Sabtu, 08 Mei 2021

Sempat Disebut Varian Kongo, WNI Mojokerto Dipastikan Kena Corona B117

 Dinas Kesehatan Jawa Timur meluruskan informasi simpang-siur tentang kasus virus Corona yang sempat disebut varian Kongo. Meski dialami Warga Negara Indonesia (WNI) di Mojokerto sepulang dari Kongo, dipastikan virusnya adalah varian B117 atau sering disebut varian Inggris.

"Variannya B117, tapi beliau [pasien] datang dari kegiatan di Kongo," kata Kepala Dinkes Jatim dr Herlin Ferliana saat dikonfirmasi CNNIndonesia.com, Kamis (6/5/2021).


Informasi senada juga disampaikan oleh Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung (P2PML) dr Siti Nadia Tarmizi. Menurut dr Nadia, varian B117 punya karakteristik yang bisa memperparah gejala COVID-19.


"Corona B117 menyebabkan penularan yang lebih cepat artinya berpotensi menjadi superspreader, mempengaruhi tingkat keparahan penyakit, gejala orang yang terinfeksi dari tingkat ringan ke parah, dan berujung pada kematian," jelas dr Nadia kepada detikcom.


Meski demikian, dr Herlin memastikan pasien yang dimaksud saat ini sudah negatif. Hasil tracing menunjukkan, tidak terjadi penularan dari kasus varian B117 tersebut.


Pada Kamis (6/5/2021), dr Herlin mengungkap temuan kasus COVID-19 pada WNI yang baru datang dari perjalanan dinas ke Kongo, Afrika. Kasus tersebut ditemukan di Kabupaten Mojokerto dan saat ini sudah sembuh.

Pengelompokan varian COVID-19

Dari berbagai varian virus Corona yang ada saat ini, Organisasi Kesehatan Dunia WHO saat ini mencatat 3 varian yang masuk kategori Variant of Concern (VOC). Ketiganya adalah:


B117 atau varian Inggris

B1351 atau varian Afrika

P1 atau varian Brazil.

Sementara itu, varian Corona B1617 atau varian India yang juga sudah ditemukan di DKI Jakarta, dikategorikan sebagai Variant of Interest (VOI). Kategori ini diindikasikan memiliki mutasi yang berpengaruh pada karakteristik virus, tetapi masih butuh bukti dan penelitian lebih lanjut untuk memastikan.

https://nonton08.com/movies/dirty-weekend/


Agar Tak Cepat Haus Lagi, Sebaiknya Minum Apa Saat Sahur?


 Menjaga dan mengatur asupan makanan dan minuman yang masuk ke tubuh selama menjalankan puasa di bulan Ramadhan merupakan hal yang penting. Hal itu dilakukan agar kesehatan tubuh tetap terjaga meski tubuh tidak mendapatkan makanan dan minuman selama 12 jam lebih.

Selain itu, kini umat muslim di seluruh dunia juga menjalankan bulan puasa di tengah kondisi pandemi COVID-19. Dalam kondisi tersebut, penting untuk imunitas tubuh tetap terjaga agar tidak terinfeksi virus corona.


Tingkat cairan tubuh berpengaruh kepada kondisi dan ketahanan tubuh untuk melakukan aktivitas sepanjang hari. Mengonsumsi cairan yang cukup dapat menghindarkan tubuh dari sakit kepala, dehidrasi, pusing dan kelelahan.


Canel Oner seorang ahli diet dari Universitas Medipol mengatakan bahwa seseorang harus minum minimal 2 liter air setiap hari, maka saat berbuka puasa harus minum satu atau dua gelas air dan kemudian minum sisanya sampai sahur.


Seringkali saat membahas asupan selama berpuasa, orang-orang berfokus kepada makanan apa saja yang baik untuk dikonsumsi selama berpuasa. Tetapi, menyepelekan minuman yang masuk ke dalam tubuh.


Beberapa orang menganggap apa yang membuat dahaga atau rasa haus hilang, otomatis dianggap cukup untuk dapat dikonsumsi selama menjalankan puasa.


Padahal beberapa minuman justru harus dihindari untuk kelancaran menjalankan puasa seharian. Sedangkan, beberapa minuman lainnya juga diketahui memberikan kesegaran yang lebih lama pada tubuh.

https://nonton08.com/movies/everyday-is-valentine/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar