Selasa, 11 Mei 2021

Tsunami COVID-19, 'Crazy-Rich' India Kabur Pakai Jet Pribadi

  Crazy-rich India rela membayar harga tinggi demi melarikan diri dari negaranya setelah tsunami COVID-19 melanda negeri Bollywood itu.

Dalam sepekan terakhir, India terus menerus mencatat rekor kasus baru dan rekor kematian virus Corona yang membuat fasilitas rumah sakit juga krematorium kewalahan karenanya.


Angka-angka kasus baru yang fantastis membuat orang kaya di India membayar puluhan bahkan ratusan juta untuk penerbangan menit terakhir dan jet pribadi sesaat sebelum pembatasan perjalanan diberlakukan.


Dikutip dari Business Insider, salah satu tujuan populer adalah Uni Emirat Arab yang jaraknya tidak terlalu jauh dari negara itu. Belakangan, Uni Emirat Arab melarang pelancong India untuk memasuki negaranya.


Seorang juru bicara perusahaan charter Air Charter Service India mengatakan kepada AFP bahwa jumlah minat terhadap jet pribadi "benar-benar gila".


"Kami memiliki 12 penerbangan menuju Dubai besok dan setiap penerbangan benar-benar penuh," katanya.


Penyedia jet pribadi lainnya, Enthrall Aviation, mengatakan pihaknya telah kewalahan dengan ratusan pertanyaan selama beberapa hari terakhir.


Menurut Sunday Times, setidaknya delapan jet pribadi diterbangkan ke Inggris dari India dalam 24 jam terakhir karena Inggris menerapkan larangan perjalanannya sendiri di negara itu. Dilaporkan bahwa jet mungkin dihargai lebih dari £100.000 atau sekitar Rp 1.988.310.277 untuk disewa dalam penerbangan sembilan jam.


India tengah menghadapi gelombang kedua virus Corona yang menghancurkan. Bahkan dilaporkan setiap empat menit, satu orang pasien COVID-19 meninggal dunia.

https://kamumovie28.com/movies/underworld-awakening/


Vaksin Sinopharm Dapat Lampu Hijau dari WHO, Kabar Baik bagi RI?


WHO telah memasukan vaksin COVID-19 Sinopharm ke daftar penggunaan darurat sekaligus memberikan lampu hijau untuk vaksin ini untuk diluncurkan secara global. Koordinator PMO Komunikasi Publik KPCPEN Arya Sinulingga menyambut baik keputusan WHO tersebut.

Menurut Arya, hal ini tentu akan mempermudah penyediaan stok vaksin, dengan begitu upaya vaksinasi bisa berlangsung dengan baik. Arya pun berharap masyarakat tidak ragu untuk divaksin.


"Dengan begitu kita berharap herd immunity bisa segera tercapai," ujar Arya dalam keterangan tertulis, Senin (10/5/2021).


"Dengan divaksinasi, tidak hanya melindungi diri sendiri, tapi juga orang sekitar kita," tambahnya.


Dia menambahkan, sejauh ini Pemerintah Indonesia telah mengamankan vaksin sejumlah 75.910.500 juta dosis vaksin. Adapun rincian dosis vaksin yaitu Sinovac 68.500.000 dosis, AstraZeneca COVAX 6.410.500 dosis dan Sinopharm 1 juta dosis.


Dalam situs resmi WHO menyebutkan penambahan vaksin tersebut berpotensi mempercepat akses vaksin COVID-19 dengan cepat bagi negara-negara yang ingin melindungi petugas Kesehatan dan populasi yang berisiko.


Adapun Emergency Use Listing (EUL) adalah prasyarat untuk pasokan vaksin Fasilitas COVAX. Ini juga memungkinkan negara untuk mempercepat persetujuan peraturan mereka sendiri untuk mengimpor dan mengelola vaksin COVID-19.


Sebelumnya, Badan POM juga telah memberikan izin penggunaan darurat/Emergency Use Authorization (EUA) untuk vaksin COVID-19 produksi Sinopharm. Kepala Badan POM RI, Penny K. Lukito menuturkan vaksin COVID-19 produksi Sinopharm sebelumnya telah menjalani uji klinik fase 3 di Uni Emirat Arab dan beberapa negara lainnya dengan 42.000 subjek uji.


Hasilnya, vaksin Sinopharm menunjukkan efikasi sebesar 78,02% dan pengukuran imunogenisitas setelah 14 hari penyuntikan dosis kedua, seropositive rate (persentase subjek yang terbentuk antibodi) netralisasi adalah 99,52% pada orang dewasa dan 100% pada lansia.


Selain itu, Ia menambahkan secara umum keamanan vaksin dapat ditoleransi dengan baik dan frekuensi kejadian masing-masing efek samping tersebut adalah 0,01% (terkategori sangat jarang), serta pada usia di atas 60 tahun tidak ada laporan efek samping lokal grade 3.


Dari hasil Uji klinik tersebut, Penny mengatakan Badan POM bersama Tim Ahli dalam Komite Nasional Penilai Vaksin COVID-19, ITAGI (Indonesian Technical Advisory Group on Immunization), dan para klinisi terkait lainnya menyimpulkan vaksin tersebut memberikan profil keamanan dan efikasi yang baik.


"Berdasarkan hasil evaluasi tersebut, dan juga pertimbangan manfaat risiko, maka Badan POM telah menerbitkan persetujuan penggunaan pada masa darurat atau EUA pada 29 April 2021 dengan nomor EUA2159000143A2 untuk vaksin dengan kemasan 1 vial berisi 0,5 ml (1 dosis) vaksin," jelas Penny.

https://kamumovie28.com/movies/on-fire/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar