Senin, 08 Februari 2021

Prediksi 10 Tahun Vaksinasi yang Bikin COVID-19 Awet di Indonesia

 Sebuah studi di John Hopkins University memprediksi proses vaksinasi di Indonesia akan memakan waktu 10 tahun lebih untuk mencapai herd immunity. Ini didasarkan pada laju vaksinasi yang dinilai lambat.

Herd immunity atau kekebalan kelompok dicapai ketika 70-85 persen populasi sudah mendapat vaksinasi COVID-19. Menurut data yang dihimpun Bloomberg per 5 Februari, Indonesia mencatatkan laju vaksinasi 60.433 dosis perhari.


Jika tidak ditingkatkan, diperkirakan butuh waktu lebih dari 10 tahun untuk mencapai sasaran vaksinasi yaitu 70-85 persen populasi.


Hingga Minggu (7/2/2021), Indonesia berhasil memvaksinasi 784.318 tenaga kesehatan. Angka ini mencakup 48,20 persen dari target vaksinasi tahap pertama. Suntikan dosis kedua baru didapat 139.131 tenaga kesehatan.


Sementara itu, juru bicara vaksinasi COVID-19 Kementerian Kesehatan dr Siti Nadia Tarmidzi menegaskan target vaksinasi selama 12 bulan masih bisa dicapai. Laju vaksinasi masih akan terus ditingkatkan.


"Kita akan menyelesaikan vaksinasi sebisa mungkin dalam 12 bulan sesuai arahan Pak Jokowi untuk mempercepat vaksinasi jadi makin cepat dan makin banyak," jelasnya.

https://cinemamovie28.com/movies/all-that-remains/


WHO Bantah Rumor Vaksin COVID-19 Bisa Bikin Mandul


 Beragam informasi keliru terkait vaksin COVID-19 dapat menghambat kelancaran program vaksinasi. Masyarakat yang kebingungan bisa jadi enggan disuntik vaksin sehingga jadi lebih sulit untuk menimbulkan kekebalan kelompok atau herd immunity.

Satu contoh rumor yang populer adalah tuduhan vaksin COVID-19 dapat menyebabkan kemandulan. Disebutkan bahwa kandungan yang ada pada vaksin dapat menyerang protein penting yang dibutuhkan dalam perkembangan plasenta.


Direktur program imunisasi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Dr Kate O'Brien, kembali menegaskan bahwa rumor itu keliru.


"Vaksin yang diberikan ke orang-orang tidak bisa menyebabkan kemandulan. Ini adalah rumor lama yang sering muncul juga pada banyak vaksin lain dan selama ini tidak pernah terbukti kebenarannya," kata Kate seperti dikutip dari halaman resmi Twitter WHO, Senin (8/2/2021).


"Tidak ada vaksin yang bisa menyebabkan kemandulan," lanjutnya.


Sejauh ini beragam studi telah menunjukkan bahwa vaksin COVID-19 yang telah mendapat izin terbukti dapat memberikan efek perlindungan. Orang yang divaksinasi dapat mencegah infeksi yang menimbulkan gejala sedang hingga parah.


Sementara untuk efek samping vaksin, Komnas Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) melaporkan hanya ada efek samping yang ringan dan tidak berbahaya.


"Laporan yang masuknya pegal, nyeri di tempat suntikan, kemerahan, lemas, demam, mual, perubahan nafsu makan," kata Ketua Komnas KIPI, Prof Dr dr Hinky Hindra Irawan Satari, SpA(K), beberapa waktu lalu.


Mengenal Parosmia, Gejala COVID-19 yang Bikin Sulit Identifikasi Bau


 Infeksi virus Corona dapat menyebabkan gangguan penciuman. Salah satunya yang terbaru adalah parosmia.

Berbeda dengan anosmia yang merupakan kondisi hilangnya indra penciuman, parosmia adalah suatu kondisi pasien mengalami kesulitan dalam mengidentifikasi bau.


"Pasien dengan parosmia mempersepsikan bau yang tidak sesuai dengan kenyataannya," ucap dokter spesialis THT dari Rumah Sakit Akademik Universitas Gadjah Mada, dr Anton Sony Wibowo, SpTHT-KL, MSc, FICS, Senin (4/1/2021).


Contohnya, bau yang harum mungkin akan tercium menjadi busuk.


Oleh karena itu, ada beberapa hal yang perlu kamu ketahui tentang gejala COVID-19 parosmia. Berikut fakta-faktanya, dikutip dari Healthline.


Penyebab parosmia

Parosmia bisa terjadi karena adanya kerusakan di neuron yang berfungsi sebagai pendeteksi bau di dalam hidung. Kondisi ini dapat disebabkan oleh infeksi virus maupun kondisi kesehatan lainnya.


Kerusakan neuron ini mengubah penafsiran bau yang diterima bulbus olfaktorius yang memiliki fungsi untuk penciuman, sensitivitas deteksi bau, atau menyaring bau.


Selain karena infeksi virus, parosmia juga bisa disebabkan oleh paparan asap rokok dan bahan kimia, cedera kepala, efek samping pengobatan kanker, dan tumor.

https://cinemamovie28.com/movies/the-remaining/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar