Senin, 08 Februari 2021

BPOM Restui Vaksin Sinovac untuk Lansia, Dokter Ingatkan Screening Diperkuat

 Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) akhirnya menyetujui penggunaan vaksin COVID-19 buatan Sinovac-BioTech, CoronaVac, untuk lansia. Dokter mengingatkan perlunya memperketat screening.

Dibanding usia yang lebih muda, lansia relatif lebih rentan terhadap penyakit komorbid atau penyerta. Salah satunya hipertensi, yang banyak menyebabkan tenaga kesehatan batal suntik pada vaksinasi tahap pertama.


"Saat ini saja yang orang muda ketik sakit COVID-19 baru menyadari bahwa dirinya punya komorbid," kata dr Vito A Damay, SpJP, dokter jantung dari Siloam Hospital, Minggu (7/2/2021).


"Tidak sedikit orang yang tidak sadar bahwa dirinya punya komorbid, juga lansia tentunya," lanjutnya.


Evaluasi individual untuk lansia, menurut dr Vito, penting dilakukan selain dengan mengisi lembar screening seperti yang selama ini dilakukan. Dalam banyak kasus, seseorang tidak menyadari dirinya memiliki komorbid maupun kondisi tertentu yang tidak disadari.


Informasi di Pusat Informasi Obat Nasional (PIONAS) tentang vaksin COVID-19 CoronaVac untuk lansia menyebut beberapa kondisi yang harus dilaporkan sebelum lansia bisa disuntik vaksin. Di antaranya:


Kesulitan untuk naik 10 anak tangga

Penurunan aktivitas fisik (sering merasa kelelahan)

memiliki 4 dari 11 penyakit (Hipertensi, diabets, kanker (selain kanker kulit kecil), penyakit paru kronis, serangan jantung, gagal jantung kongestif, nyeri dada, asma nyeri sendi, stroke dan penyakit ginjal)

Mengalami kesulitan berjalan kira-kira 100 sampai 200 meter

Penurunan berat badan yang bermakna dalam setahun.

https://cinemamovie28.com/movies/the-lake-vampire/


Akhirnya! Vaksin Sinovac Mulai Diberikan untuk Lansia Hari Ini


 Pada 5 Februari 2021, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menyetujui penggunaan vaksin COVID-19 CoronaVac buatan Sinovac-BioTech untuk lansia. Pemberian pada tenaga kesehatan lanjut usia dimulai hari ini.

"Mulai besok hari Senin jam 9, vaksinasi untuk orang-orang dengan usia di atas 60 tahun bisa kita mulai dengan prioritas pertama adalah tenaga kesehatan," kata Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Minggu (7/2/2021).


Menkes Budi mengatakan, tenaga kesehatan berusia 60 tahun ke atas mendapat prioritas karena termasuk kelompok rentan. Selain karena usia, juga karena berhadapan langsung dengan pasien COVID-19.


Kepala BPOM Penny K Lukito menjelaskan, uji klinis vaksin COVID-19 CoronaVac buatan Sinovac-BioTech pada lansia dilakukan di dua tempat. Di China, uji klinis fase 1 dan 2 pada 400 subjek uji menunjukkan imunogenesitas yang baik.


"Seroconversion rate setelah 28 hari pemberian dosis kedua adalah 97,96 persen dan keamanan yang dapat ditoleransi dengan baik, serta tidak ada efek samping serius derajat 3 yang dilaporkan akibat pemberian vaksin," jelas Penny.


Sedangkan pada uji klinis fase 3 vaksin COVID-19 Sinovac di Brasil yang melibatkan 600 subjek uji, didapatkan bahwa vaksin ini aman untuk kelompok usia 60 tahun ke atas. Tidak ada efek samping serius derajat 3 maupun kematian yang dilaporkan.


"Efek samping yang umum terjadi berdasarkan uji klinik yang dilakukan, antara lain nyeri pada tempat penyuntikan, mual, demam, bengkak, kemerahan pada kulit sebesar 1,19 persen, dan sakit kepala sebesar 1,19 persen," jelas Penny.

https://cinemamovie28.com/movies/lake-of-dracula/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar