Asteroid 99942 Apophis akan melewati Bumi pada hari Jumat (5/3) dan bisa diamati menggunakan teleskop hingga beberapa hari ke depan. Asteroid ini memiliki reputasi yang cukup tinggi di kalangan astronom karena berpotensi menabrak Bumi pada tahun 2068.
Apophis adalah asteroid raksasa dengan diameter sekitar 350 meter yang pertama kali ditemukan pada tahun 2004. Namanya diambil dari Dewa Mesir Kuno Aphopis yang memiliki julukan 'Dewa Kekacauan'.
Dalam perjalanannya kali ini, Apophis akan mendekati Bumi dengan jarak 16,9 juta km. Jarak antara Apophis dan Bumi cukup besar, sekitar 44 kali jarak Bumi ke Bulan, jadi kunjungan Apophis kali ini tidak perlu dikhawatirkan.
Untuk mengamati momen melintasnya Apophis dibutuhkan teleskop yang cukup canggih. Momen ini akan dimanfaatkan oleh astronom yang akan memonitor pergerakannya.
Ini akan menjadi kesempatan terakhir bagi astronom untuk mempelajari asteroid raksasa ini sebelum batu angkasa ini semakin mendekat dalam beberapa tahun ke depan.
Pada 13 April 2029, Apophis akan mendekati Bumi dengan jarak hanya 31.000 km atau sekitar sepersepuluh jarak Bumi ke Bulan, seperti dikutip dari Gizmodo, Jumat (5/3/2021). Saat pendekatan kedua itu Apophis akan bisa dilihat dengan mata telanjang.
Astronom mengatakan Apophis tidak mungkin menabrak Bumi saat mendekat pada tahun 2029 atau 2036. Tapi masih ada kemungkinan Apophis akan menghantam Bumi saat pendekatan tahun 2068.
Saat ini Apophis berada di posisi ketiga dalam daftar objek berbahaya dekat Bumi yang disusun NASA. Perkiraan potensi tabrakan pada tahun 2068 bervariasi, mulai dari kemungkinan 1 berbanding 150.000 hingga 1 berbanding 530.000.
Jika Apophis benar-benar menabarak Bumi, dampaknya tidak akan main-main. Dengan lebar 350 meter, Apophis bisa menyebabkan ledakan setara dengan 1.150 megaton bahan peledak, atau sama dengan 3.800 bom atom Hiroshima meledak dalam waktu bersamaan.
Karena potensi ancaman tersebut, pergerakan Apophis terus diamati oleh astronom. Salah satunya lewat 99942 Apophis Observing Campaign yang digagas oleh International Asteroid Warning Network (IAWN).
Astronom di Goldstone Deep Space Communication NASA di California, AS akan ikut mengamati asteroid Apophis, begitu juga dengan Green Bank Telescope di West Virginia, AS.
NASA juga sudah melakukan langkah antisipasi terhadap kemungkinan terburuk walau waktumya masih jauh di masa depan. Salah satunya adalah dengan mengubah arah asteroid itu sehingga menjauh dari Bumi.
https://nonton08.com/movies/requiem-for-a-vampire/
Realme GT 5G Resmi Meluncur, Jadi Ponsel Snapdragon 888 Termurah
Realme GT 5G resmi meluncur di China dengan spesifikasi kelas wahid. Ponsel ini juga menjadi ponsel dengan chipset Snapdragon 888 termurah yang ada saat ini.
Realme GT 5G menggunakan panel Super AMOLED berukuran 6,43 inch dengan resolusi Full HD+. Display ini didukung refresh rate 120Hz dan touch sampling rate 360Hz dengan lima pengaturan berbeda yang bisa diatur sesuai keinginan pengguna.
Selain Snapdragon 888, ponsel ini juga didukung RAM LPDD5 8GB atau 12GB. Realme juga menyediakan pilihan memori internal UFS 3.1 128GB atau 256GB tanpa slot untuk microSD, seperti dikutip dari GSM Arena, Jumat (5/3/2021).
Realme GT 5G dibekali dengan tiga kamera belakang yang terdiri dari Kamera utama 64MP, kamera ultrawide 8MP dan kamera makro 2MP. Untuk mengambil selfie tersedia kamera depan 16MP yang ditempatkan di punch hole yang berada di sisi kiri atas.
Karena mengusung chipset kelas flagship, kamera Realme GT 5G memiliki fitur electronic image stabilization (EIS) dan bisa merekam video 4K/60fps. Video slow-motion juga bisa direkam dengan resolusi 720p/480 fps.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar