Rabu, 06 Mei 2020

Longgarkan Lockdown, Jutaan Warga Italia Kini Kembali Bekerja

Italia sudah membuka lockdown secara bertahap sejak hari Senin (4/5/2020) kemarin. Sebanyak 4,5 juta warga Italia pun kembali bekerja setelah dua bulan berada di rumah untuk mencegah penyebaran virus Corona.
Dikutip dari NPR, berbagai macam sektor industri seperti konstruksi, grosir dan juga manufaktur kembali dibuka. Tak hanya itu, beberapa tempat publik seperti restoran dan taman pun sudah kembali dibuka, namun harus tetap memperhatikan jaga jarak satu sama lain.

"Ada rasa semangat dan juga ketakutan terhadap sesuatu yang tidak terlihat," lapor NPR.

"Masih banyak yang merasa cemas dengan dibukanya lockdown, karena tanggung jawab masing-masing individu akan menjadi lebih besar. Mereka harus bisa mempertimbangkan keputusan berdasarkan risiko kesehatan, psikologis, dan kebutuhan ekonomi," lanjutnya.

Selama pelonggaran lockdown dilakukan, warga diminta untuk tetap menjaga jarak dan membawa dokumen tentang keperluan mereka keluar dari rumah.

Perdana Menteri Italia, Giuseppe Conte mengingatkan para warganya untuk meningkatkan rasa tanggung jawab kepada diri masing-masing selama periode ini berlangsung. Ia mengakui penyebaran virus kemungkinan akan menjadi lebih mudah selama pelonggaran lockdown dilakukan.

"Tidak seperti sebelumnya, masa depan negara (Italia) akan berada di tangan kita. Kita membutuhkan lebih banyak kerja sama, rasa kewarganegaraan, dan kepatuhan terhadap peraturan," ucap Conte.

Sudah 121 Ribu Lebih Spesimen Diperiksa, Total 239.226 ODP dan 26.408 PDP

Hingga Selasa (5/5/2020) tercatat 121.547 spesimen virus Corona COVID-19 telah diperiksa di seluruh Indonesia. Didapatkan hasil positif sebanyak 12.071 dan hasil negatif sebanyak 76.853 orang.
"Spesimen yang kita periksa sebanyak 121.547 dari 88.924 orang," kata juru bicara pemerintah untuk penanganan virus Corona COVID-19, Achmad Yurianto, Selasa (5/5/2020).

Berikut data lengkap pemeriksaan virus Corona COVID-19 pada Selasa (5/5/2020).

UJI PCR
Jumlah lab: 47 lab
Jumlah spesimen diperiksa: 121.547 spesimen
Jumlah kasus yang diperiksa spesimen: 88.924 pasien
Hasil positif: 12.071 orang
Hasil negatif: 76.853 orang

PASIEN
ODP (Orang dalam Pemantauan): 239.226 orang
PDP (Pasien dalam Pengawasan): 26.408 orang
Konfirmasi COVID-19: 12.071 orang
Kasus sembuh: 2.197 orang
Kasus meninggal: 872 orang
Provinsi terdampak: 34 provinsi
Kabupaten/kota terdampak: 335 kab/kota.

Didi Kempot Meninggal, Ini 3 Cara Sehat Jaga Jantungmu

Pelantun tembang campursari kenamaan, Didi Kempot meninggal dunia pada Selasa (5/2/2020). Ia dikabarkan meninggalkan dunia ini untuk selamanya pada pukul 07.45 WIB karena henti jantung di Rumah Sakit Kasih Ibu Solo.
Henti jantung merupakan sebuah kondisi saat jantung berhenti berdetak secara tiba-tiba. Melansir Mayo Clinic, penyebab henti jantung bermacam-macam antara lain, penyakit arteri koroner, serangan jantung, jantung membesar, penyakit jantung valvular, penyakit jantung bawaan, dan masalah kelistrikan jantung.

Penyakit jantung memang menjadi salah satu penyakit yang menempati posisi tertinggi penyebab kematian di Indonesia maupun dunia. Oleh karena itu, menjadi hal yang sangat penting untuk menjaga kesehatan jantung sejak dini. Untuk memastikan jantungmu tetap sehat, berikut 3 cara yang bisa kamu ikuti.

Mengurangi Konsumsi Makanan Berkolesterol Tinggi

Salah satu penyebab utama penyakit jantung merupakan penyumbatan pembuluh darah yang membuat aliran darah ke jantung menjadi tidak normal. Penyumbatan pembuluh darah ini bisa disebabkan salah satunya karena kolesterol berlebih di dalam tubuh.

Adapun penyebab kolesterol tinggi yakni berasal dari makanan. Agar jantung tetap sehat, maka kamu harus menjaga pola makan. Hindari makanan-makanan berkolesterol tinggi seperti seafood, daging olahan, jeroan, yogurt, dan lain sebagainya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar