Kamis, 07 Mei 2020

Pada Jarak Satu Meter, Risiko Tertular Corona 10-30 Kali Lebih Tinggi

Kepala penasihat ilmiah Pemerintah Inggris sekaligus ilmuwan, Sir Patrick John Thompson Vallance, mengatakan bahwa saat menjaga jarak hanya satu meter bisa berisiko tertular virus Corona COVID-19 10-30 kali lebih tinggi.
Menurutnya, jarak dua meter merupakan aturan yang bisa menjadi peluang untuk menghindari risiko tertular. Jika hanya berdiri dengan jarak satu meter dari orang yang terinfeksi, kemungkinan seseorang bisa tertular hanya dalam waktu 6 detik.

"Dalam hal ini, jarak adalah bagian yang sangat penting. Jika hanya berjarak satu meter, itu akan berisiko sekitar 10-30 kali lebih tinggi daripada berjarak dua meter dari orang yang mungkin sudah terinfeksi," jelas Sir Patrick.

Hal ini diungkapkan setelah beberapa perusahaan di negara tersebut mulai mempekerjakan kembali karyawannya. Untuk mencegah penularan, Sekretaris Pertahanan Inggris pun mengatakan bisa dicegah dengan penggunaan masker atau alat pelindung diri (APD).

Meski setuju dengan pernyataan tersebut, Sir Patrick tetap menegaskan jaga jarak dua meter akan lebih aman. Penggunaan masker bisa dijadikan satu pilihan, jika memang situasi tidak memungkinkan untuk seseorang menjaga jarak dengan orang lain.

"Sebagian orang yang sudah terinfeksi virus Corona memang mendapatkan semacam antibodi, tapi bukan berarti mereka kebal," lanjutnya yang dikutip dari Daily Star.

"Tidak ada yang bisa bebas dari risiko virus ini. Tetap jaga jarak dua meter, jauhi tempat atau daerah yang bisa membawa risiko virus, dan yang terpenting kita butuh sistem yang bisa efektif mengawasinya," kata Sir Patrick.

Cara Merawat Masker Berbahan 'Scuba', Tak Boleh Masuk Mesin Cuci?

Masker scuba sangat populer belakangan ini, terutama sejak pemerintah dan organisasi kesehatan dunia (WHO) merekomendasikan pemakaian masker kain untuk mencegah virus Corona COVID-19. Selain murah, jenis masker ini juga dinilai nyaman karena bisa melar alias stretch mengikuti bentuk wajah.
Tapi karena tipis dan hanya selapis, apakah cukup aman untuk menangkal virus Corona? Dokter paru dari Omni Hospitals Pulomas dr Frans Abednego Barus, SpP, mengatakan, kemampuan proteksi masker semacam ini memang terbatas.

"Tingkat keamanan tetap di bawah masker standar bedah maupun N95," katanya saat dihubungi detikcom, Minggu (3/5/2020).

Meski begitu, masker scuba tetap aman dipakai untuk menangkal virus Corona asal anjuran lainnya juga dipatuhi. Di antaranya tetap menjaga physical distancing dan selalu mencuci tangan dengan sabun.

Terlepas dari cocok atau tidaknya masker scuba bisa dijadikan masker untuk menangkal Corona, bagaimana cara untuk merawat kain dari bahan dasar scuba ini?

Menurut desainer Vivi Zubedi, merawat kain berbahan dasar scuba tidak terlalu sulit, asalkan saat mencuci jangan dimasukkan ke dalam mesin cuci.

"Ini pribadi saya ya, biasanya saya merawat baju-baju dari bahan dasar scuba cukup dicelup-celup saja sebenarnya di air pewangi dan tidak masuk ke mesin cuci," ujar Vivi saat dihubungi detikcom, Senin (4/5/2020).

Namun, terkait masker yang berbahan dasar dari scuba, ia tidak terlalu paham bagaimana cara merawatnya, karena menurutnya, setiap orang punya pengetahuan sendiri-sendiri.

"Terkait masalah masker scuba saya kurang paham untuk merawatnya, pasti mempunyai treatment sendiri. Masing-masing orang mempunyai pengetahuan sendiri, jadi saya tidak berani mengklaim," kata Vivi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar