Secara rutin, Matahari melepaskan partikel yang disebut sebagai peristiwa badai Matahari. Setelah cukup lama jadi misteri dari mana asal muasalnya, ilmuwan ini mengaku mengetahui sumbernya.
Partikel dari Matahari itu, saat berlangsungnya badai Matahari, bisa mengganggu satelit di orbit Bumi dan juga infrastruktur elektronik. Muncul pula risiko bagi astronaut dan para penumpang pesawat terbang yang dapat terkena radiasi.
Untuk meminimalisir dampak badai Matahari, ilmuwan mencoba memahami bagaimana fenomena ini berlangsung di Matahari sehingga harapannya lebih bisa diprediksi dan diantisipasi pada masa depan.
Dalam riset baru yang diterbitkan jurnal Science Advances, seperti dilihat Jumat (5/4/2021) ilmuwan menganalisis komposisi partikel energi Matahari yang menuju ke Bumi dalam badai Matahari. Terungkap bahwa materinya serupa dengan plasma yang berlokasi rendah di bawah korona Matahari, dekat dengan area tengah atmosfernya.
"Dalam riset kami, kami mengamati untuk pertama kalinya dari mana partikel aktif berasal dari Matahari kita. Bukti kami mendukung teori bahwa hal itu berasal dari plasma yang ditahan di bagian bawah atmosfer Matahari oleh medan magnet yang kuat," kata Dr Stephanie Yardley salah satu periset dari UCL Mullard Space Science Laboratory.
"Partikel aktif itu, ketika dilepaskan, kemudian berakselerasi oleh letusan yang kecepatannya beberapa kilometer per detik. Ia bisa sampai ke Bumi sangat cepat, dalam beberapa menit atau jam, dengan event semacam itu berlangsung selama beberapa hari," tambahnya.
Pada saat ini, kita hanya bisa menyediakan perkiraan kejadian itu akan terjadi, namun sangat sulit meramalkan sebelum terjadinya. Dengan memahami proses di Matahari ini, kita bisa memperbaiki prediksi itu sehingga ketika badai Matahari besar tiba, kita punya waktu untuk memperkecil risikonya," pungkas dia.
Pada tahun 1859, pernah terjadi badai Matahari yang disebut sebagai paling kuat sepanjang masa. Salah satu akibatnya adalah rusaknya sistem telegraf di seluruh Eropa dan Amerika Utara dengan kerugian sangat besar pada ketika itu.
https://nonton08.com/movies/playtime/
Saingi Clubhouse, Twitter Spaces Segera Dirilis Global
- Clubhouse memang sudah tersedia di seluruh dunia, hanya saja masih terbatas pengguna iPhone dan iPad. Twitter coba selangkah lebih maju dengan segera merilis Spaces secara global untuk iOS maupun Android.
"Ini akan segera tersedia untuk semua pengguna secara global," kata juru bicara Twitter saat sesi diskusi di Spaces, Jumat (5/3/2021).
Diterangkannya selama ini Twitter telah menjadi tempat ngobrol publik dan menolong banyak orang untuk saling terhubung dengan hal-hal yang sedang terjadi di sekitarnya. Kini mereka ingin coba mengembangkan lagi percakapan publik menggunakan suara manusia.
Formula yang dikembangkan melahirkan Spaces. Memungkinkan orang saling ngobrol apapun, mulai dari perbincangan ringan soal ketertarikan pada sesuatu hingga pembahasan yang lebih luas lagi dalam sebuah sesi tanya jawab. Kehadiran platform baru ini juga diharapkan dapat mengurangi salah pengertian yang sering terjadi saat berbalas tweet.
"Spaces diharapkan menjadi tempat yang nyaman dan sehat untuk orang ngobrol," tutur juru bicara Twitter.
Dalam diskusi ini sempat menyinggung uji coba Spaces di Android. Juru bicara Twitter menegaskan kalau pihaknya berupaya menjadi platform yang setara, karena itu mereka segera melakukan uji coba versi Android setelah iOS.
"Kami punya engineer Android yang luar biasa, mereka telah bekerja keras membuat Spaces hadir untuk semua pengguna," ujarnya.
Diungkap pula sejumlah fitur baru masih dalam pengerjaan, mulai dari fitur transkrip, fungsi discovery untuk melihat daftar sesi Space hingga menjaga obrolan di dalam Spaces tetap sehat.
"Semua fitur baru akan kami uji coba ke pengguna supaya kami bisa mendapat feedback terbaik," ungkap juru bicara Twitter.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar