau potensi kenaikan trafik yang terjadi relatif tidak terlalu tinggi. Disampaikan Direktur & Chief Technology Officer XL Axiata I Gede Darmayusa, upaya tersebut untuk kenyamanan masyarakat selama perayaan Imlek tahun ini.


"Kapasitas jaringan kami siapkan hingga dua kali lipat. Peningkatan trafik akan lebih banyak terjadi di layanan data, sementara potensi kenaikan trafik layanan percakapan (voice) kami perkirakan hanya sekitar 2%," ujar Gede.


"Sementara itu dari layanan SMS tidak akan mengalami kenaikan. Dibandingkan dengan perayaan tahun sebelumnya, konsumsi data tahun ini diprediksi lebih besar karena perubahan pola aktivitas masyarakat selama masa pandemi yang lebih banyak menghabiskan waktu di rumah," kata Gede menambahkan.


Sama seperti tahun sebelumnya, kenaikan trafik tahun di jaringan XL ini pun diprediksi akan terjadi di beberapa kota yang menjadi pusat perayaan Imlek terbesar di Indonesia antara lain di Singkawang, Pontianak, Medan, Semarang, Bandung, dan Jakarta.


Dari jenis layanan, trafik layanan streaming secara umum diprediksi mengalami peningkatan sekitar 5-10%. Selain itu, layanan seperti Video Conference Call, Game Online, Web Browsing, dan Instant Messaging (IM) akan turut mengalami peningkatan. Hal ini tidak terlepas dari aktivitas pelanggan dan masyarakat yang memang masih dilakukan dari rumah guna menghindari paparan COVID-19.


Peningkatan trafik pengguna data diprediksikan akan terjadi di beberapa daerah penyangga di Jawa Tengah yaitu Kabupaten Jepara, Pati, Kudus, Grobogan, dan Karanganyar. Selain itu, peningkatan yang sama diprediksi akan turut terjadi di Kabupaten Serdang Bedagai dan Simalungun di Sumatera Utara.


"Kami perkirakan peningkatan trafik terbesar nantinya akan terjadi di kawasan pemukiman mengingat kita masih berada dalam situasi pandemi dan masih rawannya bencana alam. Selain memastikan layanan terbaik menghadapi Imlek tahun ini, kami pun akan terus memantau dan memberikan perhatian lebih kepada sejumlah daerah rawan bencana di Indonesia," tutur Gede.


Selama perayaan Imlek nanti, operator seluler yang identik warna biru ini akan memberikan perhatian penuh pada kualitas jaringan di sejumlah kawasan pemukiman dan pusat perbelanjaan.


Sejumlah antisipasi guna menghadapi kondisi darurat bencana alam juga telah disiapkan. Langkah antisipasi tersebut, antara lain berupa menyiapkan genset lengkap dengan bahan bakarnya di area-area rawan bencana, serta kesiapan melakukan rekayasa pengalihan jaringan di area yang terganggu.


Sementara itu, guna melayani pelanggan yang membutuhkan dukungan layanan selama perayaan Imlek, tim layanan pelanggan XL juga telah siap. Pelanggan bisa menghubungi petugas call center selama 24 jam, melalui 817, 818 dan 838 serta channel layanan berbasis digital.

https://movieon28.com/movies/sea-breeze-unfaithful-woman/


Tak Ingin Kalah Saing dengan TikTok, Instagram Reels Ubah Algoritma


Ingin saingi kepopuleran TikTok, Instagram pun merilis fitur yang serupa dengan TikTok yakni Reels. Sayangnya pengguna masih lebih menyukai merekam video dengan TikTok yang kemudian diunggah ke dua platform sekaligus TikTok dan Reels.

Tindakan tersebut masuk akal mengingat untuk menjangkau media sosial. Namun Instagram tampaknya tak menyukai cara pengguna menggunakan Reels yang dijadikan sebagai platform sekunder.


Hal ini lah Instagram mengatakan akan membuat perubahan pada algoritma di Reels yang akan mendeteksi watermark TikTok dalam video yang diunggah pengguna ke Reels. Algoritma ini tak akan merekomendasikan video Reels tersebut kepada pengguna.


Instagram pun tidak akan menyembunyikan atau membayangi video pengguna. Melainkan Instagram tidak secara aktif mempromosikan video tersebut. Video akan tetap muncul di profil pengguna dan pengikut akan bisa melihatnya.


Tapi, jika pengguna berharap jika video yang dari TikTok untuk diperhatikan di bagian Reels pada aplikasi, pengguna kurang beruntung.


"Kami mengembangkan apa yang telah kami pelajari dari jelajahi untuk merekomendasikan video yang menyenangkan dan menghibur di tempat-tempat seperti tab Reels, dan mempersonalisasi pengalaman," kata Juru Bicara Instagram Devi Narashimhan yang dilansir detiKINET dari Ubergizmo, Rabu (10/2/2021).


"Kami menjadi lebih baik dalam menggunakan sinyal peringkat yang membantu kami memprediksi apakah orang akan menganggap Reels menghibur dan apakah kami harus merekomendasikannya," lanjutnya.

https://movieon28.com/movies/hole-in-law-2/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar