Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengimbau publik untuk mulai mengurangi metode pembayaran menggunakan uang tunai jika memungkinkan. Uang kertas dikhawatirkan bisa berisiko menyebarkan virus corona Covid-19.
Mengutip Telegraph, jika tak memungkinkan untuk menghindari penggunaan uang kertas, alangkah baiknya untuk selalu mencuci tangan usai menyentuh uang tersebut.
Hal ini untuk meminimalisir risiko tertular virus corona Covid-19 yang diklaim bisa bertahan dalam benda mati selama beberapa hari. Meski begitu belum ada penelitian lebih lanjut terkait hal tersebut.
Melansir The Sun, pihak Bank of England juga mengaku kalau uang tunai dapat membawa bakteri atau virus. Pertengahan bulan lalu, bank sentral Tiongkok menghancurkan uang tunai yang berpotensi terinfeksi virus corona Covid-19.
Uang kertas yang dihancurkan utamanya yang berasal dari daerah berisiko tinggi terinfeksi Covid-19 seperti Wuhan. Semua bank di Tiongkok pun diminta mendisinfeksi uang kertas dengan sinar ultraviolet dan ditempatkan di ruangan yang suhunya tinggi.
Lalu, uang tersebut wajib disimpan selama tujuh hingga 14 hari sebelum dilepas ke konsumen. Tidak diketahui secara pasti berapa lama virus corona dapat bertahan hidup di luar tubuh manusia. Namun beberapa mengklaim kalau virus tersebut dapat bertahan hidup di benda mati hingga sembilan hari pada suhu kamar.
Masker Bekas Sebaiknya Digunting Sebelum Dibuang, Ini Alasannya
Banyak diburu masyarakat akibat virus corona COVID-19 membuat masker mengalami kelangkaan di pasaran. Tentu hal ini bisa saja dimanfaatkan oleh beberapa oknum untuk meraup keuntungan, salah satunya adalah mendaur ulang masker bekas agar bisa dijual kembali.
Menurut dokter spesialis okupasi dari departemen ilmu kedokteran komunitas Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI), Dr dr Dewi Sumaryani Soemarko, MS, SpOk, masker yang telah digunakan sebaiknya dirusak terlebih dahulu sebelum dibuang.
"Orang Indonesia itu sangat kreatif, jadi artinya masker yang sudah dipakai itu kamu rusak-rusak kalau perlu dirobek-robek supaya tidak bisa digunakan dan diolah lagi," kata dr Dewi, Kamis (5/3/2020).
Menurutnya masker bekas yang didaur ulang, jika digunakan kembali bisa menyebabkan berbagai macam penyakit.
"Misalnya kebetulan yang bekas pakai masker itu orang sakit TBC atau infeksi paru kan semua (virus) itu di situ. Artinya kalau sampai seperti itu kita malah menghirup (virus) lagi," tuturnya.
Hati-hati, Ini Risikonya Kalau Berlebihan Pakai Hand Sanitizer
Belakangan ini hand sanitizer langka di pasaran akibat banyak diburu orang untuk mencegah penularan virus corona COVID-19. Meski kerap disebut lebih efektif daripada mencuci tangan pakai air dan sabun, nyatanya menggunakan hand sanitizer terlalu sering bisa menyebabkan kulit menjadi kering.
Dokter spesialis okupasi dari departemen ilmu kedokteran komunitas FKUI, Dr dr Dewi Sumaryani Soemarko, MS, SpOk, mengatakan sebaiknya penggunaan hand sanitizer tidak lebih dari lima kali dalam sehari.
"Kalau sudah lima kali cuci tangan pakai hand sanitizer itu tangan kita terasa seperti aneh dan kering. Nah kalau sudah kaya begitu baiknya cuci tangan pakai air dan sabun," kata dr Dewi, Kamis (5/2/2020).
Menurutnya kandungan alkohol dalam hand sanitizer jika terlalu sering digunakan bisa membuat kulit menjadi kering.
"Ada alkoholnya jadi zat-zat yang seperti itu ada efek ke kulit yaitu kulit jadi kering. Kalau kulit lebih kering berarti kulit akan mudah luka," jelas dr Dewi.
"Jadi kamu menyelesaikan yang itu tapi nggak menyelesaikan yang lain dan ini malah tambah masalah," tuturnya.
https://indomovie28.net/bathroom-cry/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar