SpaceX sukses meluncurkan prototipe roket Starship SN9 dalam penerbangan uji coba. Tapi uji coba tersebut berakhir dengan ledakan saat proses pendaratan.
Dalam uji coba yang berlangsung di fasilitas SpaceX di Boca Chica, Texas, Selasa (2/2) waktu setempat, roket Starship SN9 berhasil terbang hingga ketinggian 10 km, sedikit lebih rendah dibandingkan penerbangan roket SN8 pada Desember lalu yang mencapai ketinggian 12 km.
Setelah mencapai ketinggian tersebut, SN9 mematikan ketiga mesinnya dan mulai jatuh bebas ke Bumi, memiringkan sisinya untuk menguji flap aerodinamis yang baru dan mencoba manuver 'belly flop'. Jika semua manuver itu berjalan lancar, roket SN9 akan mendarat dengan sukses dalam posisi vertikal.
Tapi, roket SN9 malah jatuh menghujam tanah dengan sudut kemiringan 45 derajat dan langsung meledak seperti akhir uji coba roket SN8.
"Kami memiliki, sekali lagi, penerbangan hebat lainnya ... kami hanya harus mengerjakan pendaratannya sedikit lagi," kata engineer SpaceX John Insprucker dalam livestream uji coba SN9, seperti dikutip dari CNBC, Rabu (3/2/2021).
Meski Starship SN9 memiliki nasib yang sama seperti SN8 dua bulan yang lalu, SpaceX melihat uji coba ini sebagai sebuah kemajuan. Bahkan SpaceX sudah menyiapkan prototipe SN10 yang terparkir di dekat landasan peluncuran saat uji coba SN9 berlangsung.
"Kami mendapatkan banyak data yang bagus, dan mencapai tujuan utama untuk mendemonstrasikan kembali reentry kendaraan dan subsonic," kata Insprucker.
Meski SpaceX optimis dengan hasil uji coba SN9, Federal Aviation Administration (FAA) mengatakan akan langsung menyelidiki insiden ledakan ini.
"Walau ini adalah uji coba tanpa awak, investigasi ini akan mengidentifikasi penyebab utama dari kecelakaan hari ini dan kemungkinan peluang untuk lebih meningkatkan keselamatan saat program berkembang," kata FAA kepada CNBC.
FAA sebelumnya juga menyelidiki uji coba SN8 yang berakhir dengan ledakan karena SpaceX disebut melanggar lisensi penerbangan. Karena investigasi ini, uji coba SN9 harus ditunda dan membuat CEO SpaceX Elon Musk meradang.
Saat memberikan lampu hijau untuk peluncuran SN9, FAA menjelaskan pelanggaran apa yang dilakukan SpaceX. Rupanya sebelum SN8 diluncurkan, SpaceX meminta batas keamanan publik agar dibebaskan yang kemudian ditolak oleh FAA. Tapi SpaceX tetap meluncurkan uji coba tersebut tanpa persetujuan FAA.
Musk sebelumnya mengatakan roket Starship akan bisa menerbangkan astronaut di 2020, tapi ia mengakui roket ini masih harus melakukan ratusan misi sebelum bisa layak terbang.
Dengan roket Starship, SpaceX bercita-cita membuat roket yang sepenuhnya bisa dipakai ulang, mirip seperti pesawat terbang komersial yang hanya perlu diisi ulang bahan bakarnya sebelum terbang.
https://trimay98.com/movies/japanese-woman-is-cheap-in-the-next-room/
Vivo Perkuat Posisinya dalam Jajaran Brand Smartphone Terbaik Dunia
Di tengah terjangan pandemi COVID-19 sepanjang tahun 2020, Vivo masih bisa mempertahankan performa bisnis yang positif. Hal itu membuat Vivo mengukuhkan posisinya dalam lima besar brand smartphone terbaik di level global.
Berdasarkan data IDC, selama tahun 2020 secara akumulatif Vivo mendistribusikan 111,7 juta unit smartphone ke berbagai negara. Jumlah tersebut tercatat tumbuh positif 1,5 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Vivo membuktikan bisnisnya masih tetap tumbuh positif di tengah krisis ekonomi global, yang mengakibatkan jumlah distribusi smartphone di level global terpangkas negatif 5,9 persen dibandingkan tahun 2019.
Pencapaian tersebut mengantarkan Vivo menduduki posisi lima besar pasar smartphone dunia. Brand smartphone asal Guangdong, China ini meraih 8,6 persen pangsa pasar smartphone global.
Di level regional, saat ini Vivo menduduki peringkat kedua pasar smartphone China. Pada Q3-2020, Vivo memperoleh 17,8 persen pangsa pasar di Negeri Tirai Bambu. Sementara itu, di India Vivo menempati urutan ketiga dan pertumbuhan penjualannya menyentuh 19 persen secara YoY pada Q3-2020.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar