Air kelapa merupakan salah satu minuman segar yang banyak dipilih untuk berbuka puasa. Selain menyegarkan, minuman ini ternyata juga mengandung banyak kandungan yang baik untuk tubuh.
Dokter gizi dari Rumah Sakit Pusat Pertamina (RSPP) dr Titi Sekarindah, MS, SpGK, merekomendasikan minum air kelapa saat berbuka. Rasanya yang segar dan manis dapat menghindari tubuh dari dehidrasi, terlebih ketika berpuasa seharian.
"Air kelapa itu segar dan fresh. Mengandung manis gitu, jadi kita memakan sesuatu yang segar dan enak," kata dr Titi saat dihubungi detikcom, Selasa (5/4/2020).
Selain menyegarkan, banyak kandungan baik seperti vitamin, kalium, dan natrium dalam air kelapa. Kandungan kalium yang tinggi pada air kelapa dapat menurunkan tekanan darah tinggi. Selain itu air kelapa juga diketahui sebagai sumber antioksidan yang baik buat tubuh.
"Selain itu juga, dia (air kelapa) mengandung beberapa elektrolit seperti natrium, kalium yang bagus buat tubuh, dan yang penting enak," kata dr Titi.
Mengkonsumsi air kelapa sebaiknya tanpa gula, karena di dalamnya sudah mengandung kadar gula alami yang membuat rasanya manis. Ia kemudian mengingatkan, walaupun harus menggunakan gula agar tidak berlebihan.
"Pokoknya kalau mau ngasih gula jangan berlebihan lah. Aku selalu menganjurkan kalau ingin minum manis satu kali saja atau bisa diganti pakai buah-buahan yang manis itu kan bisa juga," tutupnya.
Longgarkan Lockdown, Jutaan Warga Italia Kini Kembali Bekerja
Italia sudah membuka lockdown secara bertahap sejak hari Senin (4/5/2020) kemarin. Sebanyak 4,5 juta warga Italia pun kembali bekerja setelah dua bulan berada di rumah untuk mencegah penyebaran virus Corona.
Dikutip dari NPR, berbagai macam sektor industri seperti konstruksi, grosir dan juga manufaktur kembali dibuka. Tak hanya itu, beberapa tempat publik seperti restoran dan taman pun sudah kembali dibuka, namun harus tetap memperhatikan jaga jarak satu sama lain.
"Ada rasa semangat dan juga ketakutan terhadap sesuatu yang tidak terlihat," lapor NPR.
"Masih banyak yang merasa cemas dengan dibukanya lockdown, karena tanggung jawab masing-masing individu akan menjadi lebih besar. Mereka harus bisa mempertimbangkan keputusan berdasarkan risiko kesehatan, psikologis, dan kebutuhan ekonomi," lanjutnya.
Selama pelonggaran lockdown dilakukan, warga diminta untuk tetap menjaga jarak dan membawa dokumen tentang keperluan mereka keluar dari rumah.
Perdana Menteri Italia, Giuseppe Conte mengingatkan para warganya untuk meningkatkan rasa tanggung jawab kepada diri masing-masing selama periode ini berlangsung. Ia mengakui penyebaran virus kemungkinan akan menjadi lebih mudah selama pelonggaran lockdown dilakukan.
"Tidak seperti sebelumnya, masa depan negara (Italia) akan berada di tangan kita. Kita membutuhkan lebih banyak kerja sama, rasa kewarganegaraan, dan kepatuhan terhadap peraturan," ucap Conte.
Sudah 121 Ribu Lebih Spesimen Diperiksa, Total 239.226 ODP dan 26.408 PDP
Hingga Selasa (5/5/2020) tercatat 121.547 spesimen virus Corona COVID-19 telah diperiksa di seluruh Indonesia. Didapatkan hasil positif sebanyak 12.071 dan hasil negatif sebanyak 76.853 orang.
"Spesimen yang kita periksa sebanyak 121.547 dari 88.924 orang," kata juru bicara pemerintah untuk penanganan virus Corona COVID-19, Achmad Yurianto, Selasa (5/5/2020).
Berikut data lengkap pemeriksaan virus Corona COVID-19 pada Selasa (5/5/2020).
UJI PCR
Jumlah lab: 47 lab
Jumlah spesimen diperiksa: 121.547 spesimen
Jumlah kasus yang diperiksa spesimen: 88.924 pasien
Hasil positif: 12.071 orang
Hasil negatif: 76.853 orang
PASIEN
ODP (Orang dalam Pemantauan): 239.226 orang
PDP (Pasien dalam Pengawasan): 26.408 orang
Konfirmasi COVID-19: 12.071 orang
Kasus sembuh: 2.197 orang
Kasus meninggal: 872 orang
Provinsi terdampak: 34 provinsi
Kabupaten/kota terdampak: 335 kab/kota.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar