Kamis, 11 Februari 2021

Kasus Pembunuhan Terungkap dari Data Apple Health

 Aplikasi Apple Health sejatinya berfungsi untuk mencatat data kesehatan penggunanya. Namun dalam kasus ini, data tersebut bisa mengungkap sebuah kasus pembunuhan.

Kasus ini terjadi pada 2018, di mana seorang wanita bernama Kat West ditemukan tewas di rumahnya dengan luka memar di kepala. Menurut Jeff West, suaminya, kematian istrinya itu terjadi karena terjatuh akibat mabuk saat si suami sedang tidur.


Namun dalam investigasi lebih lanjut, tim penyidik menemukan kalau Jeff ternyata berbohong. Awalnya ia menyebut kalau antara pukul 22.30 sampai 05.15 ia sedang tidur, namun aplikasi Health di iPhone miliknya menyatakan kebalikannya.


Dalam aplikasi tersebut tercatat kalau Jeff berjalan sebanyak 18 langkah antara pukul 23.03 sampai 23.10. Sementara data Health di iPhone Kat menyebutkan kalau ia tak lagi bergerak setelah pukul 22.54. Ini bertolak belakang dengan pernyataan Jeff, yang juga seorang ahli forensik, yang menyatakan ia sedang tidur pada rentang waktu itu.


Sidik jari Jeff pun ditemukan pada sebuah botol yang dipakai untuk memukul kepala istrinya. Penyidik percaya kalau Jeff membunuh istrinya setelah mereka bertengkar, dan Jeff mengatur tempat kejadian perkara untuk membuat dirinya terlihat tak bersalah.


Berkat data dari aplikasi Apple Health ini, Jeff dijatuhi hukuman 16 tahun penjara, yang sudah dijalaninya selama tiga tahun, demikian dikutip detikINET dari Macrumors, Rabu (10/2/2021).


Ada banyak kisah unik yang melibatkan perangkat mobile, baik itu ponsel atau sekadar jam tangan pintar. Sebelumnya ada juga kisah Heather Henderson dari Pomona, Kansas yang menerima notifikasi dari Apple Watch-nya, yang menyebutkan detak jantungnya di atas 120 per menit.


Hari berikutnya, Henderson dibawa ke klinik darurat sebagai tindakan pencegahan, yang menghasilkan diagnosis hipertiroidisme. Berkat itu, nyawanya terselamatkan.

https://movieon28.com/movies/gadis/


Pengembang Game Cyberpunk 2077 Kena Serangan Ransomware


- CD Projekt Red, pengembang game Cyberpunk 2077 menjadi korban serangan ransomware oleh hacker yang mengklaim telah berhasil mengakses jaringan internalnya, mengenkripsi beberapa perangkat, dan mengumpulkan data tertentu.

Dalam postingan di akun Twitter resminya, CD Projekt membagikan surat tebusan yang ditinggalkan oleh hacker. Dalam suratnya, hacker mengklaim telah memiliki salinan source code untuk beberapa game populer buatan CD Projekt, termasuk Cyberpunk 2077, The Witcher 3 dan Gwent.

Hacker juga mengancam akan merilis source code tersebut bersama dokumen hukum internal, kepegawaian, dan keuangan jika permintaannya tidak dipenuhi.


CD Projekt diberi waktu 48 jam oleh hacker untuk menghubungi mereka tapi perusahaan mengatakan mereka tidak akan bernegosiasi atau memenuhi permintaan tersebut.


"Kami tidak akan tunduk pada tuntutan atau bernegosiasi dengan aktor tersebut, meski menyadari ini mungkin akan berujung pada dirilisnya data yang dibobol," kata CD Projekt dalam unggahannya di Twitter, seperti dikutip dari The Guardian, Rabu (10/2/2021).


"Kami mengambil langkah yang diperlukan untuk mengatasi konsekuensi dari rilis tersebut, khususnya dengan mendekati pihak mana pun yang mungkin terpengaruh karena pembobolan tersebut," sambungnya.

https://movieon28.com/movies/death-in-desert/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar