Selasa, 09 Februari 2021

GPU Langka, Penambang Mata Uang Kripto Borong Laptop Gaming

  Langkanya kartu grafis untuk PC membuat sejumlah penambang mata uang kripto di China memborong laptop gaming murah.

Mata uang kripto yang dimaksud di sini adalah Ethereum, yang selama 2020 lalu nilainya melesat drastis. Kenaikan itulah yang membuat modal para penambang Ethereum ini bertambah untuk membeli perangkat penambang baru.


Lazimnya penambangan Ethereum ini baru bisa menguntungkan jika menggunakan kartu grafis untuk desktop. Penambangan menggunakan laptop biayanya lebih tinggi karena tak semua komponen yang ada di laptop bisa berguna untuk menambang.


Namun karena nilai tukar Ethereum yang meningkat ini, penambangan menggunakan laptop gaming jadi cukup menguntungkan. Ditambah lagi dengan peningkatan dari GPU Nvidia RTX 3000 untuk laptop yang baru dirilis.


Karena itulah sejumlah penambang di China memborong sejumlah laptop baru langsung dari pembuatnya. Lalu laptop yang diperkirakan menggunakan RTX 3070 dan 3060 tersebut dipasang di rak khusus.


Bahkan, ada juga sebuah video yang menunjukkan mudahnya melakukan penambangan mata uang kripto tersebut. Dalam video tersebut ditunjukkan si penambang menggunakan laptop Asus dengan RTX 3060, di mana ia menggunakan laptop tersebut di kedai Starbucks.


Di sana ia mencolokkan laptop ke charger, mulai menambang Ethereum, membeli kopi, melakukan sejumlah pekerjaan, dan dua jam kemudian pendapatan dari aktivitas penambangannya itu sudah balik modal untuk membayar kopi yang ia beli.


Hanya saja, penambangan ini baru akan menguntungkan jika dilakukan dengan pembelian laptop dengan jumlah besar di negara tertentu. Jadi seharusnya aktivitas ini tak akan membuat laptop gaming menjadi langka secara global, demikian dikutip detikINET dari Techspot, Senin (8/2/2021).

https://trimay98.com/movies/second-act/


Pendiri Telegram Datangi Pangeran Dubai, Ada Apa?


Pendiri Telegram, Pavel Durov, menemui pangeran atau Putra Mahkota Dubai, Sheikh Hamdan bin Mohammed bin Rashid Al Maktoum. Apa tujuan pertemuan yang berlangsung di Uni Emirat Arab ini?

Rupanya Sheikh Hamdan sekadara ingin beramah tamah dengan Durov. Apalagi kantor pusat Telegram saat ini berada di Dubai setelah sebelumnya sempat berpindah-pindah di beberapa negara.


Sang Putra Mahkota Dubai menyebut bahwa dengan infrastruktur kelas dunia, Dubai menyediakan semua hal yang diperlukan oleh perusahaan teknologi baik yang skala kecil maupun besar, agar bisa semakin berkembang. Terbukti Telegram pun memilih berkantor di kota itu.


"Kemampuan Dubai dalam menyediakan kondisi berorientasi pada pertumbuhan untuk startup teknologi, tervalidasi dengan fakta bahwa salah satu perusahaan tersukses di dunia seperti Telegram memilih beroperasi di sini," kata Sheikh Hamdan.


Ia pun menyatakan Dubai terbuka menerima talenta teknologi berbakat dari seluruh dunia. Durov pun memuji perkembangan Dubai sebagai pusat perusahaan teknologi.


"Ekosistem startup, infrastruktur yang maju dan aturan yang ramah bisnis yang ditawarkan oleh Dubai telah menjadikannya hub bagi talenta dan entrepreneur dari seluruh dunia yang ingin menjadi global," kata dia.


Dikutip detikINET dari Khaleej Times, Senin (8/2/2021), berbagai startup teknologi besar memang telah muncul dari Dubai. Contohnya Careem, Souq.com, Media.Net, Anghami sampai Wrappup.


Durov sendiri memulai operasional Telegram di sebuah kantor kecil di Berlin, Jerman. Namun staf Telegram kemudian sering bekerja berpindah-pindah. Kadang menyewa rumah atau apartemen (sebagian besar dari Airbnb) sebagai kantor, dan akan berpindah setelah beberapa minggu atau bulan. Kini, mereka tampaknya sudah betah di Dubai.

https://trimay98.com/movies/the-2nd/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar