Kamis, 11 Maret 2021

Tweet Pertama Bos Twitter Jadi Item Berharga Senilai Rp 36 Miliar

 Jack Dorsey punya ide untuk menjual tweet pertamanya sebagai non-fungible token (NFT) atau mata uang kripto. Tampaknya, koleksi mata uang kripto memang semakin populer akhir-akhir ini.

CEO Twitter tersebut membagikan sebuah link di akun Twitternya yang dilabelinya sebagai "valuables" atau item berharga. Dia mempersilakan followernya untuk menawar tweet pertamanya pada 21 Maret 2006 yang berbunyi "just setting up my twttr".


Tawaran tertinggi akhirnya dimenangkan oleh Sina Estavi, CEO Bridge Oracle. Dia bersedia membeli tweet bersejarah itu dengan tebusan USD 2,5 juta atau sekitar Rp 36 miliar.


Dikutip detikINET dari Cnet, pemilik aset ini akan dicatat di blockchain, buku besar digital yang mirip dengan jaringan yang mendukung Bitcoin dan mata uang kripto lainnya.


Namun, tidak seperti kebanyakan mata uang virtual, satu NFT tidak dapat dengan yang lain seperti yang dilakukan dengan dolar atau aset lainnya. Setiap NFT unik dan bertindak sebagai item kolektor yang tidak dapat diduplikasi, membuatnya langka berdasarkan desain.


Koleksi mata uang kripto belakangan ini menjadi tren. Mulai dari kalangan artis hingga band rock mencetak konten mereka. Salah satu contohnya, rendisi digital meme Nyan Cat dari tahun 2011, terjual hampir USD 600 ribu dalam lelang online bulan lalu.


Beberapa orang yang membeli NFT percaya, mata uang virtual ini dapat membantu mereka membuktikan kepemilikan barang virtual berkat blockchain.

Dorsey juga telah menjadi pendukung mata uang digital. Dia bahkan menampilkan "#bitcoin" di bio Twitter-nya. Jadi tak heran jika kini dia juga merambah ke NFT. Perusahaan pembayaran digital miliknya, Square, akhir Februari lalu membeli sekitar 3.318 Bitcoin dan memperluas pembeliannya pada Oktober 2020 sebesar 4.709.

https://trimay98.com/movies/college-girls-secret-job/


Dr Özlem Türeci, Perempuan Jenius Penemu Vaksin Corona


 Salah satu vaksin corona ternyata ditemukan oleh perempuan jenius keturunan Turki di Jerman, Dr Ozlem Tureci bersama dengan sang suami Ugur Sahin.

Vaksin tersebut adalah vaksin Pfizer yang merupakan vaksin hasil penelitian BioNTech. Nah, Ugur Sahin dan Ozlem Tureci ialah pendiri perusahaan BioNTech yang merupakan perusahaan Jerman tersebut. Mereka pun disebut-sebut sebagai otak dari vaksin Pfizer yang memiliki efikasi tinggi.


Dr Tureci adalah perempuan berusia 53 tahun. Ia dan suami masuk dalam daftar 100 orang terkaya di Jerman setelah kekayaannya naik menjadi USD 21 juta karena kesuksesan vaksin corona-nya.


Baik Türeci dan suami, keduanya berasal dari keluarga imigran. Ayah Tureci adalah dokter asal Turki yang bermigrasi dari Istanbul. Akan tetapi, Tureci memang lahir di Jerman.


Türeci menjabat sebagai Chief Medical Officer BioNTech sedangkan sang suami adalah CEO BioNTech. Keduanya memiliki latar belakang pendidikan yang sama yakni dalam bidang terapi imun.

https://trimay98.com/movies/mother-and-daughter/


Tidak ada komentar:

Posting Komentar