Senin, 08 Februari 2021

Bikin Tak Nyaman Saat Gowes, Begini Mengatasi Lecet di Selangkangan

  Tren gowes belum menunjukkan tanda-tanda akan meredup. DKI Jakarta bahkan punya rencana membuatkan jalur sepeda permanen di kawasan Sudirman-Thamrin.

Meski menyenangkan, gowes kadang-kadang memicu lecet di area selangkangan. Meski tidak berisiko fatal, kondisi ini bikin gowes jadi sangat tidak nyaman.


Dikutip dari Health.com, lecet di selangkangan saat bersepeda disebut juga intertrigo. Kondisi ini terjadi ketika kulit bergesekan dengan kulit, dengan pakain, atau dengan material lainnya. Gejalanya adalah kemerahan di permukaan kulit, disertai rasa gatal dan perih jika disentuh.


Masalah lain yang sering muncul adalah folliculitis, yakni infeksi kulit yang berawal dari folikel rambut. Area pubis memiliki banyak folikel rambut yang rentan terhadap radang ketika terjadi infeksi.


Kondisi lembab dan panas di area selangkangan seperti saat bersepeda, menurut ahli kesehatan kulit Jennifer Vickers, memudahkan terjadinya infeksi.


Bagaimana mengatasinya?

Dokter kulit di Manhattan, Sarah Hambleton, menyarankan penggunaan krim sebelum bersepeda untuk mengurangi gesekan. Petroleum jelly juga efektif mencegah lecet akibat gesekan kulit saat bersepeda.


Produk yang mengandung zinc oxide sebagai bahan aktif juga bisa jadi pilihan untuk mencegah peradangan. Tapi ingat, penggunaan yang tidak tepat malah bisa memicu atau memperparah radang.


Pemilihan jenis pakaian yang tepat juga bisa mencegah berbagai keluhan tersebut. Bahan yang breathable dan menyerap kelembabab lebih disarankan, atau bisa juga pakai celana khusus bersepeda.


Disarankan juga untuk segera membersihkan diri setelah bersepeda. Membiarkan area selangkangan berlama-lama dalam kondisi lembab oleh keringat akan menjadikannya sarang yang nyaman bagi bakteri.

https://cinemamovie28.com/movies/the-remains/


Vaksin Sinovac Sudah Bisa untuk Lansia, Interval Dosisnya Beda Lho!


- Vaksin COVID-19 buatan Sinovac-BioTech, CoronaVac, mulai bisa diberikan pada lansia mulai hari ini. Jika pada populasi umum interval dosis 1 dan dosis 2 adalah 14 hari, pada lansia intervalnya berbeda.

"Pada tanggal 5 Februari 2021 Badan POM menerbitkan EUA (Emergency Use Authorization) vaksin CoronaVac untuk usia 60 tahun ke atas, dengan 2 dosis suntikan vaksin yang diberikan dalam selang waktu 28 hari," kata Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Penny K Lukito, Minggu (7/2/2021).


Lebih detail, fact sheet di Pusat Informasi Obat Nasional (PIONAS) menjelaskan bahwa dosis vaksin COVID-19 Sinovac pada lansia diberikan secara intramuskular (ke dalam otot) sebanyak 0,5 mL dengan interval dua dosis selama 28 hari.


BPOM juga menegaskan, populasi lansia merupakan kelompok berisiko tinggi sehingga pemberian vaksin harus dilakukan dengan hati-hati. Proses screening yang cermat akan dilakukan dokter memutuskan untuk memberikan vaksinasi.


Beberapa kondisi yang perlu mendapat perhatian khusus pada lansia adalah:


Kesulitan untuk naik 10 anak tangga

Penurunan aktivitas fisik (sering merasa kelelahan)

memiliki 4 dari 11 penyakit (Hipertensi, diabets, kanker (selain kanker kulit kecil), penyakit paru kronis, serangan jantung, gagal jantung kongestif, nyeri dada, asma nyeri sendi, stroke dan penyakit ginjal)

Mengalami kesulitan berjalan kira-kira 100 sampai 200 meter

Penurunan berat badan yang bermakna dalam setahun

https://cinemamovie28.com/movies/the-night-clerk/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar