Kamis, 07 Mei 2020

Wajib Tahu, Ini Alasan Tak Boleh Langsung Tidur Usai Makan Sahur

Memasuki bulan suci Ramadhan tiap orang mengalami perubahan pola tidur akibat sahur. Banyak orang yang masih mengantuk saat menyantap sahur, sehingga akan kembali memilih tidur setelahnya.
Ternyata langsung tidur setelah makan sahur dapat berdampak buruk bagi tubuh, karena dapat mengganggu proses pencernaan. Berikut 4 bahaya yang ditimbulkan bagi tubuh.

1. GERD
Penyakit Gastroesophageal Reflux Disease (GERD) dapat timbul ketika kamu tidur setelah makan sahur. Ini terjadi akibat makanan yang kamu makan tidak tercerna baik oleh tubuh. Posisi tidur akan membuat katup lambung dan kerongkongan tidak menutup sepenuhnya sehingga memungkinkan asam lambung naik ke tenggorokan dan menciptakan sensasi terbakar.

2. Berat badan bertambah
Kondisi ini dapat terjadi akibat kamu mengkonsumsi lebih banyak kalori dibanding yang dibakar. Berpuasa juga mengurangi aktivitas yang dapat semakin menimbun lemak pada tubuh. Ini sebabnya saat puasa Ramadhan, berat badan akan semakin bertambah bukan berkurang.

Terlebih saat sahur kamu makan makanan berjenis karbohidrat yang lambat dicerna oleh tubuh. Makanan ini nantinya malah akan menjadi lemak yang meningkatkan berat badan.

3. Sembelit
Idealnya tubuh membutuhkan waktu dua sampai tiga jam untuk melakukan pengosongan lambung. Posisi tidur setelah makan berarti dapat menghambat proses pencernaan yang memicu sembelit atau kesulitan buang air besar.

Penting juga buat kamu memilih makanan yang tepat saat sahur. Hindari makanan yang berlemak, mengandung gula dan kafein. mengkonsumsi makanan tersebut dapat meningkatkan risiko sembelit, sebab makanan tidak dapat dicerna dan diserap dengan baik oleh tubuh.

4. Sakit tenggorokan
Salah satu efek lanjutan yang ditimbulkan dari gerd adalah sakit tenggorokan. Rasa sakit di tenggorokan ini ditimbulkan akibat asam lambung yang naik dan menimbulkan sensasi terbakar. Apabila kondisi ini terus dibiarkan akan dapat menimbulkan peradangan.

Yakin Parfum Bisa Cegah Virus Corona, Produsen di Turki Banjir Permintaan

Umumnya, masyarakat menggunakan cairan antiseptik atau hand sanitizer untuk melindungi diri dari virus Corona COVID-19, tetapi berbeda dengan Turki. Warga negara tersebut lebih mempercayai alkohol dalam parfum yang wangi untuk mencegahnya.
Mengutip VOA News, orang Turki percaya bahwa dengan kandungan alkohol tinggi yang ada di dalam parfum bisa membunuh virus di tangan seseorang. Hal ini membuat produsen parfum hingga ahli kimia lokal kebanjiran permintaan, salah satunya Ziya Melih Sezer.

Saat virus Corona menyebar di seluruh Turki, masyarakat mulai sadar untuk mensterilkan atau membersihkan tangannya secara teratur. Di saat itu lah permintaan parfum mulai meningkat.

"Pada awal virus Corona muncul, permintaan dari masyarakat sangat tinggi. Bahkan kami sempat kekurangan bahan-bahannya," kata Sezer.

Meskipun sudah berusia 89 tahun, ahli kimia tertua di Istanbul, Turki, ini tidak termasuk ke dalam kelompok lansia yang harus menjalani lockdown. Ini disebabkan karena keahliannya meracik obat, ramuan, hingga parfum di apotek milik keluarganya.

Menurut Kementerian Turki, angka kematian di negara tersebut mencapai lebih dari 3.000 orang karena virus ini. 60 persen di antaranya berada di Istanbul.

"Belum pernah ada kejadian seperti ini, tidak sepanik ini. Aku belum pernah mendengar tingkat kematian setinggi itu," ucapnya saat berkomentar terkait jumlah kematian di Turki akibat COVID-19.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar