Jumat, 14 Mei 2021

Pilu, Kisah Wanita Meninggal karena Corona Beberapa Jam Usai Menikah

 Seorang pengantin wanita di Bihar, India, dilaporkan meninggal karena COVID-19 beberapa jam setelah melakukan pernikahan.

Dikutip dari laman Gulf News, sang mempelai pria kemudian tetap melanjutkan ritual pernikahan. Kejadian ini terjadi di Distrik Munger, sebelah timur Bihar.


Sesuai dengan jadwal, Ravish Kumar menikahi Nisha Kumari pada 8 Mei lalu, dengan upacara pernikahan yang digelar di rumahnya.


Beberapa jam setelah menikah, saksi menuturkan kondisi Nisha yang punya gejala COVID-19 tiba-tiba memburuk.


Nisha awalnya dilarikan ke rumah sakit di Tarapur. Namun, tidak ada dokter di sana. Nisha kemudian dipindahkan ke rumah sakit di kawasan Bhagalpur, sekitar 45 km jauhnya.

Namun, tim medis disebut menolak merawatnya. Selama dua jam setelah, dia dilaporkan berpindah-pindah antara fasilitas medis milik pemerintah dan rumah sakit.


Karena kondisinya semakin memburuk, keluarganya menyewa ambulans untuk membawanya ke Patna guna untuk menerima perawatan. Namun dia dinyatakan meninggal dalam perjalanan.


Kumar pun menyelesaikan bagian sang istri sebelum dikremasi.


"Apa yang bisa saya katakan? Mungkin ini sudah takdir saya," ujar dia sebelum menyalakan api di krematorium.


Ibu Nisha, Rita Devi, mengungkapkan kondisi putrinya baik-baik saja sebelum menikah. Karena itu, dia tak tahu apa yang terjadi.


Sementara kepala desa Shashi Kumar Suman menyatakan, dia baru melihat mempelai wanita meninggal setelah perkawinan. Insiden ini pun terjadi di tengah gelombang kedua virus Corona yang melanda India, dengan total kasus mencapai 23 juta orang.

https://nonton08.com/movies/lupin-the-third-the-columbus-files/


Wanita 'Berbulu' Tandanya Nafsuan? Begini Faktanya


 Salah satu hal yang masih jadi bahan pembicaraan di masyarakat mengenai seks adalah wanita dengan rambut yang tebal di sekujur tubuhnya dianggap memiliki libido atau gairah seksual yang tinggi, dibandingkan dengan wanita lainnya.

Hal ini menyebabkan anggapan wanita yang memiliki rambut tebal seperti kumis tipis atau rambut di tangan dan kaki, dianggap sebagai wanita hiperseksual. Benar nggak sih seperti itu?


Dikutip dari laman WebMD, istilah medis untuk menamakan kondisi ini adalah hirsutisme. Faktor penyebabnya yaitu faktor genetik atau keturunan, peningkatan hormon testosteron, konsumsi obat-obatan, dan kondisi kesehatan lainnya.


Umumnya, rambut tebal pada wanita diakibatkan oleh peningkatan hormon testosteron. Hormon testosteron atau disebut juga dengan hormon androgen tidak hanya dimiliki oleh pria, namun juga pada wanita.


Mengenai hormon ini karena selalu dikaitkan dengan tingginya tingkat libido pada seseorang.


Pada wanita, testosteron diproduksi secara alami di kelenjar adrenal. Selain mempengaruhi fungsi seksual dan agresivitas, hormon ini juga mempengaruhi pertumbuhan rambut di tubuh terutama rambut kelamin, perkembangan otot dan lemak dalam tubuh dan pengaturan gelombang otak.


Meski ada hubungan antara testosteron, pertumbuhan rambut, dan hasrat seksual tinggi, wanita dengan rambut tebal tidak berarti bahwa mereka memiliki libido yang tinggi. Pasalnya, rambut tebal juga bisa disebabkan oleh faktor genetik di mana sebagian orang memang memiliki ciri tubuh dengan rambut yang tebal, lebat, dan panjang.

https://nonton08.com/movies/fist-of-the-red-dragon/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar