Sabtu, 06 Februari 2021

Smartfren Minat Ikut Lelang Frekuensi 2,3 GHz Lagi

 Setelah mengumumkan pemenang lelang frekuensi 2,3 GHz, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) membatalkan hasilnya selang satu bulan kemudian. Meski dibatalkan Kominfo berencana melalukan lelang ulang, tapi waktunya belum diumumkan.

Smartfren sebagai salah satu operator yang memenangkan lelang bersama Hutchison 3 (Tri) Indonesia dan Telkomsel mengaku akan mengikuti lelang ulang frekuensi 2,3 GHz.


"Kita masih berminat untuk ikut di 2.300 karena kita sekarang sudah punya yang 2.300. Mudah-mudahan nanti bisa diputuskan lagi oleh pemerintah," kata Deputy CEO Mobility Smartfren Telecom Sukaca Purwokardjono saat ditemui seusai Oppo 5G Academy di Jakarta, Kamis (4/2/2021).


Saat ditanya mengenai alasan pembatalan lelang karena masalah administrasi, Sukaca mengatakan Smartfren akan mengikuti aturan baru yang ditentukan pemerintah.


"Yang jelas kita sesuai dengan ketentuan yang ditentukan pemerintah. Administrasi apapun kita lengkapi, termasuk nanti kalau ada ketentuan administrasi yang lain lagi kita akan sampaikan juga," jelas Sukaca.


Sukaca mengatakan saat ini secara teknis Smartfren sudah siap untuk migrasi jaringan ke 5G. BTS yang ada saat ini juga hanya perlu di-upgrade dan tidak perlu diganti baru agar bisa mendukung jaringan generasi kelima.


Menurut Sukaca saat ini semua hanya menunggu ketersediaan spektrum dari pemerintah. Tapi ia mengaku Smartfren berharap agar pemerintah memilih spektrum di bawah high-band yang bisa menjangkau radius yang lebih luas.


"Kita berharap sebenarnya tentu saja spektrum apapun yang diberikan pemerintah kita sambut dengan baik. Tapi kalau bisa yang frekuensi di bawah 26 GHz bisa lebih bagus lagi," pungkasnya.

https://movieon28.com/movies/sacrifice-3/


Grab Mau Bantu Vaksinasi COVID-19 di Asia Tenggara


- Grab berupaya ikut meningkatkan akses ke vaksinasi COVID-19, agar semua karyawan, serta mitra pengemudi dan pengirimannya bisa divaksinasi pada tahun 2022.

Disebutkan Grab, pihaknya akan bekerja sama dengan pemerintah setempat dalam memberikan informasi tentang vaksin melalui aplikasinya, dan sedang dalam diskusi untuk menyediakan distribusi vaksin jarak jauh, dan transportasi ke dan dari pusat vaksinasi.


Untuk diketahui, saat ini Grab beroperasi di delapan negara Asia Tenggara, yaitu Singapura, Kamboja, Indonesia, Malaysia, Myanmar, Filipina, Thailand, dan Vietnam. Dengan inisiatif ini, Grab menambah daftar perusahaan swasta di seluruh dunia yang menawarkan bantuan program vaksinasi kepada pemerintah di masing-masing negara.


Di AS misalnya, sejumlah perusahaan yang menawarkan inisiatif ini antara lain Microsoft, Oracle, Salesforce, dan Epic. Sementara itu di China, perusahaan ride-hailing terbesar negaranya, Didi Chuxing, menjanjikan USD 10 juta untuk mendukung program vaksinasi di 13 negara.


"Semakin cepat kita dapat mencapai kekebalan kawanan (herd immunity), semakin cepat komunitas dan ekonomi kita dapat pulih dan mulai membangun kembali. Kemitraan publik-swasta sangat penting dalam menghadapi beberapa pertempuran pandemi terbesar, dan kolaborasi ini harus terus berlanjut," Group Managing Director of Operations Grab Russell Cohen, dikutip dari Tech Crunch, Kamis (4/2/2021).

https://movieon28.com/movies/sacrifice-2/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar