Selasa, 09 Februari 2021

Pendiri Telegram Datangi Pangeran Dubai, Ada Apa?

 Pendiri Telegram, Pavel Durov, menemui pangeran atau Putra Mahkota Dubai, Sheikh Hamdan bin Mohammed bin Rashid Al Maktoum. Apa tujuan pertemuan yang berlangsung di Uni Emirat Arab ini?

Rupanya Sheikh Hamdan sekadara ingin beramah tamah dengan Durov. Apalagi kantor pusat Telegram saat ini berada di Dubai setelah sebelumnya sempat berpindah-pindah di beberapa negara.


Sang Putra Mahkota Dubai menyebut bahwa dengan infrastruktur kelas dunia, Dubai menyediakan semua hal yang diperlukan oleh perusahaan teknologi baik yang skala kecil maupun besar, agar bisa semakin berkembang. Terbukti Telegram pun memilih berkantor di kota itu.


"Kemampuan Dubai dalam menyediakan kondisi berorientasi pada pertumbuhan untuk startup teknologi, tervalidasi dengan fakta bahwa salah satu perusahaan tersukses di dunia seperti Telegram memilih beroperasi di sini," kata Sheikh Hamdan.


Ia pun menyatakan Dubai terbuka menerima talenta teknologi berbakat dari seluruh dunia. Durov pun memuji perkembangan Dubai sebagai pusat perusahaan teknologi.


"Ekosistem startup, infrastruktur yang maju dan aturan yang ramah bisnis yang ditawarkan oleh Dubai telah menjadikannya hub bagi talenta dan entrepreneur dari seluruh dunia yang ingin menjadi global," kata dia.


Dikutip detikINET dari Khaleej Times, Senin (8/2/2021), berbagai startup teknologi besar memang telah muncul dari Dubai. Contohnya Careem, Souq.com, Media.Net, Anghami sampai Wrappup.


Durov sendiri memulai operasional Telegram di sebuah kantor kecil di Berlin, Jerman. Namun staf Telegram kemudian sering bekerja berpindah-pindah. Kadang menyewa rumah atau apartemen (sebagian besar dari Airbnb) sebagai kantor, dan akan berpindah setelah beberapa minggu atau bulan. Kini, mereka tampaknya sudah betah di Dubai.

https://trimay98.com/movies/the-prisoner-of-second-avenue/


Benda Luar Angkasa Meteorit Dilego Sampai Rp 3,6 Miliar


Puluhan benda luar angkasa akan dilelang dengan harga fantastis. Satu meteorit saja ditaksir bisa mencapai USD 260.000 atau setara Rp 3,6 miliaran dengan kurs USD 1 USD = Rp 14.000.

Rumah lelang Christie berencana untuk melelang sekitar 75 koleksi benda luar angkasa pada Selasa (9/2) waktu setempat. Adapun yang dilelang itu diklaim mencakup meteorit dari Bulan, Mars, hingga asteroid.


Dari puluhan benda yang akan dilego itu, ada yang strukturnya sudah diubah agar terlihat menawan secara estetika, tapi ada juga yang masih original seperti awal ditemukan.


Misalnya meteorit yang jatuh di Swedia satu ini, dibuat menyerupai bola. Benda ini berasal dari inti meteorit yang hancur setelah mendarat di negara Skandinavia tersebut. Meteorit ini diperkirakan dijual di angka USD 14.000 hingga USD 18.000.


Ada juga benda luar angkasa jatuh di Xianjing, China, yang berisikan batu permata mencolok dengan warna keemasannya. Benda ini dipoles supaya unsur yang mirip dengan kristal olivin dapat terpancar, yang diharapkan dapat terjuang sekitar USD 3.500 atau USD 4.000.


Kemudian, ada beberapa meteorit Gibeon juga dilelang oleh Christie. Saat ditemukan di Namibia, lebih dari 100 potongan berhasil didapatkan.


Dan, yang paling wah benda luar angkasa yang dilelang itu adalah meteorit besi yang jatuh di Odessa, Texas, Amerika Serikat. Punya bobot 308 pon dan merupakan serpihan yang berasal dari atmosfer Mars, bisa terjual di harga USD 260.000.

https://trimay98.com/movies/the-second-time-around/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar