Federasi Palang Merah Internasional memperingatkan soal potensi ledakan kasus COVID-19 di kawasan Asia Pasifik.
Bahkan, PMI dunia juga khawatir rumah sakit dan sistem kesehatan di Asia Pasifik akan kolaps menghadapi ledakan kasus COVID-19.
Dikutip dari laman AP, kasus virus Corona di Asia Pasifik meledak lebih dari 5,9 juta infeksi baru dalam dua pekan terakhir.
Menurut PMI dunia, penyebaran infeksi COVID-19 di tujuh dari 10 negara paling banyak terjadi di Asia Pasifik.
PMI dunia mencontohkan bagaimana kasus infeksi COVID-19 berlipat ganda di Laos hanya dalam 12 hari. Sementara di India, lebih dari 23 juta kasus positif COVID-19 terkonfirmasi setelah virus varian baru.
Angka tersebut berlipat ganda dalam waktu kurang dari dua bulan. Senada dengan PMI dunia, Oxford University's Our World in Data juga merilis laporan yang menyatakan bahwa hanya dalam dua minggu terdapat lebih dari 5,9 juta kasus positif COVID-19 baru di kawasan Asia Pasifik.
Sementara, jumlah resmi di sebagian wilayah ini diyakini lebih sedikit dari yang sebenarnya.
https://nonton08.com/movies/lupin-the-third-alcatraz-connection/
DKI Tertinggi Lagi, Ini Sebaran 3.458 Kasus Baru COVID-19 di RI 13 Mei 2021
Per 13 Mei 2021, Indonesia melaporkan penambahan kasus baru positif COVID-19 sebanyak 3.458. Total pasien terkonfirmasi saat ini sejumlah 1.731.652.
DKI Jakarta menyumbang angka kasus positif terbanyak dengan total 785. Disusul Riau dengan total kasus 513, dan Jawa Tengah dengan total 480 kasus.
Detail perkembangan virus Corona per Kamis (13/5/2021), adalah sebagai berikut:
Kasus positif bertambah 3.458 menjadi 1.731.652
Pasien sembuh bertambah 4.201 menjadi 1.589.079
Pasien meninggal bertambah 99 menjadi 47.716
Tercatat sebanyak 31.550 spesimen diperiksa hari ini di seluruh Indonesia, sedangkan jumlah suspek sebanyak 87.578.
Sebaran 3.458 kasus baru Corona di Indonesia per Kamis (13/5/2021), sebagai berikut:
DKI Jakarta: 785 kasus
Riau: 513 kasus
Jawa Tengah: 480 kasus
Jawa Barat: 400 kasus
Jawa Timur: 148 kasus
DI Yogyakarta: 105 kasus
Kalimantan Barat: 103 kasus
Sumatera Selatan: 99 kasus
Kepulauan Riau: 98 kasus
Sumatera Barat: 94 kasus
Bali: 94 kasus
Kalimantan Timur: 83 kasus
Sumatera Utara: 82 kasus
Bangka Belitung: 73 kasus
Kalimantan Tengah: 59 kasus
Lampung: 49 kasus
Bengkulu: 35 kasus
Banten: 34 kasus
Kalimantan Selatan: 27 kasus
Aceh: 26 kasus
Sulawesi Utara: 26 kasus
Jambi: 14 kasus
Nusa Tenggara Barat: 5 kasus
Maluku Utara: 5 kasus
Nusa Tenggara Timur: 4 kasus
Sulawesi Tengah: 2 kasus
Sulawesi Selatan: 2 kasus
Papua Barat: 2 kasus
Gorontalo: 1 kasus
Kalimantan Utara: 0 kasus
Sulawesi Tenggara: 0 kasus
Sulawesi Barat: 0 kasus
Maluku: 0 kasus
Papua: 0 kasus
Pilu, Kisah Wanita Meninggal karena Corona Beberapa Jam Usai Menikah
Seorang pengantin wanita di Bihar, India, dilaporkan meninggal karena COVID-19 beberapa jam setelah melakukan pernikahan.
Dikutip dari laman Gulf News, sang mempelai pria kemudian tetap melanjutkan ritual pernikahan. Kejadian ini terjadi di Distrik Munger, sebelah timur Bihar.
Sesuai dengan jadwal, Ravish Kumar menikahi Nisha Kumari pada 8 Mei lalu, dengan upacara pernikahan yang digelar di rumahnya.
Beberapa jam setelah menikah, saksi menuturkan kondisi Nisha yang punya gejala COVID-19 tiba-tiba memburuk.
Nisha awalnya dilarikan ke rumah sakit di Tarapur. Namun, tidak ada dokter di sana. Nisha kemudian dipindahkan ke rumah sakit di kawasan Bhagalpur, sekitar 45 km jauhnya.
https://nonton08.com/movies/the-sword-stained-with-royal-blood/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar